DISTRIBUTOR RESMI PT NATURAL NUSANTARA N-393316 MELAYANI PENDAFTARAN BARU DISTRIBUTOR DAN MELAYANI PEMBELIAN PRODUK NASA UNTUK SELURUH INDONESIA DAN LUAR NEGERI.HUBUNGI BBM KAMI D1FFBD9D /085232128980 /+ 62 855 7484 4543 / +85298598174

Tehnik Budidaya Terong

PENDAHULUAN
                                                                                         Tanaman terong makin baik untuk di kelola secara intensif dan komersial dalam sekala garobisnis, namun hasil rata-ratanya masih rendah. Hal ini di sebapkan oleh bentuk kultur budidaya yang masih sampingan, belum memadainya informasi tehnik budidaya di tingkat petani.
Pt. Natural Nusantara berusaha memberi alternatif, solusi bagaimana tehnik pembudidayaan terong tercapai peningkatan produksi secara K-3( kwalitas,kwantitas, kelestarian)

SYARAT TUMBUH
  • Dapat tumbuh di dataran rendah/ tinggi
  • Suhu udara 22-30C
  • Jenis tanah yang paling baik, jenis lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, aerasi, dan drainase baik dan Ph tanah antara 6,8-7,3
  • Sinar matahari cukup
  • Cocok di tanam musim kemarao
PEMBIBITAN

 -

  • Bersihkan rumput liar dari sekitar kebun
  • Oleh tanah dengan cangkul ataupun bajak sedalam 30-40cm hingga gembur
  • Buat bedengan selebar 100-120cm, jarak antara bedengan 40-60cm, ratakan permukaan bedengan.
  • Jika Ph tanah rendah, tambahkan dolomit
  • Sebarkan pupuk kandang 15-20ton/ha, campurkan merata dengan tanah.
  • Akan lebih optimal ika di tambah Supernasa atau jika tidak ada pupuk kandang dapat diganti Supernasa 10-20botol/ha dengan cara: (1) Satu botol Supernasa diencerkan dalam 3lt air di jadikan larutan induk. Kemudian setiap 50lt air diberi 200cc larutan induk untuk menyiram bedengan. (2) satu gembor diberi 1sendok peres makan Supernasa untuk menyiram 10m bedengan.
  • Sebarkan pupuk dasar dengan campuran ZA atau Orea 150kg +  TSP 250kg/ha dicampur dengan tanah secara merata atau sekitar 10gr campuran pupuk per lubang tanam.
  • Sebarkan Natural Glio 1-2sachet yang telah dicampur pupuk kandang 25-50kg merata ke bedengan atau ke lubang tanam
  • Jika pakai mulsa plastik tutup bedengan pada siang hari.
  • Biarkan selama 1minggu sbelum tanam.
  • Buat lubang tanam dengan jarak 60x70cm/70x70cm
PENANAMAN


  • Waktu tanam yang baik musim kering 
  • Pilih bibit yang tumbuh subur dan normal
  • Tanam bibit di lubang tanam secara tegak lalu tanah di sekitar batang di padatkan
  • Siram lubang tanam yang telah ditanam hingga cukup basah ( lembab)
PENGAIRAN

Dilakukan rutin tiap hari, terutama pada fase awal pertumbuhan dan cuaca kering, dapat di siram dengan gembor.

PENYULAMAN
  • Sulam tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, mati atau terserang hama penyakit.
  • Penyulaman maksimal umur 15hari.
PEMASANGAN AJIR ( TURUS )
  • Larutkan seawal mungkin agar tidak mengganggu ( merusak ) sistem perakaran.
  • Turus terbuat dari bilah bambu setinggi 80-100cm dan lebar 2-4cm
  • Tancapkan secara individu dekat batang
  • Ikat batang atau cabang terong pada turus
PENYIANGAN
  • Rumput liar atau gulma di sekitar tanaman disiang atau dicabut
  • Penyiangan dilakukan pada umur 15hari dan 60-75hari setelah tanam.
pemupukan


Jenis dan dosis pupuk makro disesuaikan dengan jenis tanah,varietas dan kondisi daerah menurut acuan dinas pertanian setempat, berikut salah satu alternatifnya : Pemupukan diletakkan sejauh 20cm dari batang tanaman sebanyak 10gr campuran pupuk per tanaman secara tugal atau larikan di tutup tanah dan di siram atau pupuk di kocorksebanyak 3,5gr / lt air, kocorkan larutan pupuk sebanyak 250cc/tanaman.

Semprotkan 3-4tutup Poc Nasa + 1ttp Hormonik / tangki setiap 1-2minggu.

PEMANGKASAN ( Perempelan)
Pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Hama



1. Kumbang daun
Gejala serangan ada bekas gigitan pada permukaan daun sebelah bawah. Bila serangan berat dapat merusak jaringan daun dan tinggal tulang-tulang saja. Cara pengendalian : kumpulkan dan musnahkan kumbang, atur waktu tanam, pencegahan dengan Pestona atau pentana + Aero 810 setiap 1-2 minggu sekali.

2. Kutu Daun
Menyerang dengan cara mengisap cairan sel, terutama pada bagian pucuk atau daun masih muda. Daun masih muda, keriput, keriting atau menggulung.. sebagai faktor atau perantara virus.
Cara pengendalian : mengatur waktu tanam, dan pergiliran tanam, pencegahan semprot Pentana+Aero 810 atau Natural Bvr setiap 1-2minggu sekali.

3. Tungau
Serangan hebat musim kemarau. Menyerang dengan cara menghisap cairan sel tanaman, sehinha menimbulkan gejala bintik-bintik merah sampai kecoklat-coklatan atau hitam pada permukaan daun sebelah atas atau bawah.
cara pengendalian sama dengan pengendalian kutu daun.

4. Ulat Tanah
Bersifat polygaf, aktif senja atau malam hari.
Menyerang dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih muda,sehingga terkulae dan roboh.. Cara pengendaliannya : kumpulkan dan musnahkan ulat, pencegahan siram atau semprot Pestona / Pentana + Aero 810.

5. Ulat Grayak
Bersifat polygaf, aktif di malam hari.
Menyerang dengan cara merusak/memakan daun hingga berlubang-lubang.
pengendalian: mengatur waktu tanam dan pergiliran tanam, semprot dengan natural Vitura

6. Ulat Buah
Bersifat polygaf, menyerang buah dengan cara menggigit dan melubanginya, sehingga bentuk buah tidak normal, mudah terserang penyakit dan busuk.
Pengendalian : kumpulkan dan musnahkan buah yang terserang, lakukan pergiliran tanaman dan waktu tanam sanitasi kebun, pencegahan: semprot Pestona atau Pentana+ Aero 810 setiap 1-2minggu sekali.

PENYAKIT



1. Layu Bakteri
Biasanya hidup lama dalam tanah
serangan hebat pada temperatur tinggi
Gejala serangan terjadi kelayuan seluruh tanaman secara mendadak.

2. Busuk Buah
Gejala serangan adanya bercak-bercak coklat kebasahan pada buah sehingga buah busuk.

3. Bercak Daun
Gejala bercak-bercak kelabu-kecoklat coklatan atau hitam pada daun.

4. Antraknose
Gejala bercak-bercak melekuk dan bulat pada buah lalu membesar berwarna coklat dengan titik-titik hitam.

5. Busuk Leher Akar
Gejala pangkal membusuk berwarna coklat.

6. Rebah Semai
Gejala batang bibit muda kebasah-basahan,mengkerut dan akhirnya roboh dan mati.

Cara pengendalian penyakit :
Tanam varietas tahan, atur jarak tanam dan pergiliran tanaman.perbaiki drainare,atur kelembapan pada jarak tanam agak lebar, cabut dan buang tanaman sakit. Rendam benih dengan POC NASA dosis 2cc/lt + Natural Glio yang telah di campur pupuk kandang sebelum tanam.

Catatan: jika pengendalian hama penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternatif terakir bisa gunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan perekat pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki.

PEMANENAN 



  • Buah pertama dapat di petik setelah umur 3-4bulan tergantung dari jenis varitasnya.
  • ciri buah siap di panen adalah ukurannya sudah maksimal dan masih muda.
  • Waktu yang paling tepat adalah pagi atau siang hari.
  • Cara panen buah di petik bersama dengan tangan atau alat yang tajam.
  • Pemetikan buah berikutnya di lakukan rutin tiap 3-7hari sekali dengan cara memilih buah yang sudah siap petik.

DISTRIBUTOR RESMI PT. NATURAL NUSANTARA (N-393316)
INFO Lebih lanjut KLIK DISINI
Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 

Budianto / rindra 

Pin Bbm : D1C26578
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980

Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586

web:
http://www.agenpocnasa.com/
==============

0 comments:

Post a Comment

Flag Counter