DISTRIBUTOR RESMI PT NATURAL NUSANTARA N-393316 MELAYANI PENDAFTARAN BARU DISTRIBUTOR DAN MELAYANI PEMBELIAN PRODUK NASA UNTUK SELURUH INDONESIA DAN LUAR NEGERI.HUBUNGI BBM KAMI D1FFBD9D /085232128980 /+ 62 855 7484 4543 / +85298598174

Budidaya Kelapa Sawit


I. PENDAHULUAN
        Agrobisnis kelapa sawit ( Elaesis Guinensis Jacq ), baik yang yang berorientasi pasar lokal maupun global kan berhadapan pada tuntutan kwalitas produk dan kelestarian lingkungan selain tentunya kwantitas produksi. PT.Natural Nusantara berusaha berperan dalam meningkatkan produksi budidaya kelapa sawit secara Kwantitas, Kwalitas, dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan ( Aspek 3-K ).

II. SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
         Lama penyinaran matahari rata-rata 5-7 jan / hari. Curah hujan tahunan 1.500-4000 mm. Temperatur optimal 24-28C. Ketinggian tempat yang ideal antara 1-500m dpl. Kecepatan angin 5 - 6 km / jam untuk membantu proses penyerbukan.
2.2. Media Tanah
          Tanah yang baik mengandung banyak lempung, beraerasasi baik dan subur. Berdrainase baik, permukaan air tanah cukup dalam, solum cukup dalam ( 80 cm ), PH tanah 4 - 6 ban tanah tidak berbatu. Tanah latosol, ultisol, dan aluvial, tanah gambut saprik, dataran pantai dan muara sungai dapat di jadikan perkebunan kelapa sawit.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Penyemaian
     Kecambah di masukkan polibek 12 x 23 atau 15 x 23 cm berisi 1,5 - 2,0 kg tanah lapisan atas yang telah di ayak. Kecambah di tanam sedalam 2cm. Tanah di polibek harus selalu lembap. Simpan polibek di bedengan dengan diameter 120 cm. Setelah berumur 3 - 4 bulan dan berdaun 4-5 helai bibit siap di pandah tempatkan.
      Bibit dari bedengan di pindahkan ke dalam polibek 40 x 50 cm setebal 0,11mm yang berisi 15-30kg tanah lapisan atas yang di ayak. sebelum bibit di tanam, siram tanah dengan POC NASA 5ml atau 0,5ttp per liter air. Polibek di atur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak 90 x 90 cm.
3.1.2. Pemeliharaan Pembibitan
      Penyiraman di lakukan 2x sehari. Penyiangan 2-3x sebulan atau di sesuaikan dengan pertumbuhan gulma. bibit tidak normal, berpenyakit dan mempunyai kelainan geneti harus di buang. Seleksidi lakukan pada umur 4 dan 9bulan.

PEMUPUKAN PADA SAAT PEMBIBITAN SEBAGAI BERIKUT
Pupuk makro
> 15 -15-6-4

> 12-12-17-2

Minggu ke 2 & 3(2gr), minggu ke 4 & 5 (4gr), minggu ke 6 & 8 (6gr), minggu ke 10 & 12 ( 8gr)
Minggu ke 14,15,16 &20 (8gr), minggu ke 22,24(17gr),minggu ke 38,40(20gr0
Kieserite
Minggu ke 19 & 21(4gr), minggu ke 23 & 25 (6gr), minggu ke 27,29 & 31 (8gr)
Mulai minggu ke 1 – 40 (1-2 cc/lt air pembibitan di siramkan 1-2 minggu sekali

Catatan : Akan lebih baik pembibitan di selingi atau di tambah SUPERNASA 1-3 kali dengan dosis 1botol untuk 400bibit. 1botol SUPERNASA di encerkan dalam 4lt ( 4000ml) air di jadikan larutan induk. Kemudian setiap 1lt air di berikan 10ml larutan induk tadi untuk menyiram setiap bibit.

3.2.Tehnik Penanaman
3.2.1. Penentuan Pola Tanaman
       Pola tanaman dapat monokultur ataupun tumpangsari. Tanaman penutup tanah ( Leguma Cover Crop LCC ) pada areal tanaman kelapa sawit penting karena dapat memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, mencegah erosi, mempertahankan kelembapan tanah dan menekan pertumbuhan tanaman mengganggu ( gulma ) Penanaman tanaman kacang-kacangan sebaiknya di lakukan segera setelah per   siapan tanah selesai.
3.2.2. Pembuatan Lubang Tanah
      Lubang tanah di buat beberapa hari sebelum tanam dengan ukuran 50 x 40 cm sedalam 40cm. Sisa galian tanah atas (20 cm) di pisahkan dari tanah bawah. Jarak 9 x 9 x 9 m. Area berbukit, di buat terus melingkari bukit dan lubang berjarak 1,5m dari sisi lereng.
3.2.3. Cara Penanaman.
      Penanaman pada awal musim hujan, setelah hujan turun dengan teratur.Sehari sebelum tanam, siram bibit pada polibeg. Lepaskan plastik polibek hati-hati dan masukkan bibit pada lubang. Taburkan NATURAL GLIO yang sudah di kembang biakkan dalam pupuk kandang selama 1minggu di sekitar perakaran tanaman. Segera di timbun dengan galihan tanah atas. Siram dengan POC NASA secara merata dengan dosis 5-10ml / liter air setiap pohon atau semprot dengan dosis (3-4ttp/tangki). hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPERNASA. Adapun cara penggunaan SUPERNASA adalah sebagai berikut : 1botol SUPERNASA di encerkan dalam 2lt (2000ml) air di jadikan larutan induk.Kemudian setiap 1 lt air di beri 10ml larutan induk tadi untuk menyiram setiap pohon.

3.3. Pemeliharaan Tanaman
3.3.1. Penyulaman dan Penjarangan
          Tanaman mati di sulam dengan bibit berumur 10-14bulan. Populasi 1hektar 135-145 pohon agar tidak ada persiangan sinar matahari.
3.3.2. Penyiangan
          Tanah di sekitar pohon harus bersih der gulma.
3.3.3. Pemupukan
         Anjuran pemupukan sebagai berikut :

      Pupuk makro
Urea
Ø  Bulan ke 6,12,18,24,30 & 36
Ø  Bulan ke 42,48,54,60 dst
225     kg/ha
1000   kg/ha
TSP
Ø  Bulan ke 6,12,18,24,30 & 36
Ø  Bulan ke 42,48,54 & 60 dst
115     kg/ha
750     kg/ha
MOP/KCI
Ø  Bulan ke 6,12,18,24,30 & 36
Ø  Bulan ke 42,48,54,60 dst
200     kg/ha
1200   kg/ha
Kieserite
Ø  Bulan ke 6,12,18,24,30 & 36
Ø  Bulan ke 42,48,54,60 dst
75       kg/ha
600     kg/ha
Borex
Ø  Bulan ke 6,12,18,24,30 & 36
Ø  Bulan ke 42,48,54,60 dst
20       kg/ha
40       kg/ha

 NB: Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada waktu musim hujan ( september-oktober ) dan kedua pada waktu akir musim hujan ( maret-april )

     POC NASA

 A.  Dosis POC NASA mulai awal tanam :
0-36 bulan
 >
2-3 ttp di encerkan secukupnya dan di siramkan sekitar pangkal batang, setiap 4-5 bulan sekali
> 36 bulan
 >
3-4 ttp di encerkan secukupnya dan di siramkan sekitar pangkal batang, setiap 3-4 bulan sekali
POC NASA akan lebih optmal jika di campur dengan HORMONIK

 B. Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak sejak awal tidak
 memakai POC NASA
  • Tahap 1 : Aplikasikan 3-4 kali berturut-turut dengan interval 1-2bln. dosis 3-4ttp / pohon
  • Tahap 2 : aplikasikan 3-4 bulan sekali. Dosis 3-4ttp / pohon.
Catatan : akan lebih baik pemberian di selingi / di tambah SUPER NASA 1-2kali/ tahum dengan dosis 1botol untuk 200tanaman. Cara lihat tehnik penanaman ( poin 3.2.3.)

3.3.4. Pemangkasan Daun
     Terdapat 3 jenis pemangkasan yaitu :

  1. Pemangkasan pasir > Membuang daun kering , buah pertama atau buah busuk , waktu tanaman berumur 16-20 bulan.
  2. Pemangkasan produksi > Memotong daun yang tumbuhnya saling menumpuk (songgo daun ) untuk persiapan panen umur 20-28 bulan.
  3. Pemangkasan pemeliharaan > Membuang daun-daun songgo daun secara rutin sehingga pada pokok tanaman hanya terdapat sejumlah 28-54helai.
3.3.5. Kastrasi Bunga
         Memotong bunga-bunga jantan dan betina yang tumbuh pada waktu tanaman berumur 12-20 bulan.

3.3.6 Penyerbukan buatan
         Untuk mengoptimalkan jumlah tandan yang berbuah ,di bantu penyerbukan buatan oleh
 manusia atau serngga.
 A. Penyarbukan oleh manusia
     Di lakukan saat tanaman berumur 2-7 minggu pada bunga betina yang sedang reprensif  ( bunga betina siap di serbuki sari jantan ) Ciri bunga represif adalah kepala putik terbuka, warna kepala putik kemerah merahan dan berlendir Cara penyerbukan:

  1. Bak seludang bunga.
  2. Campurkan serbuk sari dengan talk murni (1 : 2 ) Serbuk sari di ambil dari pohon yang baik dan biasanya sudah di persiapkan di laboratorium, semprotkan serbuk sari pada kepala putik dengan menggunakan baby daster / puffer.
B. Penyerbukan oleh serangga penyerbukan kelapa sawit
     Serangga penyerbuk elaodobius camerunicus tertarik pada bunga jatan.Serangga di lepas saat bunga betina sedang represif. Keunggulan cara ini adalah tandan buah lebih besar,bentuk buah lebih sempurna, produksi minyak lebih besar 15% dan produksi inti ( minyak inti ) meningkat sampai 30%.

3.4. Hama Dan Penyakit
3.4.1. Hama

  1. Hama Tungau >> Penyebab : tungau merah ( Oligonychus). Bagian di serang  adalah daun. Gejala : daun menjadi mengkilap dan berwarna bronz. Pengendalian : Semprot dengan PESTONA atau NATURAL BVR.
  2. Ulat Setora >> penyebab : setora nitens. bagian yang di serang adalah daun. Gejala : daun di makan sehingga tersisa lidinya saja. Pengendalian : Penyemprotan dengan PESTONA.
3.4.2. Penyakit

  1. Root Blast >> Penyebab : Rhizoctonia lamellifera dan phythium Sp Bagian yang di serang adalah akar. Gejala : bibit di persemaian mati mendadak, tanaman dewasa layu dan mati, terjadi pembusukan akar . Pengendalian : pembuatan persemaian yang baik, pemberian air pada irigasi di musim kemarau, penggunaan bibit berumur lebih dari 11 bulan. Pencegahan dengan menggunakan NATURAL GLIO.
  2. Garis Kuning >>  Penyebab : fusarium oxysporum. bagian yang di serng adalah daun. Gejala : bulatan oval berwarna kuning pucat mengelilingi coklat pada daun, daun mengering. Pengendalian : inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Pencegahan dengan menggunakan NATURAL GLIO sejak dari awal.
  3. Dry Basal Rod >> Penyebab : Certocyictis paradoxa. bagian yang di serang adalah batang. Gejala : pelapah muda patah, daun membusuk dan kering, daun muda mati kering Pengendalalian : dengan menanam bibit yang sudah di inokulasi. penyakit.
Catatan : jika pengendalian hama penyakitb menggunakan pestisida alami belum mengtasi dapat menggunakan pestisida kimia yang di anjurkan. Agar penyemprotan pestisida lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perata Perekat AERO 810, dosis 5ml atau 0,5ttp / tangki. Penyemprotan herbisida ( untuk gulma ) agar efektif  dan efisien dapat di campur perekat AERO 810  dosis 5ml (1/2ttp) / tangki.




3.5. Panen
3.5.1.Umur Panen
      Mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Dapat di panen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah matang panen. dari 5 pohon terdapat 1 tandan buah matang panen. Ciri tandan panen adalah sedikitnya ada 5 buah yang lepas / jatuh dari tandan yang bertnya kurang dari 10kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10kg atau lebih
Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 

Budianto / rindra 

Pin Bbm : D1C26578
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980

Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586

web:
http://www.agenpocnasa.com/

Budidaya Kopi organik



PENDAHULUAN
       Tanaman kopi merupakan tanaman yang sangat familiar di lahan pekarangan pennduduk pedesaan di indonesia. Jika potensi dahsat ini bisa kita manfaatkan tidaklah sulit untuk kita mendapatkan komoditi ini menjadi andalan di sektor perkebunan, Hanya butuh sedikit sentuhan tehnik budidaya yang tepat , niskaya harapan kita optimis menjadi kenyataan.
       PT.Natural Nusantara berusaha mewujudkan harapan bersama tersebut dengan paket panduan tehnik dan produk tanpa melupakan Aspek 3-K yaitu Kualitas, Kuantitas, dan Kelestarian yang kini menjadi salah satu sarat persaingan di era globalisasi.

PERSIAPAN LAHAN

  1. Untuk tanah pegunungan / miring buat teras.
  2. Kurangi / tambah pohon pelindungyang cepat tumbuh kira-kira 1:4 hingga 1:8 dari uimplah tanaman kopi.
  3. Siapkan pupuk kandang matang sebanyak25-50kg, sebarkan 1pak NATURAL GLIO, diamkan 1minggu dan buat lubang tanam 60 x 60, atau 75 x 75cm dengan jarak tanam 2,5 x 2,5 hangga      2,75 x2,75m minimal 2bulan sebalum tanam.
PEMBIBITAN
  1. Siaokan biji yang berkwalitas dari pohon yang telah di ketahui produksinya biasanya dari penangkar benih yang terpercaya.
  2. Buat kotak atau pembumbunan tanah yang telah untuk persemaian dengan tebal lapisan pasir sekitar 5cm.
  3. buat pelindung dengan pelepah atau paranet dengan pengurangan bertahap jika bibit telah tumbuh.
  4. Siram bibitan dengan rutin dengan melihat kebasahan tanah.
  5. Bibit akan berkecambah kurang lebih 1bulan, pilih bibit yng sehat dan lakukan pemindahan ke polibek dengan hati-hati agar akar tidak putus pada umur 2-3bulan sejak awal pembibitan.
  6. Tambah pupuk NPK sebagai pupuk dasar ( lihat tabel ) hingga umur 12bulan.
  7. Encerkan 1 botol 500g SUPERNASA dalam 5lt air menjadi larutan induk, Setiap 50cc larutan induk di encerkan 0,5 -1 ltr air siramkan ke perbibit.
  8. Setelah bibit berumur 4 bulan semprot dengan 2tto POC NASA / tangki sebulan sekali hingga umur bibit 7-9 bulan dan siap tanam.
                          Dosis Pupuk untuk Bibit Kopi

         umur                                gr/m2

        (bln)          Urea             SP-36                KCL

         3                10                   5                        5
         5                20                  10                       10
         7                30                  15                       15
         9                40                  20                       20
        12                50                  25                       25

Catatan : Jenis dan dosis pupuk bisa sesuai dengan anjuran dinas pertanian setempat. Perhatikan kelembapan tanahagar bibit tidak terkena serangan kerak karat daun.

PENANAMAN
  1. Masukkan pupuk kandang dengan campuran tanah bagian atas saat penanaman bibit.
  2. Usahakan saat tanam sudah memasuki musim hujan.
  3. Lakukan penyiraman tanah setelah tanam.
  4. Hindarkan resiko kematian tanaman baru dari gangguan ternak.
PENYULAMAN
  • Lakukan penyulaman segera jika tanaman mati atau gejala pertumbuhannya tidak normal.
  • Penyulaman dilakukan awal musim hujan.
PENYIRAMAN
     Lakukan penyiraman jika tanah kering atau musim kemarau.

PEMUPUKAN
  • Pemupukan NPK di berikan 2 kali setahun, yaitu awal dan akir musim hujan.
  • Setelah pemupukan sebaiknya di siram.
                                Jenis Dan Dosis Pupuk Makro

Tahun                              gr / pohon / tanah

                          Urea                SP-36                 KCL

 1                    2 X 25                2 X 25               2 X 20
 2                    2 X 50                2 X 50               2 X 40
 3                    2 X75                 2 X 70               2 X 40
 4                    2 X 100              2 X 90               2 X 40
5-10              2 X 150               2 X 13O            2 X 60
> 10               2 X 200               2 X 175            2 X 80

Catatan : Jenis dan dosis pupuk sesuai dengan jenis tanah atau rekomendasi dinas pertanian setempat.
  • Cara pemupukan di buat lubang kecil mengeliling tanaman sejauh 3/4 lebar tajuk, pupuk di masukan dan di tutup tanah.
  • Akan lebih baik di tambah puouk organik SUPERNASA ( 0-3 tahun ) dan POWER NUTRITION    ( di atas 3th ) dosis 1 botol untuk 100 batang. 1 botol SUPER NASA / POWER NUTRITION di emcerkan dalam 5lt air( 500ml) di jadikan  larutan induk . kemudian setiap 5-10lt air di beri 50ml larutan induk tadi untuk menyiram setiap batang.
  • Semprotkan POC NASA 3-4ttp + HORMONIK 1ttp/tangki setiap 1-2 bulan sekali ( selama masih terjangkau alat semprot).
PEMANGKASAN
      Lakukan pemangkasan rutin setelah masa panen ( pangkas barat ) utuk mengatur bentuk pertumbuhan, mengurangi cabang tunas air ( wiwilan ) , mengurangi penguapan dan bertujuan agar terbentuk bunga, serta perbaikan tanaman yang rusak .
     Pemangkassan pada awal atau  akir musim hujan setelah pemupukan.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

A. Hama

  1. Bubuk buah kopi ( Stepanoderes hampei ) >> serangan di penyimpangan buah ataupun di kebun pencegahan : dengan PESTONA atau BVR secara bergantian.
  2. Penggerak cabang coklat dan hitam ( Chlobarus morigerus dan Chompaktus ) >> menyerang ranting dan cabang. Pencegahan sempprot dengan PESTONA.
  3. Kutu dompolan ( Pseudococcus citri ) menyerang kuncup bunga, buah muda, ranting dan daun muda. Pencegahan gunakan PESTONA, BVR / PENTANA + AERO 810 secara bergantian.
B. Penyakit
  1. Penyakit karat daun >> di sebabkan oleh hemilieia vastatrix, pencegahan semptot Natural GLIO + POC NASA.
  2. Penyakit jamur upas >> di sebabkan oleh corticium salmonicolor : Kurangi kelembapan , kerok dan pencegahan oleskan batang / ranting dengan NATURAL GLIO + POC NASA.
  3. Penyaki akar hitam >> penyebab Roselina bunodes dan R.arcuata. di tandai dengan daun kuning, layu, menggantung ndan gugur.Pencegahan sejak awal dengan NATURAL GLIO yang telah di campur pupuk kandang matang.
Penyakit bercak coklat pada daun >> penyebab Fomes lamaoensis / Pellinus lamaoensis Pencegahan dengan NATURAL GLIO yang telah di campur pupuk matang.
  1. Penyakit bercak coklat pada daun >> Di sebabkan oleh Carcospora cafeicola Berk et Cooke Pencegahan dengan NATURAL GLIO
  2. Penyakit mati ujung pada ranting >> Penyebab Rhizoktuna. Pencegahansejak awal gunakan NATURAL GLIO.
Catatan : jika pengendalian hama penyakit dengan pestisida alami belum mangatasi, sebagai alternatatif terkir bisa gunakan pestisida kimia yang di anjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perta Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup per tangki.


PANEN
     Kopi akan berproduksi pada umur 2,5th jika di rawat dengan baik dan buah telah menunjukkan warna merah yang meliputi sebagian besar tanaman. dan di lakukan bertahap sesuai dengan kemasakan buah.

PENGOLAHAN HASIL
    Agar di persiapkan terlebih dahulu tempat penjemuran, pengupasan kulit dan penyimpanan hasil panen agar tidak rusak akibat hama paska panen. Buah panenan harus segera di proses maksimal 20jam setelah petik untuk mendapatkan hasil yang baik.

  1. Biji keriput >> asal buah masih muda 
  2. Biji berlubang >> kopi terserang bubuk 
  3. Biji kemerahan >> kurang bersih mencucinya
  4. Biji pecah >> mesin pengupas kurang sempurna , berasal dari buah yang terserang bubuk, pada saat pengupasan pada mesin kopi terlalu kering.
  5. Biji pecah di ikuti dengan perubahan warna >> mesin penguap dan mesan pemisah kulit dengan biji kurang sempurna,  
  6. Biji belang >> pengeringan tidak sempurna, terlalu lama di simpan, suhu penyimpanan terlalu lembap.
  7. Biji pucat >> terlalu lama di simpan di tempat lembap.
  8. Biji berkulit ari >> pengeringan tidak sempurna atau terlalu lama, pada pengeringan buatan suhu awal terlalu rendah.
  9. Biji berwarna kelabu hitam >> pada pengeringan buatan suhunya terlalu tanggi.
  10. Noda-noda coklat hitam >> pada pengeringan buatan kopi tidak serng di aduk.

Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 

Budianto / rindra 

Pin Bbm : D1C26578
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980

Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586

web:
http://www.agenpocnasa.com/



BUDIDAYA SEMANGKA (citrulus vulgaris)


1.PENDAHULUAN
     Tingkat dan kwalitas produksi semangka di Indonesia tergolong rendah. Hal ini di sebabkan oleh tanah yang keras, miskin unsur hara dan hormon. pemupukan yang tidak berimbang,seranga hama dan penyakit,pengaruh cuaca / iklim.serta tehnik budidaya petani.
PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara kwantitas dan kwasalit denan tetap memelihara kelestarian lingkungan ( aspek 3-k)

2. SARAT PERTUMBUHAN
   II.1 IKLIM
          curah hujan ideal 40-50 mm/bulan. seluruh areal pertanaman perlu sinar matahari sejak terbit hingga           tenggelam.              suhu optamal 25celiancius. Semangka cocok di tanam di dataran rendah hingga ketinggan 600m dpl.
   II.2 MEDIA  TANAM
         Kondisi tanah cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam dan tanah kebun / persawahan yang telah di keringkan. cocok pada jenis tanah geluh berpasir. Keasaman tanah PH 6-6,7.

3. PEDOMAN TEHNIK BUDIDAYA
   - PEMBIBITAN
   - Penyiapan media semai
      Siapkan Natural GLIO : 1-2kemasan NATURAL GLIO dicampur dengan 25-50 pupuk kandang untuk lahan 1000m. Diamkan 1minggu di tempat teduh dengan selalu menjaga kelembapan & sessekali di aduk ( di balik)
Campurkan tanah halus (telah di ayak) 2 bagian atau 2 ember ( volum 10lt) , pupuk kandang halus sebanyak 1bagian atau 1 ember, TSP50gr yang di larutkan dalam 2tutup POC NASA dan NATURAL GLION yang sudah  di kembang biakkan dalam pupuk kandang 1-3kg.Masukkan mediasemai ke dalam polybek kecil 8x10 cm sampai terisi 90%
    - Tehnik Perkecambahan Benih
       Benih di masukan kedalam kain lalu di ikat, kemudian direndam dalam ramuan : 1lt air hangat suhu    20-25C +1sendok POC NASA ( direndam 8-12jam ). Benih dalam ikatan  dibungkus koran lalu di perm 1-2hari. Jika ada yang berkecambah diambil lalu di semaikan dan jika kering tambah air & di tambah air dan dibungkus kain lalun di masukan koran lagi.
    - Semai Benih Dan Pemeliharaan Bibit  
      Media semai di siram air bersih secukupnya, Benih terpilih yang calon akarnya sudah sepanjang 2-3mm, langsung di semai dalam polybek sedalam 1-1,5cm.
     Kantong persediaan di letakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh. Di beri perlindungan plastik transparan, salah satu ujung dan pangkalnya terbuka.
     Semprotlan POC NASA untuk memacu perlembangan bibit, dilakukan rutin setiap 3-4 hari sekali, Peny  iraman 1- 2 kali sahari . pada umur 12-14 hari bibit siap di tanam.

   - Pengolahan Media Tanam
   - Pembukaan lahan
      Pembajakan sedalam 30cm , di haluskan & di ratakan. Besihkan lahan dari sisa-sisa perakaran dan batu.
   - Pembentukan Bedengan
     lebar bedengan 6-8m, tinggi bedengan minimum 20cm.
  - Pengaputan
     Penggunaan kapur /100m2 pada PH tanah 4-5 di perlukan 150-200kg dolomit, PH 5-6 di butuhkan 75-   150kg dolomit dan PH > 6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50kg.
  - Pemupukan Dasar
  1. Pupuk kandang 600kg/ha, diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam.
  2. Pupuk an organik berupa TSP ( 200kg/ha) , ZA ( 140kg/ha) dan KCL ( 130 kg/ha) 
  3. Siramkan POC NASA yang talah di campur air secukupnya di atas bedengan denga dosis 1-2botol/1000m2. Hasil akan lebih bagus jika POC NASA di gantikan SUPER NASA  dosis 1-2botol/1000m2 dengan cara :
  •   Alternatif 1: Satu botol SUPER NASA di encerkan dalam 3lt air di jadikan larutan induk.   kemudian stiap 50lt air di beri 200cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • Alternatif 2 : Setiap 1 gembor volume 10lt air di beri 1peres sendok makan SUPER NASA unt menyiram sekitar 10 m bedengan.
    - Lain- lain
        Bedengan perlu di siangi , disiram, dan dikasih plastik mulsa dengan lebar 110-150cm agar menghambat penguapan air dan tumbuhnya tanaman liar. Di atas mulsa di lapisi jerami kering setebal 2-3cm untuk perambatan dan peletakan buah.

    - Tehnik Penanaman 
      - Pembuatan lubang tanaman
         Di lakukan seminggu sebelum penanaman dengan kedalaman 8-10cm. Berjarak 20-30cm dari tepi     bedengan dengan jarak antara lubang sekitar 90-100cm.
     - Waktu Penanaman
         Penanaman sebaiknya pagi atau sore hari kemudian bibit disiram hingga cukup basah.

   - Pemeliharan tanaman
       - Penyulaman
           Sebaiknya dilakukan 3-5hari setelah tanam.
       - Penyiangan
           Tanaman semangka cukup mampunyai 2 buah saja. Dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak. Di pelihara 2-3 cabang tanpa memotong rantimg sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder di pangkas dan disisakan dua helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah di potong karena mengganggu pertumbuhan buah.
      - Perempelan
           Di lakukan perempelan tunas-tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan pohon atau buah semangka yang sedang berkembang.
     - Pengairan dan Penyiraman
           Pengairan melalui saluran di antara bedengan atau di gembor bedengan atau di gembor dengan interval 4-6hari. Volume pengairan tidak boleh berlebihan.
       - Pemupukan




       - Waktu Penyemprotan HORMONIK

             Semprotkan HORMONIK sejenis ZPT/ hormon alami. Dosis hormonok : 1-2 cc / lt air atau 1 -2    ttp Hormonik + 3-4 tutup Poc Nasa / tangki . Penyemprotan pada umut 21-70 hari , interfal 7 hari sekali.
       - Pemeliharaan Lain
            Pilih buah yang cukup besar, terletak antara 1,0 - 1,5 m dari perakaran tanaman, bentuk baik dan tidak cacat. Setiap tanaman di perlukan calonbuah 1-2 buah , sisanya di pangkas. Semenjak calon buah sekitar 2kg sering di balik, guna menghindari warna yang kurang baik akibat ketidak merataan terkena sinar matahari.
    - HAMA DAN PENYAKIT
        - HAMA
  1. Thrips  ~ Berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman,mempunyai sungut badan beruas-ruas. Cara penularan secara mengembara di malam hari. Menetap dan berkembang biak. Pengendalian semprot Natural BVR atau PESTONA
  2. Ulat Perusak Daun ~ Berwarna hijau dengan garis hitam / berwarna hijau bergaris kuning. gejala ; daun di makan sampain tinggal lapisan lilinnya dan terlihat dari dari jauh seperti berlubang. Pengendalian : dilakukan penyemprotan menggunakan Natural BVR atau PESTONA
  3. Tungau ~ Binatang kecil berwarna merah agak kekuningan / kehijauan berukuran kecil menghisap cairan tanaman. Tandanya, nampak jaring-jaring sarang binatang ini di bawah permukaan daun, warna  dedaunan nampak pucat, Pengendalian ; Semprot Natural BVR atau PESTONA
  4. Ulat tanah ~ Berwarna berbintik-bintik / bergaris-garis, panjang tubuh 2-5 cm. aktif merusak dan dan bergerak malam hari.Menyerng daun , terutama tunas-tunas muda, ulat dewasa memangsa pangkal tanaman. Pengendalian : (1) Penanaman secara serempak pada daerh yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang penyakit disekitarnya. (2) Pengandalian dengan penyemprotan Naturl VITURA / VIREXI atau PESTONA
  5. Lalat buah ~ Ciri-ciri mempunyai sayap yang trnsparan berwarna kuning dengan bercak-bercak dan mempunyai belalai. Tanda-tanda seranga : Terdapat bekas luka pada kulit buah ( seperti tusukan belalai ) , daging buah beraroma sedikit masam dan terlihat memar. Pengendalian: Membersihkan lingkungan, tanh bekas hama di balikkan dengan di bajak / di cangkul, pemasangan perangkat lalat buah dan semprot dengan PESTONA.
       - PENYAKIT
  1. Lalat vusarium ~ Penyebab : lingkungan / situasi yang memungkinkan tumbuh jamur ( hawa yang terlalu lembap ). Gejala : timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur. Pengendalian : (1) denga pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru yang belum di tanami, (2) Pemberian Natural GLIO sebelum atau pada saat tanam.
  2. Bercak Daun ~ Penyebab : Spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang. Gejala : Permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat akirnya mengering dan mati. atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu-abu / ungu. Pengemdalian : seperti pada penyakit layu fusarium.
  3. Antraknosa ~ Penyebab : seperti penyakit fusarium. Gejala : daun terlihat bercak-bercak coklat yang akirnya berwarna kemerahan dan akirnya berubah warna kemerhan dan akirnya daun mati. Bila menyerang buah, tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelanaan semakin meluas. Pengendalian sama seperti peyakit layu fusarium.
  4. Busuk Semai ~ Menyerang pada benih yang sedang di semaikan Gejala : bataang bibit berwarna coklat, mermbat dan merebah dan kemudian mati. Pengendalian: pemberian Natural GLIO sebelum penyemaiam di media semai.
  5. Busuk Buah ~ Penyebab : Jamur / bakreri patogen yang menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah mulai di petik. Penendalian : hindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan, pemetikan buah di lakukan pada waktu siang hari tidak berawan / hujan.
  6. Karat Daun ~ Penyebab : virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada tanaman. Gejala : daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang. pengendalian : sama seperti penyakit layu fusarium.

      PANEN
  •  Ciri dan umur panen ~ Umur panen setelah penanaman. ciri-ciri : terjadi perubahan warna buah dan batang buah mulai mengecil maka buah tersebut siap di panen.
  • Cara panen : Pemetikan buah sebaiknya di lakukan pada saat cuaca cerah sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpanan ataupun di tangan para pengecer. Sebaiknya pemotongan buah semangka di lakukan beserta tangkainya.
Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 

Budianto / rindra 

Pin Bbm : D1C26578
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980

Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586

web:
http://www.agenpocnasa.com/
==============


       
Flag Counter