DISTRIBUTOR RESMI PT NATURAL NUSANTARA N-393316 MELAYANI PENDAFTARAN BARU DISTRIBUTOR DAN MELAYANI PEMBELIAN PRODUK NASA UNTUK SELURUH INDONESIA DAN LUAR NEGERI.HUBUNGI BBM KAMI D1FFBD9D /085232128980 /+ 62 855 7484 4543 / +85298598174

BUDIDAYA SEMANGKA (citrulus vulgaris)


1.PENDAHULUAN
     Tingkat dan kwalitas produksi semangka di Indonesia tergolong rendah. Hal ini di sebabkan oleh tanah yang keras, miskin unsur hara dan hormon. pemupukan yang tidak berimbang,seranga hama dan penyakit,pengaruh cuaca / iklim.serta tehnik budidaya petani.
PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara kwantitas dan kwasalit denan tetap memelihara kelestarian lingkungan ( aspek 3-k)

2. SARAT PERTUMBUHAN
   II.1 IKLIM
          curah hujan ideal 40-50 mm/bulan. seluruh areal pertanaman perlu sinar matahari sejak terbit hingga           tenggelam.              suhu optamal 25celiancius. Semangka cocok di tanam di dataran rendah hingga ketinggan 600m dpl.
   II.2 MEDIA  TANAM
         Kondisi tanah cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam dan tanah kebun / persawahan yang telah di keringkan. cocok pada jenis tanah geluh berpasir. Keasaman tanah PH 6-6,7.

3. PEDOMAN TEHNIK BUDIDAYA
   - PEMBIBITAN
   - Penyiapan media semai
      Siapkan Natural GLIO : 1-2kemasan NATURAL GLIO dicampur dengan 25-50 pupuk kandang untuk lahan 1000m. Diamkan 1minggu di tempat teduh dengan selalu menjaga kelembapan & sessekali di aduk ( di balik)
Campurkan tanah halus (telah di ayak) 2 bagian atau 2 ember ( volum 10lt) , pupuk kandang halus sebanyak 1bagian atau 1 ember, TSP50gr yang di larutkan dalam 2tutup POC NASA dan NATURAL GLION yang sudah  di kembang biakkan dalam pupuk kandang 1-3kg.Masukkan mediasemai ke dalam polybek kecil 8x10 cm sampai terisi 90%
    - Tehnik Perkecambahan Benih
       Benih di masukan kedalam kain lalu di ikat, kemudian direndam dalam ramuan : 1lt air hangat suhu    20-25C +1sendok POC NASA ( direndam 8-12jam ). Benih dalam ikatan  dibungkus koran lalu di perm 1-2hari. Jika ada yang berkecambah diambil lalu di semaikan dan jika kering tambah air & di tambah air dan dibungkus kain lalun di masukan koran lagi.
    - Semai Benih Dan Pemeliharaan Bibit  
      Media semai di siram air bersih secukupnya, Benih terpilih yang calon akarnya sudah sepanjang 2-3mm, langsung di semai dalam polybek sedalam 1-1,5cm.
     Kantong persediaan di letakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh. Di beri perlindungan plastik transparan, salah satu ujung dan pangkalnya terbuka.
     Semprotlan POC NASA untuk memacu perlembangan bibit, dilakukan rutin setiap 3-4 hari sekali, Peny  iraman 1- 2 kali sahari . pada umur 12-14 hari bibit siap di tanam.

   - Pengolahan Media Tanam
   - Pembukaan lahan
      Pembajakan sedalam 30cm , di haluskan & di ratakan. Besihkan lahan dari sisa-sisa perakaran dan batu.
   - Pembentukan Bedengan
     lebar bedengan 6-8m, tinggi bedengan minimum 20cm.
  - Pengaputan
     Penggunaan kapur /100m2 pada PH tanah 4-5 di perlukan 150-200kg dolomit, PH 5-6 di butuhkan 75-   150kg dolomit dan PH > 6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50kg.
  - Pemupukan Dasar
  1. Pupuk kandang 600kg/ha, diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam.
  2. Pupuk an organik berupa TSP ( 200kg/ha) , ZA ( 140kg/ha) dan KCL ( 130 kg/ha) 
  3. Siramkan POC NASA yang talah di campur air secukupnya di atas bedengan denga dosis 1-2botol/1000m2. Hasil akan lebih bagus jika POC NASA di gantikan SUPER NASA  dosis 1-2botol/1000m2 dengan cara :
  •   Alternatif 1: Satu botol SUPER NASA di encerkan dalam 3lt air di jadikan larutan induk.   kemudian stiap 50lt air di beri 200cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  • Alternatif 2 : Setiap 1 gembor volume 10lt air di beri 1peres sendok makan SUPER NASA unt menyiram sekitar 10 m bedengan.
    - Lain- lain
        Bedengan perlu di siangi , disiram, dan dikasih plastik mulsa dengan lebar 110-150cm agar menghambat penguapan air dan tumbuhnya tanaman liar. Di atas mulsa di lapisi jerami kering setebal 2-3cm untuk perambatan dan peletakan buah.

    - Tehnik Penanaman 
      - Pembuatan lubang tanaman
         Di lakukan seminggu sebelum penanaman dengan kedalaman 8-10cm. Berjarak 20-30cm dari tepi     bedengan dengan jarak antara lubang sekitar 90-100cm.
     - Waktu Penanaman
         Penanaman sebaiknya pagi atau sore hari kemudian bibit disiram hingga cukup basah.

   - Pemeliharan tanaman
       - Penyulaman
           Sebaiknya dilakukan 3-5hari setelah tanam.
       - Penyiangan
           Tanaman semangka cukup mampunyai 2 buah saja. Dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak. Di pelihara 2-3 cabang tanpa memotong rantimg sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder di pangkas dan disisakan dua helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah di potong karena mengganggu pertumbuhan buah.
      - Perempelan
           Di lakukan perempelan tunas-tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan pohon atau buah semangka yang sedang berkembang.
     - Pengairan dan Penyiraman
           Pengairan melalui saluran di antara bedengan atau di gembor bedengan atau di gembor dengan interval 4-6hari. Volume pengairan tidak boleh berlebihan.
       - Pemupukan




       - Waktu Penyemprotan HORMONIK

             Semprotkan HORMONIK sejenis ZPT/ hormon alami. Dosis hormonok : 1-2 cc / lt air atau 1 -2    ttp Hormonik + 3-4 tutup Poc Nasa / tangki . Penyemprotan pada umut 21-70 hari , interfal 7 hari sekali.
       - Pemeliharaan Lain
            Pilih buah yang cukup besar, terletak antara 1,0 - 1,5 m dari perakaran tanaman, bentuk baik dan tidak cacat. Setiap tanaman di perlukan calonbuah 1-2 buah , sisanya di pangkas. Semenjak calon buah sekitar 2kg sering di balik, guna menghindari warna yang kurang baik akibat ketidak merataan terkena sinar matahari.
    - HAMA DAN PENYAKIT
        - HAMA
  1. Thrips  ~ Berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman,mempunyai sungut badan beruas-ruas. Cara penularan secara mengembara di malam hari. Menetap dan berkembang biak. Pengendalian semprot Natural BVR atau PESTONA
  2. Ulat Perusak Daun ~ Berwarna hijau dengan garis hitam / berwarna hijau bergaris kuning. gejala ; daun di makan sampain tinggal lapisan lilinnya dan terlihat dari dari jauh seperti berlubang. Pengendalian : dilakukan penyemprotan menggunakan Natural BVR atau PESTONA
  3. Tungau ~ Binatang kecil berwarna merah agak kekuningan / kehijauan berukuran kecil menghisap cairan tanaman. Tandanya, nampak jaring-jaring sarang binatang ini di bawah permukaan daun, warna  dedaunan nampak pucat, Pengendalian ; Semprot Natural BVR atau PESTONA
  4. Ulat tanah ~ Berwarna berbintik-bintik / bergaris-garis, panjang tubuh 2-5 cm. aktif merusak dan dan bergerak malam hari.Menyerng daun , terutama tunas-tunas muda, ulat dewasa memangsa pangkal tanaman. Pengendalian : (1) Penanaman secara serempak pada daerh yang berdekatan untuk memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang penyakit disekitarnya. (2) Pengandalian dengan penyemprotan Naturl VITURA / VIREXI atau PESTONA
  5. Lalat buah ~ Ciri-ciri mempunyai sayap yang trnsparan berwarna kuning dengan bercak-bercak dan mempunyai belalai. Tanda-tanda seranga : Terdapat bekas luka pada kulit buah ( seperti tusukan belalai ) , daging buah beraroma sedikit masam dan terlihat memar. Pengendalian: Membersihkan lingkungan, tanh bekas hama di balikkan dengan di bajak / di cangkul, pemasangan perangkat lalat buah dan semprot dengan PESTONA.
       - PENYAKIT
  1. Lalat vusarium ~ Penyebab : lingkungan / situasi yang memungkinkan tumbuh jamur ( hawa yang terlalu lembap ). Gejala : timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur. Pengendalian : (1) denga pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru yang belum di tanami, (2) Pemberian Natural GLIO sebelum atau pada saat tanam.
  2. Bercak Daun ~ Penyebab : Spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang. Gejala : Permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat akirnya mengering dan mati. atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu-abu / ungu. Pengemdalian : seperti pada penyakit layu fusarium.
  3. Antraknosa ~ Penyebab : seperti penyakit fusarium. Gejala : daun terlihat bercak-bercak coklat yang akirnya berwarna kemerahan dan akirnya berubah warna kemerhan dan akirnya daun mati. Bila menyerang buah, tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelanaan semakin meluas. Pengendalian sama seperti peyakit layu fusarium.
  4. Busuk Semai ~ Menyerang pada benih yang sedang di semaikan Gejala : bataang bibit berwarna coklat, mermbat dan merebah dan kemudian mati. Pengendalian: pemberian Natural GLIO sebelum penyemaiam di media semai.
  5. Busuk Buah ~ Penyebab : Jamur / bakreri patogen yang menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah mulai di petik. Penendalian : hindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan, pemetikan buah di lakukan pada waktu siang hari tidak berawan / hujan.
  6. Karat Daun ~ Penyebab : virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada tanaman. Gejala : daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk, tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang. pengendalian : sama seperti penyakit layu fusarium.

      PANEN
  •  Ciri dan umur panen ~ Umur panen setelah penanaman. ciri-ciri : terjadi perubahan warna buah dan batang buah mulai mengecil maka buah tersebut siap di panen.
  • Cara panen : Pemetikan buah sebaiknya di lakukan pada saat cuaca cerah sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpanan ataupun di tangan para pengecer. Sebaiknya pemotongan buah semangka di lakukan beserta tangkainya.
Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 

Budianto / rindra 

Pin Bbm : D1C26578
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980

Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586

web:
http://www.agenpocnasa.com/
==============


       

0 comments:

Post a Comment

Flag Counter