DISTRIBUTOR RESMI PT NATURAL NUSANTARA N-393316 MELAYANI PENDAFTARAN BARU DISTRIBUTOR DAN MELAYANI PEMBELIAN PRODUK NASA UNTUK SELURUH INDONESIA DAN LUAR NEGERI.HUBUNGI BBM KAMI D1FFBD9D /085232128980 /+ 62 855 7484 4543 / +85298598174

Budidaya Bawang Merah Organik PT.Nasa

Budidaya Bawang Merah (alium cepa) di dadapkan pada kendala serangan hamadan penyakit,kekurangan unsut mikro dll. Yang menyebabkan produksi menurun PT.NARUTAL NUSANTARA berupaya meningkatkan produksi bawang merah secara kwantitas, kwalitas, dan kelestsrisn (3-K) sehingga petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas.

 Bawang Merah
Bawang-Merah
1. Syarat tumbuh
    Bawang merah dapat tumbuh pada tanah sawah atau tegalan, tekstur sedang sampai liat. Jenis             tanah Alluvial, Glei humus atau latosol.Ph 5,6 - 6,5 Ketinggian 0 - 400mdpl,kelembapan 50 -70%      suhu 25-30C.

2. Pengolahan Tanah
  •  Sebarkan pupuk kandang dosis 0,5 - 1 ton / 1000m
  •  Di luku lalu di garu ( biarkan sekitar 1minggu )
  •  Di buat bedengan dengan lebar 120 -180 cm.
  •  Di antara bedengan pertanaman di buat saluran air (canal ) dengan lebar 40 -50 cm dengan        kedalaman 50 cm.
  •  Apabila PH tanah kurang dari 5,6 di beri Dolomit dengan dosis 1,5 ton / ha di sebarkan di atas  bedengan dan di aduk rata dengan tranah lalu biarkan 2minggu.
  •  Untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan GLIO 100gr (1 bungkus glio ) di campur      25 -50 kg pupuk kandang matang diamkan 1 minggu lalu taburkan di atas bedengan.
3. Pupuk Dasar
  •  Berikan pupuk : 2 -4 kg urea + 7 -15 kg ZA + 15 -25kg SP-36 merata di atas bedengan, aduk    rata dengan tanah.
  •  Jika di pakai pupuk majemuk NPK (15-15-15) dosis 20kg/ 1000m persegi. di campur dengan    tanah di bedengan.
  •  Siram dengan SUPER NASA yang telah di campur air, merata di atas bedengan, dengan dosis  1botol / 1000m persegi dengan cara : alternatif 1 : 1 botol supernasa di encerkan dalam 3 lt air ( jadi larutan induk ) Kemudian  setiap 50 lt air di beri 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan. alternatif 2 : seriap 1 gembor (10 lt) beri 1 sendok peres makan Suoer Nasa untuk menyiram  5 -10 m bedengan
  • Biarkan 5-7 hari.
4. Pemilihan Bibit
    Ukuran umum bibit 3-4gr / umbi. telah di simpan 2-3 bulan, umbi masih dalam ikatan ( umbi               masih ada daunnya), bentuk umbi kompak ( tidak keropos ), kulit umbi tidak luka (tidak terkelupas     dan berkilau)


1 Jarak Tanam
>> Pada musim kemarau 15 x15cm varietas llocos, tadayung, atau bangkok
>> pada musim hujan 20 x 15cm , varietas teron

2. Cara Tanam
  •  Umbu bibit di rendam dulu dengan larutan NASA + air ( dosis 1ttp ? liter )
  •  Taburkan GLIO pada umbi-umbian yang talah di rendam nasa.
  •  simpan 2 hari sebelum tanam.
  •  pada saat tanan seluruh bagian umbi bibit yang talah siap tanam di benamkan kedalam              permukaan tanah.
  •  Untuk tiap lubang di tanam 1 umbi bibit

1. Pengmatan Hama
  • Waspada Hama Ulat Bawang ( spodopera exigea ), telur di letakkan pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok, maksimal 80butir. Telur di lapisi binang -benang seperti kapas. Kelompok telur yang di temulkan pada rumpunan tanaman hendaknya di ambil dan di musnakan . Pada tanaman bawang lebih sering terserang ulat grayak jenis Spodopera exigua dengan ciri terdapat garis hitam diperut / kalung hitam di leher, kendalikan dengan Virex.
  • Ulat tanah, Berwarna coklat hitam. bagian pucuk / titik tumbuh dan tangkai rebah karena di potong tangkainya. Kumpulkan ulat pada senja / malam hari. jaga kebersihan dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan yang jadi sarangnya. Semprot dengan Pestona.
  • Layu fusarium. Daun bawang menguning, tanaman layu dengan cepat ( jawa : ngoler ). Tanaman yang terserang di cabut lalu di buang atau di bakar di tempat yang jauh. Prefentif kendalikan dengan Glio.
2. Penyiangan Dan Pembumbunan
  • Penyiangan pertama di lakukan pada umur 7 - 10 HST dan di lakukan secara mekanik untuk membuang gulma atau tumbuhan liar yang kemungkinan di jadikan inang hama ulat bawang.
  • Pada saat penyiangan di lakukan pengambilan telur ulat bawang. Tanah di sekitar tanaman di dangirdan di tutup tanah. bedengan yang rusak di rapikan kembali dengan cara mmperkuat tepi-tepi selokan dengan lumpur dari dasar saluran (melem)
3. Pemupukan Susulan
  • Dosis pemupukan tergantung pada jenis dan kondisi tanah setempat. Jika kelebihan Urea / ZA dapat mengakibatkan leher umbi tebal dan umbinya kecil-kecil. 
  • Pemupukan makro 2 kali ( dosis per 1000 m persegi )                                                                    - 2 minggu : (5 -9 kg urea) + (10 - 20 kg ZA) + (10 - 14 kg KCL)                                                - 4 minggu : ( 3- 7 kg urea) + ( 7 -10 kg ZA) + 12 -17  kg KCL).
  • Campur merata ketiga jenis pupuk, taburkan di sekitar rumpun atau garitan tanaman dan jangan sampai terkena tanaman supaya daun tidak terbakar.
  • Jika pakai pupuk majemuk NPK (15-15-15) dosis kurang lebih 20kg/ 1000 meter persegi di berukan pada umur 2 minggu.
4. Pengairan
  • Penyiraman dua kali , pagi dan sore hari. penyiangan pagi usahakan sepagi mungkin di saat daun bawang masih dalam keadaan basah untuk mengurangi serangan penyakit. Penyiraman sore hari di hentikan jika persentase tanaman tumbuh mencapai lebih 90 %.
  • Air salinitas tinggi kurang baik bagi pertumbuhan bawang.
  • Tinggi permukaan air pada saluran ( canal ) di pertahankan setinggi 20cm dari permukaan bedengan pertanaman.

1.  Pengmatan Hama Dan Penyakit.
  • Hama Ulat Bawang, S. exigua ( lihat di atas )
  • Trips,                                                                                                                                       mulai menyerang pada umur 30 hst karena kelembapan di sekitar tanaman relatif tinggi dengan suhu rata-rata di atas normal. Daun bawang yang terserang daunnya putih mengkilat. seperti perak. Serangan berat terjadi pada suhu udara di atas normal dengan kelembapan di atas 70%. Jika di temukan serangan, penyiraman di lakukan di siang hari, amati predator kumbang macan. Kendalikan dengan BVR atau PESTONA.
  • Penyakit Bercak Ungu Atau Trotol,                                                                                              di sebabkan oleh jamur Alternatia porii melalui umbi atau percikan air dari tanah. Terdapat bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih - kelabu di daun. tepi daun kuning dan mengering ujung-ujungnya. Serangan umbi sehabis panen mengakibatkan umbi busuk kecoklatan. Jika hujan rintik - rintik segera lakukan penyiraman. Prefentif taburkan GLIO.
  • Penyakit Antraknose Atau Otomatis                                                                                 penyebab jamur Coletotrikum gloesporides. Terbentuk bercak putih pada daun dan lekukan, menyebabkan patahnya daun secara serentak (otomatis). Tanaman yang sudah terserang di cabut dan di musnahkan, Prefentif taburkan GLIO.
  • Penyakit oleh firus.                                                                                                               Pertumbuhan kerdil , daun menguning, melengkung ke segala arah, terkulai serta anaknya sedikit. Pergunakan bibit bebas virus dan pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan
  • Busuk umbi oleh bakteri                                                                                                                 Umbi jadi busik dan berbau. Biasa menyerang setelah di panen. Usahakan tempat yang kering.
  • Busuk umbi Atau Leher Batang Oleh Jamur                                                                                   Bagian yang terserang jadi lunak, melekuk dan berwarna kelabu. Jaga tanah agar tidak terlalu becek (atur drainase). Prefentif taburkan Glio. 
          Untuk mencegah hama dan penyakit usahakan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman lain             (bukan golongan bawang-bawangan). Pestisida kimia sebagai alternatif terakir untuk                          mengatasi serangan hama dan penyakut.

2. Pengolahan Tanaman.
  • Penyiangan ke dua pada umur 30 -35 hst. di dangir, di bumbun, dan bedengan yang rusak di perbaiki.                                                                                                                             Semprotkan POC NASA dengan dosis 4 - 5 ttp / tangki setiap 7 -10 hari sekli. Mulai 7 hari setelah tanam sampai umur 50-55 hari. Mulai hari ke 35 penyemprotan di tambah HORMONIK dengan dosis 1-2 ttp/ tangki. ( campur dengan NASA).
  • Pengairan, penyiraman 1 x per hari pada pagi hari, jika ada serangan trips dan hujan rintik-rintik penyiraman di lakukan siang hari.

     Pengamatan HPT sama seperti fase Vegetatif. Perlu di perhatikan pengairannya. Butuh air cukup        dimusim kemarau. perlu di lakukan penyiraman sehari dua kali yaitu pagi dan sore hari.


     Fase ini tidak begitu banyak air. Penyiraman hanya di lakukan sehari sekali yaitu sore hari.


     1.Panen
  • 60-90% daun telah rebah, dataran rendah panen pada umur 55-70 hari, dataran tinggi umur 70-90 hari.Panen dilakukan pada pagi hari yang cerah dan tanah tidak becek.
  • Pemanenan dengan pencabutan batang dan daun-daunnya. Selanjutnya 5-10 rumpun di ikat menjadi satu ikatan ( dipocong).
     2. Paska Panen
  • Penjemuran dengan alas anyaman bambu (gedek).
  • Penjemuran pertama selama 5-7 hari dengan bagian daun menghadap ke atas, tujuannya mengeringkan daun. Penjemuran kedua selama 2-3 hari dengan umbi mengarah ke atas, tujuannya untuk mengeringkan bagian umbi dari sisa kotoran atau kulit terkelupas dan tanah yang terbawa dari lapangan. Kadar air 80-85% baru di simpan di gudang.
  • Penyimpanan, Ikatan bawang merah di gantungkan pada rak-rak bambu. Aerasi diatur dengan baik, suhu gudang 26-29C kelembapan 70-80% sanitasi gudang
Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 

Budianto / rindra 

Pin Bbm : D1FFBD9D
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980

Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586

web:
http://www.agenpocnasa.com/




0 comments:

Post a Comment

Flag Counter