DISTRIBUTOR RESMI PT NATURAL NUSANTARA N-393316 MELAYANI PENDAFTARAN BARU DISTRIBUTOR DAN MELAYANI PEMBELIAN PRODUK NASA UNTUK SELURUH INDONESIA DAN LUAR NEGERI.HUBUNGI BBM KAMI D1FFBD9D /085232128980 /+ 62 855 7484 4543 / +85298598174

Sukses Budidaya Kelapa ( Cococs nutifera )

PENDAHULUAN 

      Menurut penelitian minat petani untuk membudidayakan komoditi kelapa sebenarnya merugikan secara nasional, karena tanaman kelapa mempunyai kesesuaian sarat tumbuh hampir di seluruh wilayah Indonesia.
     PT. Natural Nusantara berupaya memberikan pedoman tehnis budidaya kelapa dengan aspek K-3 yaitu kwantitas, kualitas, dan kelestarian lingkungan, sehingga mampu meningkatkan taraf penghasilan petani.

SYARAT PERTUMBUHAN
      Tanaman yang ideal untuk penanaman kelapa adalah tanah berpasir,berabu gunung, dan tanah berliat. Dengan Ph tanah 5,2 hingga 8 dan mempunyai struktur remah sehingga perakaran dapat berkembang dengan baik.
     Sinar matahari banyak minimal 120 jam perbulan, jika kurang dari itu produksi buah akan rendah. Suhu yang paling cocok adalah 27C dengan varitas rata-rata 5-7 C. suhu kurang dari 20C tanaman kurang produktif. Curah hujan yang baik 1300-2300 mm/th. kekeringan panjang mengakibatkan produksi kurang dari 50%, sedangkan kelembapan tinggi menyebabkan serangan penyakit jamur. angin yang terlalu kencang terkadang merugikan tanaman yang terlalu tinggi terutama varitas dalam.

PENGELOLAHAN LAHAN
      Pengelolahan tanah yang di perlukan adalah pembuatan lobang tanah dengan ukuran 0,9m x 0,9mx0,9m dengan penambahan pupuk kandang dan humus. jarak tanam yang baik untuk jenis dalam yaitu 9 x 10m dan jenis genjah 6 x 6m.

PEMBIBITAN
     Pilih buah yang bagus dan tua, rendam dengan larutan air + POC NASA dengan posisi 1-2ttp/ 10lt air selama 2 minggu, kemudian semaikan bibit di bedengan dan kedalaman sama dengan buah kelapa, timbun buah kelapa dengan letak horizontal dengan tebal timbunan 2/3 buah. Jarak antara bibit 25cm-25cm dan bibit akan berkecambah di anggap mati / bibit jelek. Rawat bibit di bedengan hingga umur 30 minggu atau berdaun 3 lembar. Lakukan penyiraman bila tanah kurang air.
    Bibit di pelihara dengan pemberian pupuk POC NASA hingga umur bibit kurang lebih 9 bulan dengan dosis 1-2cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali. Jangan mengabaikan tindakan pencegahan perlindungan tanaman dari gangguan ternak atau dengan memasang pagar kayu.
    Lakukan pemupukan sesuai dengan rekomendasi setempat atau dengan mengacu pada tabel pemupukan berikut.
Umur Bibit
( Bulan)
Kebutuhan Pupuk ( gr/tanaman )
N
(Urea/ZA)
P
(TSP)
K
(KCL/MOP)
Mg
(Kies)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
5/10
5/10
5/10
10/15
10/15
10/15
15/20
15/20
15/20
10
-
10
-
10
-
10
-
10
10
10
10
15
15
15
20
20
20
5
5
5
10
10
10
15
15
15
  Pospat di berikan 2 minggu sebelum pupuk lain dan di campur rata dengan tanah.

Catatan :
Akan lebih baik bila pembibitan di selingi/ di tambah SUPERNASA 1-2 kali selang waktu 3-4 bulan sekali dengan dosis 1 botol untuk 400 bibit. 1 botol SUPERNASA di encerkan dalam 4lt ( 4000ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air di beri 10ml larutan induk tadi untuk menyiram setiap bibit.

PENANAMAN
Umur
Tanaman
Dosis Pupuk ( gr/produk)
Urea
TSP
RP
KCL
Kies
Borak
Saat tanam
1 bln setelah tanam
2 tahun
- apl I
 - apl II
3 tahun
 - apl I
  - apl II
4 tahun
 - apl I
  - apl II
5 tahun
 - apl I
  - apl II
-
100

200
200

350
350

500
500

500
500
-
100

200
200

350
350

500
500

500
500
-
100

200
200

350
350

500
500

500
500
-
100

200
200

350
350

500
500

500
500
-
100

200
200

350
350

500
500

500
500
-
100

200
200

350
350

500
500

500
500
Catatan :
Pemberian pupuk pertamanya sebaiknya pada awal musim hujan ( September-Oktober ) dan kedua di akir musim hujan ( Maret-April ) . Dosis tidak mutlak terkandung dosis tanah setempat.

   Siram SUPERNASA ( 0-4 tahun ) dan POWER NUTRITION ( di atas 4 th ) 1 botol untuk 50-100 pohon dengan dosis 0,5-1 sendok makan per 10lt air /pohon setiap 3-6 bulan sekali atau dengan di buat larutan induk sbb :
u  1 botol SUPERNASA / POWERNUTRITION di encerkan dengan 5 liter air (5000cc) di jdikann larutan induk. Kemudian setiap 10lt air di beri 50-100cc larutan induk di siramkan untuk 1 pohon.
u  Penyemprotan POC NASA 3-4 liter + HORMONIK 1ttp / tangkisetiap 1 bulan sekali selama masih bisa di jangkau oleh alat semprot.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
1. Golongan Coleoptera
         Hama golongan ini yang paling banyak menyerang adalah oryctes rhinoceros. Cara                     mengendalikan dengan membuat trap / jebakan berupa kotoran-kotoran yang di isi sampah dan sebagai pencegahan di kendalikan dengan pemberian Natural BVR atau jika sudah menjadi uret dengan PESTONA, atau dengan menggunakan musuh alaminya yaitu tikus, tupai, ayam , bebek dan burung hantu
2. Golongan Lepidoptera
         Spesies yang sering menyerang adalah Tiratapha rufivera memakan bunga kelapa, dan            acritocera negligens yang mengebor tangkai bunga yang belum membuka dan memakan isinya. Pengendalian dengan menggunakan PENTANA + AERO 810 ataupun Natural BVR sifatnya yang sering berpindah maka pengendaliannya harus secara merata unruk penceegahan.
3. Golongan Hemiptera
               Jenis yang menghisap cairan daun sehingga daun mati adalah jenis homoptera ( Gareng Pong = jawa). Jenis lain yang menghisap buah adalah  Heteroptera, sehingga buah menjadi rontok sebelum matang. Pencegahan dengan PENTANA+AERO 810 dan PESTONA secara bergantian.
4. Penyakit yang juga mungkin menyerang adalah :
               Busuk tunas / pucuk yang di sebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora dan penyakit lingkar merah pada daun yang di sebabkan oleh cacing / belut tanah Rhadinaphelencus cocophilus. kedua macam penyakit ini hanya dengan eradikasi atau pemusnahan tanaman yang terkena serangan.
     Catatan :
          Jika pengendalian hama dan penyakit menggunakan pestisida alami belum mengatasi, sebaiknya alternatif terkir bisa di gunakan pestisida kimia yang di anjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan perekat,perata danpembasah AERO 810 dosis setengh tutup pertangki.
PEMANENAN
                 Untuk kelapa jenis dalam, umur berbuah setelah8-10 tahun, dan umur bisa mencapai 60-100th dengan produksi yang di harapkan adalh kopra. Untuk kelapa jenis genjah berbuah setelah umur 3-4th, dan biasany mencapai umur 30-40th kurang bagus unt kopra karena daging buahnya yang lunak.
               Panen buh kelapa menurut kebutuhannya. Jika kelapa yang di inginkan dalam keadaan masih muda kira-kira umur buah 7-8 bulan dari bunganya. Jika ingin mengambil buah tua untuk santan atau kopra di panen saat umur 12-14bulan setelah bunga/ setelah sudah tidak terdengar air di dalam buahnya.
PASCA PANEN
              Pengolahan buah kelapa yang tua pada akir-akir ini lebih mengarah pada pemanfaatan minyak kelapa murni atau virgin coconut oil yang mampu meningkatkan nilai jual dari produk kelapa, atau masih dalam bentuk nira ( legen = jawa ) untuk keperluan industri gula kelapa, nata de coco, asam cuka, produk minuman dan substrat, serta alkohol yang juga mampu meningkatkan nilai jual produk kelapa.
         Kandungan sukrosa yang dominan di antara kandungan bahan kimia non air lainnymenjadikan nira sebagai sumber gula yang sangat potensi.
         Adalah bahan olahan nira kelapa yang berbentuk gel. tekstur kenyal seperti kolang kaling, yang prosesnya fermentasinya di bentuk oleh mikroorganisme Acetobecter xylium.
         Dikenal sebagai penegas rasa, warna dan juga sebagai bahan pengawet karen membatasi kebutuhan bacteri.
        Dapat di buat minuman segar non alc]kohol maupun alkohol dengan kadar rendah ( tuak ) ataupun dalam kadar tinggi ( arak )
         Yaitu bahan nutrien yang di pergunakan untuk menumbuhkan mikroba. Substrat ini sangat di perlukan bagi pekerjaan di leb biotehnologi.


Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 

Budianto / rindra 

Pin Bbm : D1C26578
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980

Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586

web:
http://www.agenpocnasa.com/
       

0 comments:

Post a Comment

Flag Counter