DISTRIBUTOR RESMI PT NATURAL NUSANTARA N-393316 MELAYANI PENDAFTARAN BARU DISTRIBUTOR DAN MELAYANI PEMBELIAN PRODUK NASA UNTUK SELURUH INDONESIA DAN LUAR NEGERI.HUBUNGI BBM KAMI D1FFBD9D /085232128980 /+ 62 855 7484 4543 / +85298598174

Tehnik budidaya Tanaman Mangga PT. NASA

PENDAHULUAN



Tanaman mangga tumbuh baik pada ketinggian 50 - 300 m dpl pada lapisan tanah tebal dan struktur tanah rendah dan berbukit-bukit.

Varietas yang bernilai jual tinggi antara lain Gadung 21 atau Arumanis 143. Varietas lainnya adalah Manalagi 69, Lalijiwo, Chokanan dan Golek 31.

Lubang tanam di buat 1-2 bulan sebelum tanam. dengan ukuran 1m x 1m x 1m dan jarak tanam 6m x 8m. Dua minggu sebelum pelaksanaan tanam, tanah galian di masukkan kembali ke dalam lubang tanam campur dengan papak kandang dengan perbandingan 1 : 1. Akan lebih optimal siram SUPERNASA ( 0,5 sdm / 5 lt air/pohon ).

Penanaman di awal musim hujan, sebelum bibit di tanam kantong plastik di lepas. Kedalamn tanah 15-20 cm di atas leher akar dan tanah di sekitar tanaman di tekan ke arah tanaman agar tidak roboh. Tanaman di beri naungan dengan posisi miring ke barat dan selatannya di kurangi sedikit demi sedikit.

>>  Pupuk Kandang (PK) di berikan 1 kali pada awal musim hujan. Caranya di benamkan di sekitar pohon selebar tajuk tanaman atau menggali lubang pada sisi tanaman. Mangga umur 1 - 5 tahun di beri 30 kg PK, umur 6 - 15 tahun di beri 60 kg PK. Akan lebih optimal jika di tambahkan SUPERNASA atau jika pupuk kandang sulit di dapat gunakan SUPERNASA dengan dosis :
- Alternatif 1 : 1/2 sendok makan / 5lt air, per tanaman.
- Alternatif 2 : 1 botol supernasa encerkan dalam 2lt air jadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 lt                             air di beri 20ml larutan induk tadi untuk manyiram per pohon.
>>  Pemberian SUPERNASA selanjutnya dapat di berikan setiap 3-4 bulan sekali.
Penyemprotan POC NASA (4-5TTP) + HORMONIK ( 1TTP) per tangki setiap 1-3 bulan sekali.
>>  Pupuk NPK 2 kali setahun di awal ( Nofember-Desember) dan akir musim hujan ( april-mei) dosis sebagai berikut :

Umur
( tahun)
PK
(KG)
Dosis Pupuk Makro ( kg/ pohon )
ZA
TSP
KCL
1 - 3
20 - 30
0,5 - 1
0,25 – 0,5
0,25 – 0,5
4 - 6
30 – 40
1 – 2
0,5 – 1
0,5 - 1
7 – 10
50 – 60
2 – 3
1 – 1,5
1 – 1,5
> 10
50 - 60
3 – 4
1,5 - 2
1,5 - 2


PEMANGKASAN
Pemangkasan bentuk (3 tahap) ;
  1. umur 1 tahun setelah tanam pada waktu musim hujan dengan memotong batang setinggi 50-60 cm dari permukaan tanah dan pemotongan di atas bidang sambungan. Dari bidang yang tumbuh di pelihara 3 cabang yang arahnya menyebar.
  2. pemangkasan di lakukan pada ketiga cabang yang tumbuh tersebut setelah berumur 2th. caranya menyisakan 1-2 ruas/pupus. Tunas yang tumbuh pada masing masing cabang di pelihara 3 tunas.Jika lebih di buang . Tahapan pemangkasan tersebut akan di peroleh pohon dengan rumus cabang 1-3-9.
  3. Umur 3th, cara sama seperti tahap yang ke 2, tetapi tunas yang tumbuh di pelihara semua untuk produksi.
Pemangkasan Produksi
Pemangkasan ini untuk memelihara tanaman dengan memotong cabang mati / kering, cabang yang tumbuh ke dalam dan kebawah serta cabang air yaitu cabang muda yang tidakakan menghasilkan buah. Pemangkasan produksi di lakukan segera setelah panen.

Di lakukan 2 kalidalam setahun pada awal dan akir musin hujan, dengan membalik tanah ( pembubunan) di sekitar kaca tanah agar patogen yang ada dalam tanah mati.

Pemberian mulsa di akir musim hujan, menggunakan jerami / sisa-sisa bekas pangkasan / tanaman sela.

Pengendalian gulma minimal di lakukan 3 kali setahun.

Untuk merangsang pembungaan di gunakan pupuk organik padat SUPERNASA dengan dosis 1-2 sendok/pohon di campur 10 lt air di siramsan secara merata di bawah kanopi setelah pupus ke dua (februwari-maret) dan di semprot POC NASA (3-5ttp/tangki) + HORMONIK (1ttp) per tangki.

Pengelolaan bunga dan buah di lakukan 4kali, pada saat bud break, bud elongation, mango size (kacang hijau) dan marbel size ( jagung ). Pupuk yang di gunakan :
1. Mono kalsium Phospat (mkp) di berikan sebelum muncul tunas baru / bud brek dan pada saat bud break atau bud elongation ( dosis 2,5 gr/ liter).
2. POC NASA di berikan pada saat bud break , bud elongation, (dosis 4-5 ttp/tangki ).
3. POC NASA ( 3-4 ttp ) + HORMONIK (1ttp) per tangki di berikan pada saat mango size dan marble size.

HAMA DAN PENYAKIT
  1. Tip Borer , Clumate transversa                                                                                                       Ulat ini menggerakkan pucuk yang masah muda ( flush) dan malai bunga dengan mengebor / menggerek tunas atau malai menuju ke bawah. Tunas daun atau malai bunga menjadi layu , kering akibatnya rusak dan transportasi unsur hara terhenti kemudian mati. Pengendalian : cabang tunas terinfeksi di potong lalu di bakar, pendangiran untuk mematikan pupa, penyemprotan dengan PESTONA.
  2. Thrips ( Scirtothrips dorsalis )                                                                                                Hama ini seting di sebut dengan trips bergaris merah karena pada sekmen perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga yang menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah. Tempat tusukan bisa sebagai sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila bunga di ketok-ketok dengan tangan dan di bawahnya di taruh alas dengan kertas putihakan terlihat banyak trips yang jatuh. Pengendalian : tunas muda yang terserang di potong lalu di bakar, tangkap dengan perangkap warna kuning, pemangkasan teratur, penyemprotan dengan BVR atau PESTONA.
  3. Ulat Phailotroctis sp                                                                                                                 Warna sedikit coklat ( beda dengan Clumetia sp , yang wananya hijau ) sering menggerek calon malai bunga. Telur Phyloctruktion sp. menetas dan dewasa menyerang tangkai bunga muda ( pentil ). Bunga muda gugur karena lapisan apsisi pada tangkai buah bernanah kehitaman . Aktif pada malam hari. Pengendalian menggunakan PESTONA.
  4. Seed Borer, Noorda albizonalis                                                                                                     Hama ini penggerak pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecahUlat ini langsung menggerek biji buah akibatnya buah busuk dan jatuh.Berbeda dengan Black borer yang manggerek buah pada bagian pangkal buah. Lubang gerekan bisa sebagai sumber penyakit. Pengendalian : pembungkusan buah, kumpulkan buah yang terserang dan bakar, semprot dengan PESTONA.
  5. Wereng mangga ( Idiocerus sp)                                                                                               Serangan terjadi saat malai bunga stadia bud elungation. Nimfa dan wereng dewasa menyerang secara bersama dengan menghisap cairan pada bunga, sehingga kering, penyeburan dan pembentukan buah terganggu kemudian mati. Serangan parah terjadi saat cuaca panas yang lembap. Hama ini dapat mengundang dan tumbuhnya penyakit embun jelaga ( Sooty mold ) dengan di keluarkan embun madu dari wereng yang dapat menyebabkan phytotoxic pada tunas, daun dan bunga. Pengendalian : pengasapan, penyemprotan BVR / PESTONA sebelum bunga mekar/ sore hari.
  6. Lalat buah ( Bractocera dorsalis)                                                                                             Buah yang terserang mula - mula terdapat titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah busuk serta terjadi perkembangan larva. Bersifat aggravator yaitu mamungkinkan serangan hama sekumder ( Drosophiila sp ) jamur dan bakteri Pengendalian: Pembungkusan buah, pemasangan perangkap lalat buah.
  7. Penyakit Antraknosa ( Cholletotrikhum sp)                                                                               Terjadi bintik-bintik hitam pada flush,daun, malai dan buah. Serangan menghebat saat lembap, banyak awan, hujan waktu masa berbunga dan waktu banyak awan dan waktu malam hari timbul embun yang banyak. Apabila bunga terserang maka seluruh panenan akan gagal karena bunga menjadi rontok. Pengendalian : pemangkasan , penanaman jangan terlalu rapat, bagian tanaman terserang di kumpulkan dan di bakar.
  8. Penyakit recife, Diplodia recifensis                                                                                     Penyakut ini di sebut juga Blendok, vektor penyakir ini adalah kumbang Xyleborus affinis. Kumbang ini membuat terowongan di batang / cabang kemudian dan cendawa diplodia masuk kedalam terowongan. Di luar tempat kumbang menggerek akan keluar  blendok ( getah ). Penyakit mangga lainnya seperti embun jelaga ( jamur meliola mengiferea) kudis/scab ( Elsinoe mangiferae ) bercak karat merah ( ganggang cephaleuros sp).
Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat di gunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan perekat perata AERO 810 dosis 5ml( setengah tutup) per tangki. Penyemprotan herbisida ( untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapar di campur dengan perekat perata AERO 810, dosis 0,5 tutup per tangki

Panen di lakukan sekitar umur 97 hari setelah bunga mekar, buah berbedak, dan pada jam 09.00-14.00 WIB dengan menyisakan tangkai buah sekitar 0,5-1cm.Kemudian di lakukan seleksi dan grading.

    Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 

Budianto / rindra 

Pin Bbm : D1FFBD9D
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980

Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586

web:
http://www.agenpocnasa.com/


0 comments:

Post a Comment

Flag Counter