DISTRIBUTOR RESMI PT NATURAL NUSANTARA N-393316 MELAYANI PENDAFTARAN BARU DISTRIBUTOR DAN MELAYANI PEMBELIAN PRODUK NASA UNTUK SELURUH INDONESIA DAN LUAR NEGERI.HUBUNGI BBM KAMI D1FFBD9D /085232128980 /+ 62 855 7484 4543 / +85298598174

Tehnik Mengatasi Hama Dan Penyakit Jagung

Semangat pagi...
Kesuksesan petani dalam berbudidaya tanaman apapun tak lepas dari tingkat serangan hama & penyakit yang menyerang pada tanaman, untuk itu harus lebih waspada dan extra hati-hati dalam mengatasinya.
========================================
Info dan pemesanan hubungi
Dion
Telf/Wa : +85298598174 / 085232128980
Bbm : D1C26578
================================
PT. Natural Nusantara memberikan solusi yaitu dengan produk PESTISIDA BIOLOGI yang ramah lingkungan tetapi tepat membunuh sasaran, produk pestisida hayati untuk Budidaya Jagung yang digunakan adalah:

============================================================

HAMA TANAMAN JAGUNG

Lalat Bibit (Atherigona Exigua Stein).
  • Gejala: warna daun menjadi kekuningan, bagian yang terserang mengalami pembusukan dan menjadi layu, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan mati.
  • Penyebab: lalat bibit (warna lalat abu-abu, warna punggung kuning kehijauan bergaris, warna perut coklat kekuningan, warna telur putih mutiara, dan panjang lalat 3 - 3,5 mm).
  • Pengendalian: Penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman.Tanaman yang terseranng segera dicabut dan musnahkan.Sanitasi kebun.Semprot dengan PESTONA.

Ulat Pemotong.
  • Gejala: tanaman terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah, ditandai dengan bekas gigitan pada batangnya, akibatnya tanaman yang masih muda roboh.
  • Penyebab: beberapa jenis ulat pemotong: Agrotis ipsilon; Spodoptera litura, penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis), dan penggerek buah jagung (Helicoverpa armogera).Pengendalian:Tanam serempak/pergiliran tanaman.Cari dan bunuh ulat-ulat tersebut (biasanya terdapat dalam tanah).Semprot dengan PESTONA.

PENYAKIT TANAMAN JAGUNG
Penyakit Bercak Daun (Leaf bligh).
  • Penyebab: cendawan Helminthosporium.
  • Gejala: Daun tampak bercak memanjang dan tteratur berwarna kuning dikelilingi warna coklat. Bercak berkembang meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun, semua bercak tampak basah, kemudian berubah warna menjadi coklat kekuning--kuningan, lalu berubah menjadi coklat tua. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat.
  • Pengendalian: Pergiliran tanaman. Mengatur kondisi lahan tidak lembab. Preventif diawal dengan Natural GLIO

Penyakit Karat (Rust).
  • Penyebab: Cendawan Puccinia sorghi Schw dan P.polypora Underderw.
  • Gejala: pada tanaman dewasa, daun tua terdapat titik-titik noda berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk berwarna kuning kecoklatan, serbuk cendawan ini berkembang dan memanjang.
  • Pengendalian: Mengatur kelembaban. Menanam varientas tahan terhadap penyakit. Sanitasi kebun Semprot dengan GLIO.

Penyakit Gosong Bengkak (Corn smut/boil smut)
  • Penyebab: Cendawan Ustilago maydis (DC) Cda, Ustilago zeae (Schw) Ung, Uredo zeae Schw, Uredo madis DC.
  • Gejala: masuknya cendawan ini ke dalam biji pada tongkol sehingga terjadi pembengkaan dan mengeluarkan kelenjar (gall), pembengkakan ini menyebabkan pembungkus rusak dan spora tersebar.
  • Pengendalian: Mengatur kelembaban. Memotong bagian tanaman yang terkena dan dibakar. Benih yang akan ditanam dicampur GLIO dan POC NASA

Penyakit Busuk Tongkol dan Busuk Biji.
  • Penyebab: Cendawan fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae (schw), Gibberella fujikuroi (Schw), Gibberella moniliforme.
  • Pengendalian: Menanam jagung varientas tahan, pergiliran tanam, mengatur jarak tanam, perlakukan benih. Aplikasikan Natural GLIO di awal tanam
Catatan: Jika pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia yang dianjurkan.. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan, tambahkan Perekat-Perata AERO-810 dengan dosis 0,5 tutup botol per-tangki semprot.
Demikianlah artikel tentang cara mengatasi Hama & Penyakit yang sering menyerang tanaman jagung. Semoga bermanfaat membantu semua petani meningkatkan hasil panen. Aamiin,,,
===============================================================
Untuk informasi lebih lengkap serta pemesanan Produk NASA, hubungi:
- Pin BBM: D1C26578
- WhatsApp: +852-98598174
- Email: Dion84pratama@gmail.com

Petani Merica Panen Melimpah

Info dan pemesanan hubungi BUDIANTO TELF +625 3212 8980 / WA:+852-98598174 BBM : 7B479BC5
Nama:
Bapak Rendy
Alamat : 
Desa sekendal,
Kecamatan : pagar bulan,
Kabupaten : Lahat
Sumatra selatan
Produk nasa yang di gunakan :
- Poc Nasa
- Hormonik
- Pestona

Petani merica ini mulanya sudah putus asa dengan hasil mericanya yang setiap tahun hasilnya menurun. Selain itu tanah ladangnya mulai mengeras. dan mati.

Menurut keterangan beliau sungguh tidak di sangka setelah menggunakan produk Nasa selama 2 bulan menghaslkan perubahan yang sangat drastis. tanahnya menjadi gembur, dan buahnya semakin membaik bahkan lebih banyak dari sebelumnya.

Info dan pemesanan hubungi
Budianto / Rendra
TELF +625 3212 8980 / WA:+852-98598174
BBM :D1C26578


Info dan pemesanan hubungi BUDIANTO TELF +625 3212 8980 / WA:+852-98598174 BBM : 7B479BC5

Info dan pemesanan hubungi BUDIANTO TELF +625 3212 8980 / WA:+852-98598174 BBM : 7B479BC5

Info dan pemesanan hubungi BUDIANTO TELF +625 3212 8980 / WA:+852-98598174 BBM : 7B479BC5

Wujudkan Indonesia Makmur Raya Go organik

Pembesaran Lele Menguntungkan Pakai Produk Nasa

Pembesaran Lele Menguntungkan Pakai Produk Nasa
Lele Pak Dasno
Pembesaran lele menguntungkan bila pakai Produk Nasa
Tanggal 23 Februari2016 Tebar Bibit Lele sebanyak 4.000 ekor dengan ukuran 5-6 cm
Tanggal 30 April  2015 (+ 65 hari)

Menghabiskan :
- Pakan Pelet 6 zak
- Viterna 500cc : 2 botol
- Tangguh Probiotik 1 ltr : 1 botol

Kondisi Ikan :
- Tingkat kematian 2%
- Hasil Bobot Panen 3,5 Kwintal

Keuntungan :
- Harga Bibit lele 4.000 Rp.420.000
- Harga Jual Lele Rp.13.000 per-Kg

Kesimpulan :
- Menggunakan Produk NASA panen lebih Cepat
- Pakan Lebih Hemat,
- Tingkat kematihan lebih kecil

Pemesanan Vitamin Ternak Ikan (Viterna, Poc Nasa, Hormonik & TON ) untuk meningkatkan keuntungan,Silahkan Hubungi WhatsApp / sms :+ 852-98598174 / 085232128980, atau Pin BBM: D1C26578


Pembesaran Lele Menguntungkan Pakai Produk Nasa

Unggas Cepat Besar Dengan Viterna

Rendam kacang kedelai 


Siapkan Gila merah, Tetes,Viterna, Tangguh prebiotik, 


Rebus gula merah


Rebus kacang sedelai, 



Peras ampasnya


Lakukan aproses penyamuran



Siap di berikan kepada ternak unggas kita


Berikan 1 cap beras untuk setiap 1 wadah minuman unggas





Dalam waktu 1 minggu raskan perubahan unggas anda.


Untuk info lebih lanjut hubungi 
Rendra/ Dion
telf/wa : +852-98598174
Bbm : 7B479BC5

Budidaya Udang Organik Tehnologi Nasa

PEMESANAN PRODUK NASA DION / RENDRA N-393316 Telf / wa : +852-98598174 / +62 852 32128980 BBM : 7B479BC5 ADD FB KAMI : https://www.facebook.com/Rendra.nasa.1984 www.agenpocnasa.com
A. PENDAHULUAN
Budidaya udang windu di Indonesia dimulai pada awal tahun 1980-an, dan mencapai puncak produksi pada tahun 1985-1995. Sehingga pada kurun waktu tersebut udang windu merupakan penghasil devisa terbesar pada produk perikanan. Selepas tahun 1995 produksi udang windu mulai mengalami penurunan. Hal itu disebabkan oleh penurunan mutu lingkungan dan serangan penyakit. Melihat kondisi tersebut, PT. NATURAL NUSANTARA merasa terpanggil untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan produk-produk yang berprinsip kepada Kualitas, Kuantitas dan Kelestarian (K-3).

B. TEKNIS BUDAYA

Budidaya udang windu meliputi beberapa faktor, yaitu :
1. Syarat Teknis

  • Lokasi yang cocok untuk tambak udang yaitu pada daerah pantai yang mempunyai tanah bertekstur liat atau liat berpasir yang mudah dipadatkan sehingga mampu menahan air dan tidak mudah pecah.
  • Air yang baik yaitu air payau dengan salinitas 0-33 ppt dengan suhu optimal 26 – 300C dan bebas dari pencemaran bahan kimia berbahaya.
  • Mempunyai saluran air masuk/inlet dan saluran air keluar/outlet yang terpisah.
  • Mudah mendapatkan sarana produksi yaitu benur, pakan, pupuk , obat-obatan dan lain-lain.
  • Pada tambak yang intensif harus tersedia aliran listrik dari PLN atau mempunyai Generator sendiri.

2. Tipe Budidaya.
Berdasarkan letak, biaya dan operasi pelaksanaannya, tipe budidaya dibedakan menjadi :

    PEMESANAN PRODUK NASA DION / RENDRA N-393316 Telf / wa : +852-98598174 / +62 852 32128980 BBM : 7B479BC5 ADD FB KAMI : https://www.facebook.com/Rendra.nasa.1984 www.agenpocnasa.com
  • Tambak Ekstensif atau tradisional.
  • Petakan tambak biasanya di lahan pasang surut yang umumnya berupa rawa bakau. Ukuran dan bentuk petakan tidak teratur, belum meggunakan pupuk dan obat-obatan dan program pakan tidak teratur.
  • Tambak Semi Intensif.
  • Lokasi tambak sudah pada daerah terbuka, bentuk petakan teratur tetapi masih berupa petakan yang luas (1-3 ha/petakan), padat penebaran masih rendah, penggunaan pakan buatan masih sedikit.
  • Tambak Intensif.
  • Lokasi di daerah yang khusus untuk tambak dalam wilayah yang luas, ukuran petakan dibuat kecil untuk efisiensi pengelolaan air dan pengawasan udang, padat tebar tinggi, sudah menggunakan kincir, serta program pakan yang baik.

3. Benur
Benur yang baik mempunyai tingkat kehidupan (Survival Rate/SR) yang tinggi, daya adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang tinggi, berwarna tegas/tidak pucat baik hitam maupun merah, aktif bergerak, sehat dan mempunyai alat tubuh yang lengkap. Uji kualitas benur dapat dilakukan secara sederhana, yaitu letakkan sejumlah benur dalam wadah panci atau baskom yang diberi air, aduk air dengan cukup kencang selama 1-3 menit. Benur yang baik dan sehat akan tahan terhadap adukan tersebut dengan berenang melawan arus putaran air, dan setelah arus berhenti, benur tetap aktif bergerak.
4. Pengolahan Lahan
Pengolahan lahan, meliputi :

  • Pengangkatan lumpur. Setiap budidaya pasti meninggalkan sisa budidaya ya
    ng berupa lumpur organik dari sisa pakan, kotoran udang dan dari udang yang mati. Kotoran tersebut harus dikeluarkan karena bersifat racun yang membahayakan udang. Pengeluaran lumpur dapat dilakukan dengan cara mekanis menggunakan cangkul atau penyedotan dengan pompa air/alkon.
  • Pembalikan Tanah. Tanah di dasar tambak perlu dibalik dengan cara dibajak atau dicangkul untuk membebaskan gas-gas beracun (H2S dan Amoniak) yang terikat pada pertikel tanah, untuk menggemburkan tanah dan membunuh bibit panyakit karena terkena sinar matahari/ultra violet.
  • Pengapuran. Bertujuan untuk menetralkan keasaman tanah dan membunuh bibit-bibit penyakit. Dilakukan dengan kapur Zeolit dan Dolomit dengan dosis masing-masing 1 ton/ha.
  • Pengeringan. Setelah tanah dikapur, biarkan hingga tanah menjadi kering dan pecah-pecah, untuk membunuh bibit penyakit.
  • Perlakuan pupuk TON (Tambak Organik Nusantara). Untuk mengembalikan kesuburan lahan serta mempercepat pertumbuhan pakan alami/plankton dan menetralkan senyawa beracun, lahan perlu diberi perlakuan TON dengan dosis 5 botol/ha untuk tambak yang masih baik atau masih baru dan 10 botol TON untuk areal tambak yang sudah rusak. Caranya masukkan sejumlah TON ke dalam air, kemudian aduk hingga larut. Siramkan secara merata ke seluruh areal lahan tambak.

5. Pemasukan Air
Setelah dibiarkan 3 hari, air dimasukkan ke tambak. Pemasukan air yang pertama setinggi 10-25 cm dan biarkan beberapa hari, untuk memberi kesempatan bibit-bibit plankton tumbuh setelah dipupuk dengan TON. Setelah itu air dimasukkan hingga minimal 80 cm. Perlakuan Saponen bisa dilakukan untuk membunuh ikan yang masuk ke tambak. Untuk menyuburkan plankton sebelum benur ditebar, air dikapur dengan Dolomit atau Zeolit dengan dosis 600 kg/ha.
6. Penebaran Benur.
Tebar benur dilakukan setelah air jadi, yaitu setelah plankton tumbuh yang ditandai dengan kecerahan air kurang lebih 30-40 cm. Penebaran benur dilakukan dengan hati-hati, karena benur masih lemah dan mudah stress pada lingkungan yang baru. Tahap penebaran benur adalah :

  • Adaptasi suhu. Plastik wadah benur direndam selama 15 30 menit, agar terjadi penyesuaian suhu antara air di kolam dan di dalam plastik.
  • Adaptasi udara. Plastik dibuka dan dilipat pada bagian ujung.Biarkan terbuka dan terapung selama 15 30 menit agar terjadi pertukaran udara dari udara bebas dengan udara dalam air di plastik.
  • Adaptasi kadar garam/salinitas. Dilakukan dengan cara memercikkan air tambak ke dalam plastik selama 10 menit. Tujuannya agar terjadi percampuran air yang berbeda salinitasnya, sehingga benur dapat menyesuaikan dengan salinitas air tambak.
  • Pengeluaran benur. Dilakukan dengan memasukkan sebagian ujung plastik ke air tambak. Biarkan benur keluar sendiri ke air tambak. Sisa benur yang tidak keluar sendiri, dapat dimasukkan ke tambak dengan hati-hati/perlahan.
7. Pemeliharaan.
PEMESANAN PRODUK NASA DION / RENDRA N-393316 Telf / wa : +852-98598174 / +62 852 32128980 BBM : 7B479BC5 ADD FB KAMI : https://www.facebook.com/Rendra.nasa.1984 www.agenpocnasa.com
Pada awal budidaya, sebaiknya di daerah penebaran benur disekat dengan waring atau hapa, untuk memudahkan pemberian pakan. Sekat tersebut dapat diperluas sesuai dengan perkembangan udang, setelah 1 minggu sekat dapat dibuka. Pada bulan pertama yang diperhatikan kualitas air harus selalu stabil. Penambahan atau pergantian air dilakukan dengan hati-hati karena udang masih rentan terhadap perubahan kondisi air yang drastis. Untuk menjaga kestabilan air, setiap penambahan air baru diberi perlakuan TON dengan dosis 1 – 2 botol TON/ha untuk menumbuhkan dan menyuburkan plankton serta menetralkan bahan-bahan beracun dari luar tambak.
Mulai umur 30 hari dilakukan sampling untuk mengetahui pekembanghan udang melalui pertambahan berat udang. Udang yang normal pada umur 30 hari sudah mencapai size (jumlah udang/kg) 250-300. Untuk selanjutnya sampling dilakukan tiap 7-10 hari sekali. Produksi bahan organik terlarut yang berasa dari kotoran dan sisa pakan sudah cukup tinggi, oleh karena itu sebaiknya air diberi perlakuan kapur Zeolit setiap beberapa hari sekali dengan dosis 400 kg/ha. Pada setiap pergantian atau penambahan air baru tetap diberi perlakuan TON.
Mulai umur 60 hari ke atas, yang harus diperhatikan adalah manajemen kualitas air dan kontrol terhadap kondisi udang. Setiap menunjukkkan kondisi air yang jelek (ditandai dengan warna keruh, kecerahan rendah) secepatnya dilakukan pergantian air dan perlakuan TON 1-2 botol/ha. Jika konsentrasi bahan organik dalam tambak yang semakin tinggi, menyebabkan kualitas air/lingkungan hidup udang juga semakin menurun, akibatnya udang mudah mengalami stres, yang ditandai dengan tidak mau makan, kotor dan diam di sudut-sudut tambak, yang dapat menyebabkan terjadinya kanibalisme.

8. Panen.
Udang dipanen disebabkan karena tercapainya bobot panen (panen normal) dan karena terserang penyakit (panen emergency). Panen normal biasanya dilakukan pada umur kurang lebih 120 hari, dengan size normal rata-rata 40 – 50. Sedang panen emergency dilakukan jika udang terserang penyakit yang ganas dalam skala luas (misalnya SEMBV/bintik putih). Karena jika tidak segera dipanen, udang akan habis/mati.
Udang yang dipanen dengan syarat mutu yang baik adalah yang berukuran besar, kulit keras, bersih, licin, bersinar, alat tubuh lengkap, masih hidup dan segar. Penangkapan udang pada saat panen dapat dilakukan dengan jala tebar atau jala tarik dan diambil dengan tangan. Saat panen yang baik yaitu malam atau dini hari, agar udang tidak terkena panas sinar matahari sehingga udang yang sudah mati tidak cepat menjadi merah/rusak.

C. Pakan Udang.
Pakan udang ada dua macam, yaitu pakan alami yang terdiri dari plankton, siput-siput kecil, cacing kecil, anak serangga dan detritus (sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk). Pakan yang lain adalah pakan buatan berupa pelet. Pada budidaya yang semi intensif apalagi intensif, pakan buatan sangat diperlukan. Karena dengan padat penebaran yang tinggi, pakan alami yang ada tidak akan cukup yang mengakibatkan pertumbuhan udang terhambat dan akan timbul sifat kanibalisme udang.
Pelet udang dibedakan dengan penomoran yang berbeda sesuai dengan pertumbuhan udang yang normal.
  1. Umur 1-10 hari pakan 01
  2. Umur 11-15 hari campuran 01 dengan 02
  3. Umur 16-30 hari pakan 02
  4. Umur 30-35 campuran 02 dengan 03
  5. Umur 36-50 hari pakan 03
  6. Umur 51-55 campuran 03 dengan 04 atau 04S. (jika memakai 04S, diberikan hingga umur 70 hari).
  7. Umur 55 hingga panen pakan 04, jika pada umur 85 hari size rata-rata mencapai 50, digunakan pakan 05 hingga panen.
Kebutuhan pakan awal untuk setiap 100.000 ekor adalah 1 kg, selanjutnya tiap 7 hari sekali ditambah 1 kg hingga umur 30 hari. Mulai umur tersebut dilakukan cek ancho dengan jumlah pakan di ancho 10% dari pakan yang diberikan. Waktu angkat ancho untuk size 1000-166 adalah 3 jam, size 166-66 adalah 2,5 jam, size 66-40 adalah 2,5 jam dan kurang dari 40 adalah 1,5 jam dari pemberian.
Untuk meningkatkan pertumbuhan udang, perlu penambahan nutrisi lengkap dalam pakan. Untuk itu, pakan harus dicampur dengan VITERNA Plus dan POC NASA yang mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin dengan dosis 5 cc/kg pakan untuk umur dibwah 60 hari dan setelah itu 10 cc/kg pakan hingga panen.

D. Penyakit.
Beberapa penyakit yang sering menyerang udang adalah :
  1. Bintik Putih. Penyakit inilah yang menjadi penyebab sebagian besar kegagalan budidaya udang. Disebabkan oleh infeksi virus SEMBV (Systemic Ectodermal Mesodermal Baculo Virus). Serangannya sangat cepat, dalam beberapa jam saja seluruh populasi udang dalam satu kolam dapat mati. Gejalanya : jika udang masih hidup, berenang tidak teratur di permukaan dan jika menabrak tanggul langsung mati, adanya bintik putih di cangkang (Carapace), sangat peka terhadap perubahan lingkungan. Virus dapat berkembang biak dan menyebar lewat inang, yaitu kepiting dan udang liar, terutama udang putih. Belum ada obat untuk penyakit ini, cara mengatasinya adalah dengan diusahakan agar tidak ada kepiting dan udang-udang liar masuk ke kolam budidaya. Kestabilan ekosistem tambak juga harus dijaga agar udang tidak stress dan daya tahan tinggi. Sehingga walaupun telah terinfeksi virus, udang tetap mampu hidup sampai cukup besar untuk dipanen. Untuk menjaga kestabilan ekosistem tambak tersebut tambak perlu dipupuk dengan TON.
  2. Bintik Hitam/Black Spot. Disebabkan oleh virus Monodon Baculo Virus (MBV). Tanda yang nampak yaitu terdapat bintik-bintik hitam di cangkang dan biasanya diikuti dengan infeksi bakteri, sehingga gejala lain yang tampak yaitu adanya kerusakan alat tubuh udang. Cara mencegah : dengan selalu menjaga kualitas air dan kebersihan dasar tambak.
  3. Kotoran Putih/mencret. Disebabkan oleh tingginya konsentrasi kotoran dan gas amoniak dalam tambak. Gejala : mudah dilihat, yaitu adanya kotoran putih di daerah pojok tambak (sesuai arah angin), juga diikuti dengan penurunan nafsu makan sehingga dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kematian. Cara mencegah : jaga kualitas air dan dilakukan pengeluaran kotoran dasar tambak/siphon secara rutin.
  4. Insang Merah. Ditandai dengan terbentuknya warna merah pada insang. Disebabkan tingginya keasaman air tambak, sehingga cara mengatasinya dengan penebaran kapur pada kolam budidaya. Pengolahan lahan juga harus ditingkatkan kualitasnya.Nekrosis. Disebabkan oleh tingginya konsentrasi bakteri dalam air tambak. Gejala yang nampak yaitu adanya kerusakan/luka yang berwarna hitam pada alat tubuh, terutama pada ekor. Cara mengatasinya adalah dengan penggantian air sebanyak-banyaknya ditambah perlakuan TON 1-2 botol/ha, sedangkan pada udang dirangsang untuk segera melakukan ganti kulit (Molting) dengan pemberian saponen atau dengan pengapuran.
Penyakit pada udang sebagian besar disebabkan oleh penurunan kualitas kolam budidaya. Oleh karena itu perlakuan TON sangat diperlukan baik pada saat pengolahan lahan maupun saat pemasukan air baru.

PEMESANAN PRODUK NASA
DION / RENDRA N-393316
Telf / wa : +852-98598174 / +62 852 32128980
BBM : 7B479BC5
ADD FB KAMI :
https://www.facebook.com/Rendra.nasa.1984
www.agenpocnasa.com


Budidaya Udang Vannamie Penisisn Nasa

PEMESANAN PRODUK NASA DION / RENDRA N-393316 Telf / wa : +852-98598174 / +62 852 32128980 BBM : 7B479BC5 ADD FB KAMI : https://www.facebook.com/Rendra.nasa.1984 www.agenpocnasa.com


Perubahan Setelah Menggunakan Produk Nasa Tambak Milik :
=============================================
Panen udang vaname milik Distributor nasa dari RIAU. 
Bpk:NAHRAWI
almt: dusun manaimang desa kalukku barat kec kalukku kab mamuju SULAWESI BARAT
============================================
Luas tanah : 1,8h
Di isi 120.000 ekor Dan
Menghasilkan 1220kg
Dengan Umur Panen70 hari gerondong per kilo berisi 70 ekor

Hasil Proses Pemanennanya sangat Memuaskan dengan peningkatan 25%
==========================================
Sebelum menakai produk nasa udang berumur 70 hari per kilo berisi 80-100 ekor
==========================================
Peningkatan pruduksi hingga 25%. Perubahan yang sangat bagus.......

PEMESANAN PRODUK NASA
DION / RENDRA N-393316
Telf / wa : +852-98598174 / +62 852 32128980
BBM : D1C26578
ADD FB KAMI :
https://www.facebook.com/Rendra.nasa.1984
www.agenpocnasa.com

PEMESANAN PRODUK NASA DION / RENDRA N-393316 Telf / wa : +852-98598174 / +62 852 32128980 BBM : 7B479BC5 ADD FB KAMI : https://www.facebook.com/Rendra.nasa.1984 www.agenpocnasa.com

PEMESANAN PRODUK NASA DION / RENDRA N-393316 Telf / wa : +852-98598174 / +62 852 32128980 BBM : 7B479BC5 ADD FB KAMI : https://www.facebook.com/Rendra.nasa.1984 www.agenpocnasa.com

PEMESANAN PRODUK NASA DION / RENDRA N-393316 Telf / wa : +852-98598174 / +62 852 32128980 BBM : 7B479BC5 ADD FB KAMI : https://www.facebook.com/Rendra.nasa.1984 www.agenpocnasa.com

PEMESANAN PRODUK NASA DION / RENDRA N-393316 Telf / wa : +852-98598174 / +62 852 32128980 BBM : 7B479BC5 ADD FB KAMI : https://www.facebook.com/Rendra.nasa.1984 www.agenpocnasa.com









Flag Counter