DISTRIBUTOR RESMI PT NATURAL NUSANTARA N-393316 MELAYANI PENDAFTARAN BARU DISTRIBUTOR DAN MELAYANI PEMBELIAN PRODUK NASA UNTUK SELURUH INDONESIA DAN LUAR NEGERI.HUBUNGI BBM KAMI D1FFBD9D /085232128980 /+ 62 855 7484 4543 / +85298598174

Budidaya Mentimun Pada Lahan Sawah Yang Baik Dan Benar

Budidaya Mentimun Pada Lahan Sawah Yang Baik Dan Benar
Mentimun
Budidaya Mentimun Pada Lahan Sawah Yang Baik Dan benar yaitu masih kurang di kuasai oleh para petani-petani Indonesia. Oleh karenanya produksi mentimun di Indonesia masih sangat rendah padahal potensinya masih bisa di tingkatkan.

Iklim dan media tanah sangat mempengaruhi hasil dari pembudidayaan dan panen.  

Mentimun sebenarnya mampu beradaptasi di berbagai iklim yang cukup tinggi. namun pertumbuhan mentimun akan optimal pada iklim yang kering, cukup mendapatkan sinar matahari dan pada temperatur 21,1-26,7 C dan curah hujan yang rendah.
media tanah yang paling cocok untuk tanaman mentimun adalah tanahnya gambut, dan banyak mengandung humus, tanah mudah meresapkan air, Ph tanah 6-7
Budidaya Mentimun Pada Lahan Sawah Yang Baik Dan Benar
Budidaya-Mentimun
A. Pedoman cara pembudidayaan mentimun
1. Pembibitan
  1. Siapkan pupuk kandang matang dan campur dengan Natural Glio, diamkan selama satu minggu.
  2. Siapkan pukan ( dapat di ganti Supernasa / Poc Nasa ) yang telah di campur Natural glio dan tanah halus ( tanah: pukan = 7:3) dan masukkan polybage. 
  3. Rendam benih dalam larutan Poc Nasa dan air hangat (2cc/l) selama 30 menit.
  4. Peram selama 12 jam, bibit yang berkecambah pindah ke polybage sedalam 0,5-1 cm.
  5. Polybage di naungi plastik bening dan siram 2 kali sehari.
  6. Semprot dengan Poc Nasa 7 hari setelah tanam.
  7. Setelah bibit berumur 12minggu atau berdain 3-5 helai, bibit siap di pindah kekebeun.
2. Persiapan Media tanam
  • bersihkan lahan dari rumpit dan pohon2 yang tidak di perlukan.
  • Beri dolomit / kalsit (jika PH tanah < 6 : 1-2ton/ha)
  • bajak tanah dan biarkan selama 2 minggu.
  • Olah kembali tanah sambil membuat bedengan dengan lebar 120cm tinggi 30-40cm dan jarak antara bedengan 30 cm.
  • Berikan pupuk NPK 100 kg/ha (1/3 dari dosis keseluruhan)
  • Siramkan Supernasa yang telah di campur air secara merata di atas bedengan dengan dosis 1botol/1000 m dengan cara Alternatif 1: 1 botol Supernasa di encerkan dalam 3 liter air di jadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 liter air di beri 200cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan. Alternatif II : Setiap 1 gembor vol 10lt di beri 1 peres sendok makan Pop Supernasa untuk menyiram 5-10 meter bedengan.
  • Pasang mulsa dan 1 minggu kemudian buat lubang tanam.
  • Taburkan Natural Glio yang sudah di kembangbiakkan dengan pukan dan setiap lubang tanam (1 kemasan + 25 - 50 kg pukan matang untuk 1000 m)
3. Tahap pemeliharaan Tanaman
  • Tanaman yang rusak segera di cabut dan segera di sulam dengan tanaman baru yang baik
  • Bersihkan gulma ( bisa bersama waktu sebelum di lakukan pemupukan)
  • Pasang ijer 5 hari setelah tanam untuk merambatkan tanaman.
  • Daun tang terlalu lebat lakukan pemangkasan lakukan 3 minggu setelah tanam pagi atau sore hari.
  • Dan rutin melakukan pengairan kalau di butuhkan.
Budidaya Mentimun Pada Lahan Sawah Yang Baik Dan Benar
Mentimun-Siap-Panen
4. Pemupukan
Waktu
Pupuk (Kg)
TSP
Urea
KCL
Pukan
Pupuk dasar
150
150
150
20.000
3-5 hst
100
150
100
10 hst
250
300
100
Setelah berbunga

250
250
Setelah panen 1

100
100
+
Mulai umur
2 – 10 minggu
Di semprotkan ke daun :
l   Alternatif 1 : 8 kali (1 minggu sekali) dengan dosis 3-4 ttp Poc nasa+ 1 ttp Hormonik per-tangki
l   Alternatif II: 4kali (2 minggu sekali) dengan dosis 6-8 tutup Poc nasa + 1ttp Hormonik per-tangki

5. Hama dan penyakit
Hama
  1. Oteng-oteng / Kutu kayu ==>> Kumbang daun berukuran 1cm dengan sayap kuning polos Gejala: merusak dan memakan daging daun sehingga daun bolong pada serangan berat daun tinggal tulangnya. Pengendalian : Natural BVR atau Pestona.
  2. Ulat Tanah ==>> ulat yang berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang masih muda  Gejala : batang tanaman di potong di sekitar leher akar.
  3. Lalat buah ==>> lalat dewasa berukuran 1-2mm. lalat menyerang mentimun muda untuk bertelur gejala : memakan daging buah sehingga buah abnormal dan membusuk. Pengendalian : gunakan Metilat.
  4. Kutu daun ==>>  kutu berukuran 1-2mm, berwarna kuning atau kuning kemerahan atau hijau gelap sampai kehitaman. Gejala: menyerang pucuk tanaman sehingga daun keriput, keriting dan menggulung. kutu ini juga menyebar virus Pengendalian : Natural BVR atau Pestona/pentana + Aero 810.
Penyakit
  1. Busuk daun ==>> Penyebabnya adalah Psedoperonospora cubensis berk et curt. Menginfeksi pada kukit daun pada kelembapan tinggi. temperatur 16-22C dan berembun atau berkabut. Gejalanya daun berbercak kuning dan berjamur. warna daun akan menjadi coklat dan busuk Pengendalian : pemberian Natural Glio sebelum tanam.
  2. Penyakit tepung ==>> Biasanya berkembang jika tanah kering di musim kemarau dengan kelembapan tinggi .Gejala :Permukaan daun dan batang muda di tutupi tepung putih, kemudian berubah menh=jadi kuning dan mengering. Pengendalian : pemberian Natural Glio sebelum tanam.
  3. Antraknosa ==>> Di tandai dengan gejala bercak-bercak coklat pada daun, bentuk bercak bulat-bulat kadang bersudut-sudut dan menyebabkan daun mati, gejala : bercak dapat meluas ke batang, tangkai dan buah. Bila udara lembab di tengah bercak terbentuk nassa spora berwarna merah jambu. Pengendalian : pemberian Natural Glio sebelum tanam.
  4. Bercak daun bersudut ==>> Biasanya menyebar di saat musim hujan , Gejala: daun bercak kuning dan bersudut , pada serangan berat daun yang berbercak berubah warna menjadi coklat muda kelabu, mengering dan berlubang. Pengendalian: pemberian Natural Glio sebelum tanam.
  5. Virus  ==>> dengan gejala daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut tapi daun menggulung, tanaman kerdil. Pengendalian : mengendalikan serangn vektor dengan menggunakan Natural BVR atau Pestona, mengurangi kerusakan mekanis mencabut tanaman yang sakit dll
  6. Kudis ==>> Biasanya menyerang buah mentimun muda. Gejala : ada bercak basah yang mengeluarkan cairan yang jika mengering akan seperti karet, bila menyerang buah tua terbentuk kudis yang bergabus. Pengendalian : pemberian natural Glio sebelum tanam.
  7. Busuk buah ==>> bisa terserang saat di kebun ataupun di penyimpanan, dengan gejala : buah busuk basah dan jika di tekan buah akan pecah, bercak agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna coklat dan berkerut, penanggulangan dengan pemberian Natural Glio sebelum tanam.
mentimun lokal untuk sayuran biasanya panen berumur 2-3 bulan setelah tanam dan mentimun hibrida panen berumur 42 hari sedangkan mentimun suri di panen setelah masak. dan lakikan pemanenan pada pagi atau sore hari dan pemotongan buah gunakan pisau atau gunting yang tajam.


Pemesanan Produk natural nusantar untuk mentimun hubungi 
Budianto / rindra 
Pin Bbm : D1C26578
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980
Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586
web:
http://www.agenpocnasa.com/

0 comments:

Post a Comment

Flag Counter