DISTRIBUTOR RESMI PT NATURAL NUSANTARA N-393316 MELAYANI PENDAFTARAN BARU DISTRIBUTOR DAN MELAYANI PEMBELIAN PRODUK NASA UNTUK SELURUH INDONESIA DAN LUAR NEGERI.HUBUNGI BBM KAMI D1FFBD9D /085232128980 /+ 62 855 7484 4543 / +85298598174

Hama Penyakit Tanaman Padi Gejala Dan Penyebabnya

Hama Penyakit Tanaman Padi Gejala Dan Penyebabnya
Padi
Hingga saat ini produksi gabah di Indonesia sangatlah kurang. Dari penelitian setiap hektar hanya mampu menghasilkan 4-5 ton/ ha. Oleh sebab itu Pt.Natural Nusantara berupaya untuk membantu tercapainya ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi padi berdasarkan asas (K-3) Kwalitas, Kwantitas Dan Ketahanan.

Hama Penyakit Tanaman Padi Gejala Dan Penyebabnya
Hama Penyakit Tanaman Padi Gejala Dan Penyebabnya
Hama Dan Penyakit
HAMA PADI

  1. Hama putih ( Nyamhula depunctalis). Gejala : menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar dengan tulang daun, ulat menggulung daun padi. Pengendalian : (1) Pengaturan air yang baik, penggunaan bibit yang sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun. (2) Menggunakan BVR atau Pestona.
  2. Padi trips (Thrips oryzae), Gejala: daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa padi tidak berisi. Pengendalian : BVR atau Pestona.
  3. Wereng penyerang batang padi : wereng padi coklat , wereng padi berpunggung putih dan wereng penyerang daun padi, wereng padi hijau. Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi dan dapat menularkan virus. Gejala: tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tanaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil. Pengendalian : (1) Bertanam padi serempak, menggunakan varitas yang tahan wereng seperti IR 36, IR 48,IR 64, cimanok, progo dsb, membersihkan lingkungan, melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding, dan kumbang lebah (2) penyemprotan BVR.
  4. Walang sanget. Menyerang buah padi yang masak susu. Gejala buah hampa dan berkwalitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak, pada daun terdapat bekas isapan dan bulir padi berbintik-bintik hitam. Pengendalian (1) bertanam serempak, meningkatkan kebersihan, mengumpulkan dan memusnahkan telurmelepas musuh alami seperti jangkrik, laba-laba. (2) Penyemprotan BVR atau Pestona.
  5. Kepik hijau ( Nezara viridula) , Menyerang batan dan buah padi . Gejala : pada batang tanaman terdapat bekas tusukan, buah padi yang di serang memiliki bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu. Pengendalian : mengumpulkan dan memusnahkan telur-telurnya , Penyemprotan : BVR atau Pestona.
  6. Penggerak batang padi terdiri atas: penggerak batang padi putih, kuning, dan merah jambu. Menyerang batang dan pelapah daun. Gejala : pucuk tanaman layu, kering berwarna kemerah-merahan. dan mudah di cabut, daun mengering dan seluruh batang kering. Kerusakan pada tanaman muda di sebut dengan "sundep" dan pada tanaman bunting (pengisian biji) di sebut "beluk" Pengendalian : (1) menggunakan faritas tahan, meningkatkan kebersihan lingkungan , menggenangi sawah selama 15hari supaya kepompong mati, membakar jerami (2) Menggunakan BVR atau pestona.
  7. Hama tikus meyerang batang muda (1-2bulan) dan buah. Gejala : adanya tanaman padi yang robohpada petak sawah dan pada serangan hebat di tengah petak tidak ada tanaman. Pengendalian : pergiliran tanaman, tanam serempak, sanitasi, gropyokan, melepas musuh alamu seperti ulat atau burung hantu.
  8. Burung Menyerang menjelang panen, tangkai buah patah, biji berserakan. Pengendalian : mengusir dengan bunyi-bunyian atau dengan orang-orangan.
PENYAKIT PADI
  1. Penyakit bercak daun coklat, Penyebab : jamur helmintosporium oryzae. Gejala: menyerang pelapah , malai, buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Biji bercak-bercak coklat tetapi tetap berisi, padi dewasa busuk kering, biji kecambah busuk dan kecambah mati. Pengendalian : (1) merendam benih di air hangat + Poc Nasa (2) pemupukan berimbang (3) tanam padi tahan penyakit.
  2. Penyakit blast, Penyebab : pylicuralia oryzae, Gejala : menyerang daun , gelang buku, tangkai malai, dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. Pemasakan makanan terhambat. Pengendalian : (1) dengan membakar sisa jerami, menggenangi sawah, menanam varitas unggul sentani, cimandiri IR 48, IR36, pemberian pupuk N di saat pertengahan fase fegetatif dan vase pembentukan bulir. Pemberian GLIO  di awal tanam.
  3. Busuk pelapah daun, penyebab jamur Rhizoctonia sp, Gejala : menyerang daun dan pelapah daun pada tanaman pada tanaman yang membentuk anakan. menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. Pengendalian (1) menanam padi tahan penyakit (2) pemberia GLIO pada saat pembentukan anakan.
  4. Penyakit fusarium, Penyebab : jamur fusarium moniliforme. Gejala: menyerang malai dan biji muda menjadi kecoklatan, daun terkulai, akar membusuk. Pengendalian : (1)perenggangan jarak tanam (2) mencelupkan benih + Poc Nasa dan di sebari Glio di lahan.
  5. Penyakit kresek / hawar daun, Penyebab : bakteri (xantomonas campestris pv orizae). Gejela menyerang dau dan titik tumbuh. Terdapat garis-garis di antara tulang daun, garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman, daun mengering dan mati. Pengendalian (1) menanam varitas tahan penyakit seperti Ir 36, Ir 46, cisadane, cipunegara, menghindari luka mekanis, sanitasi lingkungan (2) pengendalian di awal dengan GLIO.
  6. Penyakit kerdil, Penyebab : virus di tularkan oleh wereng coklat Nilaparvata lugens. Gejala : menyerang semua bagian tanaman, daun menjadi pendek, sempit berwarna hijau kekuning-kuningan. batang pendek, buku-buku pendek, anakan banyak tapi kecil. Pengendalian sulit di lakukan, usaha pencegahan dengan memusnahkan tanaman yang terserang dan mengendalikan vektor dengan BVR atau Pestona.
  7. Penyakit tungau, Penyebab : virus yang di tularkan oleh wereng hijau Nephotettix impikticeps. Gejala : menyerang semua bagian tanaman , pertumbuhan tanaman kurang sempurna, daun kuning hingga kecoklatan, jumlah tunas berkurang, pembungaan tertunda, malai kecil, dan tidak berisi. Pengendalian : menanam padi tahan wereng seperti kelara, IR52, IR 36, IR IR 48, IR 54, IR 46, IR 42  dan mengendalikan vektori virus dengan BVR
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat di pergunakan pestisida kimia yang di anjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan perekat, perata, AERO-810 dosis setengah tutup (5ml)

Hama Penyakit Tanaman Padi Gejala Dan Penyebabnya
Pestisida-Nasa
===============================
Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 

Budianto / rindra 

Pin Bbm : D1C26578
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980

Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586

web:
http://www.agenpocnasa.com/ 
==============================

0 comments:

Post a Comment

Flag Counter