DISTRIBUTOR RESMI PT NATURAL NUSANTARA N-393316 MELAYANI PENDAFTARAN BARU DISTRIBUTOR DAN MELAYANI PEMBELIAN PRODUK NASA UNTUK SELURUH INDONESIA DAN LUAR NEGERI.HUBUNGI BBM KAMI D1FFBD9D /085232128980 /+ 62 855 7484 4543 / +85298598174

Trik Dan Cara Pengendalian Penyakit Patek Pada tanaman Cabai Jitu

Trik Dan Cara Pengendalian Penyakit Patek Pada tanaman Cabai Jitu
Cabai-terserang-PATEK
Trik Dan Cara mengendalikan penyakit PATEK penyerangna pada tanaman CABAI dengan jitu dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
  1. Gunakan bibit cabai yang sehat, jika menggunakan bibit cabe dari hasil tanam sendiri,usahakan menggunakan tanamnan yang sehat/ tidak terserang hama dan penyakit.
  2. Lahan yang di gunakan untuk penanaman usahakan bukan bekas lahan penanaman cabai, terong, tomat atau tanaman yang sefamily Solanaceae. Spora Gleosporium dan Colletotrichum dapat bertahan dan beradaptasi dalam tanah dalam waktu hingga tahunan. Jika iya lakukan penggiliran tanaman dengan tanaman yang lainnya.
  3. Pilih varietas cabe yang tahan terhadap serangan penyakit patek, cabe keriting Biasanya lebih tahan terhadap penyakit patek.
  4. Gunakanlah pupuk dasar atau pemupukan dengan pupuk yang memiliki unsur N (nitrogen) rendah, karena pemberian unsur N yang berlebihan menjadikan tanaman cabai menjadi rentan (mudah terserang) penyakit patek. Atau bisa menggunakan pupuk dasar Supernasa Granule atau Pop Supernasa.
  5. Gunakan Glio sejak awal tanam dan Perbanyak unsur Kalium dan Calsium untuk membantu pengerasan kulit buah cabai.
  6. Gunakanlah mulsa plastik agar terhindar dari penyebaran spora jamur melalui percikan air hujan atau penyiraman.
  7. Gunakanlah jarak tanam yang ideal sesuai kebutuhan tanaman, usahakan jangan terlalu rapat sehingga dapat meningkatkan kelembaban dan mempercepat penyebaran penyakit,terutama penyakit patek.
  8. Lakukan perempelan daun gunanya agar tanaman tidak terlalu rimbun, untuk menghindari  kelembaban udara yang berlebihan di sekitar tanaman cabai.
  9. Gunakan alat pengolahan tanah dan tanam yang berbeda untuk menghindari penularan penyakit melalui alat pertanian yang kita gunakan untuk pengolahan tanaman.
  10. Lakukan pencegahan dengan menggunakan penyemprotan Pestona dan BVR. Jika serangan berat gunakan fungisida kontak berbahan aktif mankozeb atau tembaga hidroksida jika serangan penyakit telah berada diambang batas.
  11. Jika langkah dan cara di atas sudah dilakukan namun masih terjadi serangan patek pada tanaman cabai, maka lakukan eradikasi dengan segera membuang tanaman yang sakit sejauh mungkin dari lahan tanaman  atau dengan cara membakar di luar area tanaman cabai. gunanya untuk menghindari penularan virus yang menyerang.
  12. Jika serangan tidak dapat dikendalikan, lakukan penyelamatan cabai yang belum terserang sesegera mungkin.
  13. Jika pestisida organik tidak mampu mengatasi lakukan tindakan yang perlu dilakukan adalah menyemprot dengan fungisida kontak (Dithane, Nordox, Kocide, Antracol, Danokil, Frevicur-N atau yang lain) bersamaan dengan sistemik (Derosal, Bion M, Amistartop, atau yang lain)
  14. Ambil buah yang terserang patek, buang jauh-jauh atau di bakar (dimusnahkan) dan selanjutnya semprotkan CORRIN, POC NASA dan HORMONIK

Trik Dan Cara Pengendalian Penyakit Patek Pada tanaman Cabai Jitu
Cabai-Nasa
Demikian tips dan cara mengendaliikan penyakit PATEK dengan jitu pada tanaman cabai, semoga bermanfaat.
Untuk pemesanan PUPUK NASA silahkan hubungi Distributor Resmi NASA...
Dapatkan keuntungan dengan bergabung menjadi MEMBER NASA...
Trik Dan Cara Pengendalian Penyakit Patek Pada tanaman Cabai Jitu
Pupuk-Organik-Nasa
Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 

Budianto / Rindra 

Pin Bbm : D1FFBD9D
Sms/wa/telf : +62 855 7484 4543 / 085232128980

Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586

web:
http://www.agenpocnasa.com/
=================

Panduan Dan Trik Budidaya Sengon Laut Cepat Untung


Video-Kesaksian-Petani-Sengon-Laut

Panduan Budidaya Albasiah Umur 11Bulan Berdiameter 40Cm

Panduan dan trik budidaya albasiah jenis Sengon Laut. Dari kesaksian pengguna pupuk nasa
  • Bapak Besari yang 
  • Beralamatkan Ds prangkoan, dsn perangkoan, Kec. mbejen Kab.Temanggung Jawa Tengah
Setelah menggunakan Produk-produk nasa beliao sangat puas. Dari keterangan beliao 
  • Luas tanah : 1 Hektar
  • Banyak tanaman : 800 Batang
  • Jenis albasiah : Sengon Laut
  • Jarak tanam : 2,5 Meter
  • Produk Nasa yang di gunakan : Poc Nasa Dan Supernasa 
Cara pengaplikasian 
  1. Poc nasa di aplikasikan 15 hari kekali dengan dosis 4 tutup per tangki. hingga berumur 5 bulan.(Hingga tidak terjangkau oleh alat semprot)
  2. Supernasa di aplikasikan 15 hari sekali (Di tambah satu genggam Urea) setiap 10liter di beri Supernasa 2 sendok makan. setiap pohon di beri sekitar 1 gelas ( sekitar 250 g)
Setelah menggunakan produk-produk PT. Natural Nusantara perkembangannya sangat luar biasa. Selama 11 bulan mampu berdiameter 40 cm.beliao menghabiskan Poc nasa 5 botol, Supernasa 5 botol. mampu panen hanya dengan berumur 4 th

Kalau tidak menggunakan Produk Nasa berumur 11 bulan hanya mampu berdiameter 20Cm. dan waktu panennya lebih panjang hingga 7th.

Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 
===========================
Budianto / rindra 
--------------------
Pin Bbm : D1C26578
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980
---------------------------------------
Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586
----------------------------------------------
web:
http://www.agenpocnasa.com/
=================
Panduan Dan Trik Budidaya Sengon Laut Cepat Untung

Usaha Budidaya Puyuh, Omset Rp 10 Juta Perbulan, Panduan Cara Budidaya Ternak Puyuh

Usaha Budidaya Puyuh, Omset Rp 10 Juta Perbulan, Panduan Cara Budidaya Ternak Puyuh
Budidaya-Puyuh
BUDIDAYA PUYUH

A. PENDAHULUAN
Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs.Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut 'Quail', merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat tahun 1870. Dan selanjutnya dikembangkan ke seluruh penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal dan diternak sejak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia.

B. SENTRA PETERNAKAN
Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

C. JENIS
  • Kelas : Aves (Bangsa Burung)
  • Ordo : Galiformes
  • Sub Ordo : Phasianoidae
  • Famili : Phasianidae
  • Sub Famili : Phasianinae
  • Genus : Coturnix
  • Species : Coturnix-coturnix Japonica
D. MANFAAT
  • Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat
  • Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
  • Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman
E. PERSYARATAN LOKASI
  1. Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
  2. Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran
  3. Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit
  4. Bukan merupakan daerah sering banjir
  5.  Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.
F. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
  • Perkandangan Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C, kelembaban kandang berkisar 30-80%, penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.
Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur.

Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh adalah:
  1. Kandang untuk induk pembibitan >> Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 m2.
  2. Kandang untuk induk petelur >> Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.
  3. Kandang untuk anak puyuh/umur stater (kandang indukan) >> Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).
  4. Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu) >> Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.
  • Peralatan Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.
2. Penyiapan Bibit
Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan.

Pemilihan, yaitu:
  1. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
  2. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
  3. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.
  • Pemeliharaan
  1. Sanitasi dan Tindakan Preventif >> Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.
  2. Pengontrolan Penyakit >> Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.
  3. Pemberian Pakan >> Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.
PT. NATURAL NUSANTARA mengeluarkan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus dan POC NASA. Produk-produk ini menggunakan teknologi asam amino, mineral dan vitamin yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh puyuh yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan puyuh.

VITERNA dan POC NASA mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan puyuh yaitu :
  1. Asam-asam amino esensial, yaitu Arginin, Hiistidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein tubuh, pembentuk sel dan organ tubuh.
  2. Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh itik petelur dari serangan penyakit.
  3. Mineral-mineral lengkap yaitu N, P, K, Ca, mg , Cl dan lain-lain sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim untuk memperlancar proses metabolisme dalam tubuh.
  4. Cara penggunaannya adalah dengan mencampur/mengoplos VITERNA Plus dan POC NASA menjadi satu botol terlebih dahulu. Kemudian dicampurkan pada air minum dengan dosis : 1 tutup botol campuran VITERNA Plus dan POC NASA untuk sekitar 10 liter air minum dan diberikan setiap 3 hari sekali, terutama pada pagi hari. Air minum diberikan tidak terbatas, jika sudah habis harus diisi kembali. Gunakan air yang bersih, bebas dari logam dan mikroorganisme. Tempat penampungan air pun tidak terbuat dari bahan yang mudah berkarat.
Keunggulan dan manfaat pemberian VITERNA dan POC NASA pada burung puyuh adalah : 
  1. Berasal dari bahan alami/organik, bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik, 
  2. Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia/sintetik, 
  3. Meningkatkan nafsu makan, 
  4. Mengurangi kestresan pada ayam, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah ayam divaksinasi atau saat ayam dalam proses pengobatan,
  5. Mengurangi bau kotoran,
  6. Meningkatkan kesehatan ayam
  7. Mempercepat waktu pertama bertelur di mana pada burung puyuh umur 30 hari sudah mulai bertelur,
  8. Angka kematian : 3% – 5%, 9) Cangkang telur lebih kuat dan tidak mudah pecah.
  • Pemberian Vaksinasi dan Obat >> Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.
G. HAMA DAN PENYAKIT
  1. Quail enteritis  >> Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pada usus. Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat. Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.
  2. Tetelo (NCD/New Casstle Diseae) >> Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya. 
  3. Berak putih (Pullorum) >> Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular. Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.
  4. Berak darah (Coccidiosis)  >> Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox
  5. Cacar Unggas (Fowl Pox)  >> Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin. Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah. Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.
  6. Quail Bronchitis >> Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular. Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir. Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.
  7. Aspergillosis >> Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus. Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang. Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.
  8. Cacingan >> Penyebab: sanitasi yang buruk. Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah. Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.
H. PANEN
1. Hasil Utama
Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.

2. Hasil Tambahan
Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.

Catatan : Penggunaan produk Nasa, Viterna, POC Nasa, dan Hormonik ini tidak hanya untuk Budidaya Burung Puyuh namun juga sangat bermanfaat untuk mendukung budidaya peternakan lainnya, seperti Budidaya Kambing, Budidaya Babi, Budidaya Unggas, maupun budidaya hewan hias.

Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 
===============================
Budianto / rindra 
==============
Pin Bbm : D1C26578
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980
==========================
Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586
==========================
web:
http://www.agenpocnasa.com/
===================
https://www.youtube.com/watch?v=pvXXN644e0o&t=98s
===========

Budidaya Sapi Potong Cepat Menguntungkan

Budidaya Sapi Potong Cepat Menguntungkan
Sapi-Potong
Ternak Sapi Potong Cukup 40 Hari
A. PENDAHULUAN
Usaha peternakan sapi potong mayoritas masih dengan pola tradisional dan skala usaha sambilan. Hal ini disebabkan oleh besarnya investasi jika dilakukan secara besar dan modern, dengan skala usaha kecilpun akan mendapatkan keuntungan yang baik jika dilakukan dengan prinsip budidaya modern. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu budidaya penggemukan sapi potong baik untuk skala usaha besar maupun kecil.

B. PENGGEMUKAN
Penggemukan sapi potong adalah pemeliharaan sapi dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan berat badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan). Beberapa hal yang berkaitan dengan usaha penggemukan sapi potong adalah :

1. Jenis-jenis Sapi Potong.
Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah :
  • Sapi Bali. Cirinya berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.
  • Sapi Ongole. Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura, keturunannya disebut Peranakan Ongole (PO) cirinya sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah.
  • Sapi Brahman. Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia.
  • Sapi Madura. Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.
  • Sapi Limousin. Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik
2. Pemilihan Bakalan. 
Bakalan merupakan faktor yang penting, karena sangat menentukan hasil akhir usaha penggemukan. Pemilihan bakalan memerlukan ketelitian, kejelian dan pengalaman. Ciri-ciri bakalan yang baik adalah :
  1. Berumur di atas 2,5 tahun.
  2. Jenis kelamin jantan.
  3. Bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar, panjang minimal 170 cm tinggi pundak minimal 135 cm, lingkar dada 133 cm.
  4. Tubuh kurus, tulang menonjol, tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan, bukan karena sakit).
  5. Pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus.
  6. Kotoran normal
C. TATA LAKSANA PEMELIHARAAN
1. Perkandangan.
Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan kelompok. Pada kandang individu, setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Pada kandang kelompok, bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah, karena lebih banyak mendapatkan pakan.

2. Pakan.
Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan hewan ruminansia, karena pencernaannya melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva), secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen.

Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Konsentrat yang digunakan adalah ampas bir, ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nenas dan buatan pabrik pakan. Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan.

Kebutuhan pakan (dalam berat kering) tiap ekor adalah 2,5% berat badannya. Hijauan yang digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, setaria kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi.
Penentuan kualitas pakan tersebut berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar. Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan.Oleh karena itu PT. NATURAL NUSANTARA juga mengeluarkan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus, POC NASA, dan HORMONIK. Produk ini, khususnya produk VITERNA Plus menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh sapi, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.VITERNA Plus mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak, yaitu :
  • Mineral-mineral sebagai penyusun tulang, darah dan berperan dalam sintesis enzim, yaitu N, P, K, Ca, Mg, Cl dan lain-lain.
  • Asam-asam amino, yaitu Arginin, Histidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein, pembentuk sel dan organ tubuh.
  • Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh sapi dari serangan penyakit.
  • Asam – asam organik essensial, diantaranya asam propionat, asam asetat dan asam butirat.
  • Sementara pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan bobot harian sapi, meningkatkan ketahanan tubuh ternak, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Sedangkan HORMONIK lebih berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh bagi ternak. Di mana formula ini akan sangat membantu meningkatkan pertumbuhan ternak secara keseluruhan.
  • Cara penggunaannya adalah dengan dicampurkan dalam air minum atau komboran pakan konsentrat. Caranya sebagai berikut :
  • 1. Campurkan 1 botol VITERNA Plus (500 cc) dan 1 botol POC NASA (500 cc) ke dalam sebuah wadah khusus. Tambahkan ke dalam larutan campuran tersebut dengan 20 cc HORMONIK. Aduk atau kocok hingga tercampur secara merata.
  • 2. Selanjutnya berikan kepada ternak sapi dengan dosis 10 cc per ekor. Interval 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari.
Budidaya Sapi Potong Cepat Menguntungkan
Peternak-Sapi
D. PENGENDALIAN PENYAKIT
Dalam pengendalian penyakit, yang lebih utama dilakukan adalah pencegahan penyakit daripada pengobatan, karena penggunaan obat akan menambah biaya produksi dan tidak terjaminnya keberhasilan pengobatan yang dilakukan. Usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sapi adalah :a. Pemanfaatan kandang karantina. Sapi bakalan yang baru hendaknya dikarantina pada suatu kandang terpisah, dengan tujuan untuk memonitor adanya gejala penyakit tertentu yang tidak diketahui pada saat proses pembelian. Disamping itu juga untuk adaptasi sapi terhadap lingkungan yang baru. Pada waktu sapi dikarantina, sebaiknya diberi obat cacing karena berdasarkan penelitian sebagian besar sapi di Indonesia (terutama sapi rakyat) mengalami cacingan. Penyakit ini memang tidak mematikan, tetapi akan mengurangi kecepatan pertambahan berat badan ketika digemukkan. Waktu mengkarantina sapi adalah satu minggu untuk sapi yang sehat dan pada sapi yang sakit baru dikeluarkan setelah sapi sehat. Kandang karantina selain untuk sapi baru juga digunakan untuk memisahkan sapi lama yang menderita sakit agar tidak menular kepada sapi lain yang sehat.b. Menjaga kebersihan sapi bakalan dan kandangnya. Sapi yang digemukkan secara intensif akan menghasilkan kotoran yang banyak karena mendapatkan pakan yang mencukupi, sehingga pembuangan kotoran harus dilakukan setiap saat jika kandang mulai kotor untuk mencegah berkembangnya bakteri dan virus penyebab penyakit.c. Vaksinasi untuk bakalan baru. Pemberian vaksin cukup dilakukan pada saat sapi berada di kandang karantina. Vaksinasi yang penting dilakukan adalah vaksinasi Anthrax.Beberapa jenis penyakit yang dapat meyerang sapi potong adalah cacingan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kembung (Bloat) dan lain-lain.

E. PRODUKSI DAGING
Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi daging adalah
Pakan.Pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang optimal akan berpengaruh baik terhadap kualitas daging. Perlakuan pakan dengan NPB akan meningkatkan daya cerna pakan terutama terhadap pakan yang berkualitas rendah sedangkan pemberian VITERNA Plus memberikan berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak sehingga sapi akan tumbuh lebih cepat dan sehat.
Faktor Genetik.Ternak dengan kualitas genetik yang baik akan tumbuh dengan baik/cepat sehingga produksi daging menjadi lebih tinggi.
Jenis Kelamin.Ternak jantan tumbuh lebih cepat daripada ternak betina, sehingga pada umur yang sama, ternak jantan mempunyai tubuh dan daging yang lebih besar.
Manajemen.Pemeliharaan dengan manajemen yang baik membuat sapi tumbuh dengan sehat dan cepat membentuk daging, sehingga masa penggemukan menjadi lebih singkat.

Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 
========================
Budianto / rindra 
===========
Pin Bbm : D1C26578
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980
========================
web:
http://www.agenpocnasa.com/
==============

Budidaya Jahe Merah Agar Cepat Menghasilkan

Budidaya Jahe Merah Agar Cepat Menghasilkan
Jahe-Merah
Jahe merupakan tanaman herbal yang amat populer di Indonesia maupun di seluruh dunia. Jahe dapat dimanfaatkan untuk membuat wedang, bandrek, sekoteng, maupun minuman-minuman lain yang menghangatkan tubuh. Salah satu jenis jahe yang berkhasiat bagi kesehatan adalah jahe merah.

Jahe merah sangat mudah dibudidayakan, tidak hanya di pekarangan rumah, di dalam polibag ataupun karung bekas juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menanam jahe merah. Tanaman jahe bisa dijadikan juga sebagai tanaman hias, apabila sudah cukup umur bisa juga diambil rimpangnya. Waktu menanam jahe hanya membutuhkan 9 sampai 10 bulan sudah dapat dipanen.
Budidaya Jahe Merah Agar Cepat Menghasilkan
Jahe-Merah-Dalam-Karung
Budidaya jahe dalam karung atau menanam jahe dengan sistem bag culture biasa dilakukan karena beberapa alasan. Yang pertama karena keterbatasan lahan atau kurangnya lahan yang baik untuk budidaya jahe. Selain itu budidaya jahe di dalam karung membuat benih yang di taman sehat dan bebas dari penyakit bakteri yang menyebabkan daun layu. Sehingga bisa meningkatkan hasil dari budidaya jahe merah. Sistem budidaya jahe dalam karung ini sangat ramah lingkungan dan juga bisa dilakukan di lahan yang sempit.
Budidaya Jahe Merah Agar Cepat Menghasilkan
Jahe-Merah-Dalam-Polybek
Bibit bisa diambil bibit dari kebun ataupun membeli dipasar, untuk budidaya dalam jumlah banyak sebaiknya hasil dari kebun. Pilih bibit yang sudah tua, berusia 10 bulan ke atas dan yang ukurannya besar, berwarna cerah, sehat dan mulus. Jemur rimpang jahe merah tapi tidak sampai kering, lalu simpan pada suhu ruangan selama 1-1,5 bulan.Patahkan bibit dengan tangan menjadi 3-5 mata tunas, kemudian jemur seharian. Masukkan potongan ke dalam wadah yang berlubang kemudian celup wadah dalam larutan fungisida serta zat pengatur selama 1-2 menit, lalu keringkan.

Bersihkan tempat pembibitan dari gulma dan tabur dengan serbuk gergaji/sekam setebal 5 sampai 10 cm. Tabur lagi dengan pasir halus setebal 5 cm kemudian taruh bibit-bibit berderetan di atasnya dan beri penutup atas sebagai naungan. Proses penyemaian ini dilakukan sampai berumur 3 sampai 5 minggu. Apabila gak mau repot, rimpang jahe bisa langsung di letakkan di atas tanah dan di tutup sedikit tanah diatasnya kemudian disiram agar lembab, tunas akan tumbuh dengan sendirinya.

Untuk media tanam, siapkan tanah yang sudah dibersihkan, pupuk kandang/ kompos (tanah 3: pupuk 1) dan SUPERNASA kemudian aduk secara merata. Masukkan ke dalam polibag ukuran yang paling besar atau karung hingga penuh, goncang polibag hingga tanah menjadi padat.
Budidaya Jahe Merah Agar Cepat Menghasilkan
Pupuk-Organik-Nasa
Buat lubang sesuai ukuran rimpang yang akan di tanam dan masukkan Natural GLIO sebagai fungisida organik. Pilih bibit yang sudah bertunas hingga 5~10 cm dan mempunyai beberapa helai daun dari tempat pembibitan. Masukkan bibit dalam polibag/ karung dan tutup dengan tanah. Pasanglah paranet di atas bedengan setinggi 1,5 m untuk meneduhkan dari terik matahari dan hujan.

Cara menanam jahe merah dalam polybag tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Penyiraman hanya perlu dilakukan setiap 2-3 hari sesuai dengan kondisi cuaca dan siram juga air yang dicampurkan pupuk organik POC NASA setiap 2 minggu sekali. Jika terdapat penyakit atau hama segeralah semprotkan isektisida ataupun fungisida organik PESTONA. Tambahkan media tanam apabila kondisi tanah mengalami penyusutan. Bersihkan gulma di sekitar jahe merah jika ada.

Dengan cara menanam jahe merah menggunakan polybag ini, kualitas terbaik dari panenan jahe merah biasanya didapatkan saat berusia 9-10 bulan. Untuk memanen jahe merah, sobeklah bagian pinggir polybag kemudian goyang-goyagkan dengan memegang batang tanaman sampai tanah yang menempel di umbi berjatuhan. 
Budidaya Jahe Merah Agar Cepat Menghasilkan
Jahe-Merah-Di-Tanah
Untuk menanam pada media tanah atau kebun sebaiknya dibuatkan bedengan sebagai irigasi air agar tanaman tidak tergenang air ketika musim hujan ataupun waktu proses penyiraman tanaman.

Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 
======================
Budianto / rindra 
=========
Pin Bbm : D1C26578
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980
==========================
Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586
====================
web:
http://www.agenpocnasa.com/
===========
Budidaya Jahe Merah Agar Cepat Menghasilkan


Teknik Meningkatkan Kwalitas Produksi Tanaman Holtikultura Pada kubis

Teknik Meningkatkan Kwalitas Produksi Tanaman Holtikultura Pada kubis
Tanaman-Kubis
Cara Menanam Kubis (Kol) Agar Cepat Menguntungkan

A. PENDAHULUAN
Sampai saat ini, tingkat produksi tanaman Kubis atau kol baik secara kuantitas maupun kualitas masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah sudah miskin unsur hara, pemupukan yang tidak berimbang, organisme pengganggu tanaman, cuaca dan iklim. Untuk itu, PT. Natural Nusantara sebagai perusahaan yang peduli terhadap permasalahan pertanian dan kelestarian lingkungan berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas serta memelihara kelestarian lingkungan (3 – K). Sehingga petani mampu bersaing di era pasar bebas.

B. FASE PRA TANAM
1. Syarat tumbuh
  • Tanaman dapat ditanam sepanjang tahun
  • Tumbuh dan berproduksi dengan baik pada ketinggian 800 m d.pl. ke atas, curah hujan hujan cukup dan temperatur udara 15o – 20o C.
  • Jenis tanah yang dikehendaki gembur, bertekstur ringan atau sarang serta pH 6 – 6,5.
2. Pengelolaan Tanah dan Air
  • Bersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman untuk menekan serangan penyakit terbawa tanah seperti akar bengkak, busuk lunak, rebah semai, dll. dengan cara dicabut dan dikumpulkan lalu dibakar atau bisa dijadikan kompos.
  • Jangan menanam tanaman kubis-kubisan secara terus menerus dan lakukan pergiliran tanaman.
  • Gunakan pupuk organik (SUPER NASA), khususnya di musim kemarau untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air.
3. Persiapan Lahan
  • Lahan dicangkul dan dibajak sedalam 20-30 cm
  • Berikan Dolomit atau CAPTAN kira-kira 2 ton/ha jika pH tanah dibawah normal
C. FASE PERSEMAIAN
  • Media persemaian terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang (kompos) halus dengan perbandingan 1:1 dan ditambah 100 gr (1 sachet) – Natural GLIO untuk 25 kg pupuk kandang
  • Benih direndam dalam air hangat + POC NASA dosis 2 cc/lt air selama 0,5 – 1 jam lalu diangin-anginkan
  • Sebarkan benih secara merata dan teratur lalu ditutup daun pisang selama 3-4 hari
  • Semprotkan POC NASA seminggu sekali dengan dosis 3 tutup/tangki
  • Lakukan penyiraman setiap hari dengan gembor
  • Persemaian dibuka setiap pagi sampai jam 10.00 dan sore mulai pukul 15.00
  • Amati bibit kubis yang terserang penyakit tepung berbulu (Peronospora parasitica) atau ulat daun pada daun pertama, dipetik dan dibuang daun yang terserang
D. FASE TANAM
1. Jarak tanam
  • Jarak tanam jarang 70 x 50 cm atau jarak tanam rapat 60 x 50 cm
2. Bibit
  • Bibit yang telah berumur 3 – 4 minggu memiliki 4 – 5 daun siap ditanam
3. Pemupukan
  • Pupuk dasar diberikan sehari sebelum tanam dengan dosis 250 kg/ha TSP, 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl. Pupuk dasar dicampur secara merata lalu diberikan pada lubang tanam yang telah diberi pupuk kandang, kemudian ditutup kembali dengan tanah.
4. Cara tanam
  • Buat lubang tanam dengan tugal sesuai jarak tanam.
  • Pilih bibit yang segar dan sehat.
  • Tanam bibit pada lubang tanam.
  • Bila bibit disemai pada bumbung daun pisang langsung ditanam bersama bumbungnya.
  • Bila bibit disemai pada polybag plastik, keuarkan bibit dari polibag lalu baru ditanam.
  • Bila disemai dalam bedengan ambil bibit beserta tanahnya sekitar 2-3 cm dari batang sedalam 5 cm dengan solet (sistem putaran).
  • Setelah ditanam, siram bibit dengan air sampai basah.
  • Kubis dapat ditumpangsarikan dengan tomat dengan cara tanam : 2 baris kubis 1 baris tomat. Tomat ditanam 3 atau 4 minggu sebelum kubis.
Teknik Meningkatkan Kwalitas Produksi Tanaman Holtikultura Pada kubis
E. FASE PRA PEMBENTUKAN KROP (0 – 49 HARI )
  • Penyiraman dilakukan tiap hari pada pagi atau sore hari
  • Pemupukan susulan dilakukan pada umur 28 hari dengan dosis 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl
  • Penyemprotan POC NASA 3 – 4 tutup/tangki ditambah HORMONIK 1-2 tutup/tangki dilakukan setiap 1 minggu sekali.
  • Penyiangan (penggemburan dan pembubunan tanah) dilakukan pada umur 2 dan 4 minggu
  • Perempelan cabang atau tunas-tunas samping dilakukan seawal mungkin supaya pembentukan bunga optimal
  • Hama yang menyerang pada fase ini antara lain Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.), Ulat daun kubis (Plutella xylostella L.), Ulat krop kubis (Crocidolomia binotalis Zell.), Ulat krop bergaris (Hellula undalis F.)
  • Lakukan pengamatan tiap minggu sekali terhadap hama-hama tersebut mulai kubis umur 13 hari. Populasi tertinggi terjadi pada awal musim kemarau
  • Cara pengendalian; kumpulkan dan musnah secara mekanik, sanitasi lingkungan.
  • Tanaman muda yang mati karena penyakit rebah kecambah (Rhizoctonia solani Kuhn.) dicabut, kemudian disulam dengan tanaman baru yang sehat, tambahkan Natural GLIO pada lubang tanam.
F. FASE PEMBENTUKAN CROP ( 50 – 90 HARI )
  • Penyiangan secara manual dengan tangan perlu dilakukan sampai kira-kira satu minggu sebelum panen.
  • Lakukan pengamatan lebih intensif terhadap hama yang merusak berat pada fase ini yaitu; Ulat Daun Kubis (P. xylostella) dan Ulat krop kubis (C. binotalis), biasanya Pebruari Maret.
  • Serangan hama menjelang panen tidak perlu dikendalikan (secara kimia).
G. PANEN DAN PASCA PANEN
  • Kubis dipanen setelah berumur 81- 105 hari.
  • Ciri-ciri kubis siap panen bila tepi daun krop terluar pada bagian atas krop sudah melengkung ke luar dan berwarna agak ungu, krop bagian dalam sudah padat.
  • Pada saat panen diikursertakan dua helai daun hijau untuk melindungi krop.
  • Jangan sampai terjadi memar atau luka.
  • Amati penyakit Busuk Lunak (Erwinia carotovora) dan Busuk Hitam (Xanthomonas camprestris).
  • Daun-daun kubis yang terinfeksi harus dibuang.
  • Saat ini PT. Natural Nusantara telah mengeluarkan 2 produk unggulan baru sebagai penyempurnaan produk sebelumnya, yaitu Pupuk Organik Serbuk Greenstar dan Supernasa Granule Modern.
Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 
=================
Budianto / rindra 
===========
Pin Bbm :D1C26578 
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980
======================
Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586
====================
web:
http://www.agenpocnasa.com/
===============

Beberapa Jenis Hama Penyakit Bawang Merah Dan Pengendaliannya

Beberapa Jenis Hama Penyakit Bawang Merah Dan Pengendaliannya
Bawang-Merah
Kendala utama dalam pembudidayaan Bawang Merah (Allium Cepa) serangan hama dan penyakit, kekurangan unsur makro dan lail-lain sehingga menyebabkan produksi menurun. PT. Natural Nusantara hingga saat ini berupaya meningkatkan produksi bawang merah melalui 3 aspek yaitu secara Kwalitas, Kwantitas dan Kelestarian (3K). Sehingga petani Indonesia dapat dan mampu berkompetisi di era perdagangan bebas.

Beberapa Jenis Hama Penyakit Bawang Merah Dan Pengendaliannya

Pengamatan Hama 
  • Hama ulat bawang ( Spodoptera exigua), biasanya telur di letakkan pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok, maksimal 80 butir. Telur di lapisi benang-benang putih seperti kapas. Telur yang di temukan pada rumpun tanaman hendaknya di ambil dan di musnahkan. Pada bawang lebih sering terserang ulat grayak jenis Spodoptera Exigua dengan ciri terdapat garis hitam di perut atau kalung hitam di leher, kendalikan dengan PENTANA
  • Ulat tanah, berwarna coklat hitam. Bagian pucuk atau titik tumbuh dan tangkai rebah karena di potong pangkalnya.Kumpulkan ulat pada waktu senja dan malam hari. Jaga kebersihan dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan yang menjadi sarangnya, semprot menggunakan PESTONA.
  • Layu Fusarium. Daun bawang menguning, Daun bawang menguning , tanaman layu dengan cepat (Jawa: ngoler). Tanaman yang terserang di cabut dan di buang atau di bakar di tempat yang jauh. Preventif pengendalian dengan GLIO
Pengamatan Penyakit
  • Thrips,Biasanya menyerang bawang setelah berumur sekitar 30 hari setelah tanam, di sebabkan oleh kelembapan di sekitar tanaman relatif tinggi dengan suhu rata-rata di atas normal. Daun bawang yang terserang warnanya putih berkilat seperti perak. Serangan berat terjadi terjadi pada suhu udara di atas normal dengan kelembapan di atas 70%. Jika di temukan serangan penyiraman di lakukan pada siang hari, amati predator kumbang macan. Kendalikan dengan BVR atau PESTONA.
  • Penyakit bercak ungu atau trotol, di sebabkan oleh jamur Alternalia porii melalui umbi atau percikan air dalam tanah. Terdapat bintik lingkaran konsentrasi berwarna ungu atau putih kelabu di daun, tetepi daun menguning dan mengering ujung-ujungnya. Serangan umbi sehabis panen mengakibatkan umbi membusuksampai berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan. Jika hujan rintik-rintik segera lakukan penyiraman. Preventif taburkan GLIO.
  • Penyakit antraknose atau otomatis. Penyebab jamur Colletrotikum gloesporiodes. terbentuk bercak putih pada daun dan lekukan, menyebabkan patahnya daun secara serentak (otomatis). Tanaman yang terserang segera di cabut dan di musnahkan. Peventif kendalikan dengan GLIO.
  • Penyakit Oleh Virus, biasanya dengan ciri pertumbuhan kerdil,daun menguning, melengkung ke segala arah, terkulai serta anakannya sedikit. Sebaiknya gunakan bibit yang bebas oleh virus dan pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan.
  • Busuk umbi oleh bakteri, Biasanya mempunyai ciri sebagai berikut umbi menjadi busuk dan berbau. Biasanya menyerang setelah di panen. pencegahannya dengan mengusahakan tempatnya kering.
  • Busuk umbi atau leher batang oleh jamur. Biasanya bagian yang terserang menjadi lunak, melekuk dan berwarna kelabu. Jaga tanah agar tidak terlalu becek (atur draenasi) Preventif taburkan GLIO.
Untuk mencegah serangan hama dan penyakitusahakan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman lain (bukan golongan bawang-bawangan). Pestisida kimia sebagai alternatif terakir untuk mengatasi serangan hama dan penyakit.

Pemesanan Produk Natural Nusantar Hubungi 

Budianto / rindra 
=========
Pin Bbm : D1FFBD9D
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980
===========================

Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Tembakau

Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Tembakau
Tembakau
Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Tembakau

Hama tanaman adalah gangguan pada pertumbuhan tanaman yang disebabkan makluk hidup lain dengan cara memakan bagian dari tanaman tersebut. Sedangkan penyakit tanaman adalah gangguan pada pertumbuhan tanaman yang disebabkan serangan mikroorganisme pada bagian tanaman atau keseluruhan tubuhtanaman yang dapat menyebabkan kematian.

HAMA
  1. Ulat Grayak (Spodoptera litura) => Gejala : berupa lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada luka bekas gigitan. Pengendalian: Pangkas dan bakar sarang telur dan ulat,penggenangan sesaat pada pagi/sore hari , semprot Natural PENTANA
  2. Ulat Tanah (Agrotis ypsilon) => Gejala : daun terserang berlubang-lubang terutama daun muda sehingga tangkai daun rebah. Pengendalian: pangkas daun sarang telur/ulat, penggenangan sesaat, semprot PESTONA.
  3. Ulat penggerek pucuk (Heliothis sp) => Gejala: daun pucuk tanaman terserang berlubang-lubang dan habis. Pengendalian: kumpulkan dan musnah telur / ulat, sanitasi kebun, semprot PESTONA.
  4. Nematoda (Meloydogyne sp) => Gejala : bagian akar tanaman tampak bisul-bisul bulat, tanaman kerdil, layu, daun berguguran dan akhirnya mati. Pengendalian: sanitasi kebun, pemberian GLIO diawal tanam, PESTONA
  5. Kutu - kutuan (Aphis Sp, Thrips sp, Bemisia sp) pembawa penyakit yang disebabkan virus. Pengendalian: predator Koksinelid, Natural BVR.
  6. Hama lainnya Gangsir (Gryllus mitratus), jangkrik (Brachytrypes portentosus), orong-orong (Gryllotalpa africana), semut geni (Solenopsis geminata), belalang banci (Engytarus tenuis).
PENYAKIT
  1. Hangus batang ( damping off ) Penyebab : jamur Rhizoctonia solani. Gejala: batang tanaman yang terinfeksi akan mengering dan berwarna coklat sampai hitam seperti terbakar. Pengendalian : cabut tanaman yang terserang dan bakar, pencegahan awal dengan Natural GLIO.
  2. Lanas Penyebab : Phytophora parasitica var. nicotinae. Gejala: timbul bercak-bercak pada daun berwarna kelabu yang akan meluas, pada batang, terserang akan lemas dan menggantung lalu layu dan mati. Pengendalian: cabut tanaman yang terserang dan bakar, semprotkan Natural GLIO.
  3. Patik daun Penyebab : jamur Cercospora nicotianae. Gejala: di atas daun terdapat bercak bulat putih hingga coklat, bagian daun yang terserang menjadi rapuh dan mudah robek. Pengendalian: desinfeksi bibit, renggangkan jarak tanam, olah tanah intensif, gunakan air bersih, bongkar dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.
  4. Bercak coklat Penyebab : jamur Alternaria longipes. Gejala: timbul bercak-bercak coklat, selain tanaman dewasa penyakit ini juga menyerang tanaman di persemaian. Jamur juga menyerang batang dan biji. Pengendalian: mencabut dan membakar tanaman yang terserang.
  5. Busuk daun Penyebab : bakteri Sclerotium rolfsii. Gejala: mirip dengan lanas namun daun membusuk, akarnya bila diteliti diselubungi oleh massa cendawan. Pengendalian: cabut dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.
  6. Penyakit Virus Penyebab: virus mozaik (Tobacco Virus Mozaic, (TVM), Kerupuk (Krul), Pseudomozaik, Marmer, Mozaik ketimu (Cucumber Mozaic Virus). Gejala: pertumbuhan tanaman menjadi lambat. Pengendalian: menjaga sanitasi kebun, tanaman yang terinfeksi di cabut dan dibakar.
Pemesanan Produk natural nusantar hubungi 
===========================
Budianto / rindra 
==========
Pin Bbm : D1C26578 
Sms/wa/telf : +85298598174 / 085232128980
========================
Add facebook kami 
https://www.facebook.com/emi.liana.31586
=============================

Flag Counter