DISTRIBUTOR RESMI PT NATURAL NUSANTARA N-393316 MELAYANI PENDAFTARAN BARU DISTRIBUTOR DAN MELAYANI PEMBELIAN PRODUK NASA UNTUK SELURUH INDONESIA DAN LUAR NEGERI.HUBUNGI BBM KAMI D1FFBD9D /085232128980 /+ 62 855 7484 4543 / +85298598174

Crystal X Natural Cure Cervical Cancer And Miom

Crystal X as solution to whitish, miom and cervical cancer Crystal X and my riad of positif benefits which w will discussin this peaper in a few sessions to be more easilyundertood by all sister.
Crystal x original PT. Natural Nusantara Is proven effective to solven the problem of vemininity, either white, miss v muddy, miss v slimy , miss v less dense, miss v loose, pain during menstruetion, menstrual substandard, miss v itch, long mariage has not had the baby, kysts, cervical cancer, myon atc. To provide further insight abad crystal x, here we review in more depth about crystal x.

Crystal X Natural Cure Cervical Cancer And Miom

What Was A Crystal X ???
Crystal X is 100% natural herbal medicine. dedicated to the care and teradmen of all the problem of femininity.over the last 6 years crystal x herbal remedies proven effective and powerful way to cure hundreads of tousends of usures.

Crystal X abel to cure vaginal discharge thet is mild, moderate,servere, miss v middy, miss v loose, miss v less dense, miss v smelled, had cancer, cysta, myom, pain during menstruetion, menstrual substandard, miss v itch, long mariage has not had baby, and discordersas well as disenses of womenhood other.
Crystal X Natural Cure Cervical Cancer And Miom
How to use for those are married or it's not virgin :
  • Crystal X rinse with clear water, then wash also miss v with clean water
  • Then enter the crystal x approximately 4cm into miss v ( crystal x length of approximately 6cm) the turn it clockwise approximately 10 x rounds.
  • Use 2 time a day after bathing and 5 minutes before and after dealing with her husbend.
  • After the user finishes, crystal x immedialely cleaned with water and then dried and pud in the container back. The key to success is discripline. My MESSEGE (if you want to recover the mother or crystal x) shell wear regulerly and regu;arly according to instuctions on the correct usage for maximum results.
  • As a result female disenses cured and miss v become more abrasive dense and fragant want.
TO GAT THE PRODUCT CRYSTAL X CALL US :
NAME : RENDRA
WA : + 62-855-7484-4543
BBM : D1FFBD9D
EMAIL : DION84PRATAMA@GMAIL.COM

Cara Budidaya Udang Vename

Udang merupakan komoditi yang penting dalam dunia perikanan, karena nilai ekonominya yang tinggi. Ada dua jenis udang yang banyak di budidaya di Indonesia yaitu udang Windu (Penaeus monodon) dan udang Vanemei (Lithopenaeus vannamei)

Cara Budidaya Udang Vename

PT.Natural Nusantara sejak tahun 2002 mempunyai paket teknologi organik (Ramah Lingkungan) yang memenuhi aspek K-3 ( Kwalitas,Kwantitas dan Kesuburan) untuk meningkatkan produksifitas sekaligus melestarikan kawasan budidaya tambak udang. Teknologi NASA tersebut berupa pupuk TAMBAK ORGANIK NUSANTARA (TON), suplemen nutrisi Viterna, POC NASA, dan HORMONIK serta prebiotik TANGGUH.

Berikut ini adalah beberapa hal teknis yang perlu di perhatikan dalam budidaya udang :
1.      Lokasi Lahan
Lokasi lahan yang baik untuk budidaya udang adalah daerah pantai dengan tanah bertekstur liat, berpasir yang mampu menahan air tidak mudah pecah. Ada air payau dengan salinitas 0-33 dengan suhu optimal 26 – 300C dan bebas dari pencemaran bahan kimia berbahaya. Mempunyai saluran air masuk / inlet dan saluran air yang keluar/ otlet yang terpisah. Mudah mendapatkan sarana produksi yaitu benur, pakan, pupuk, obat-obatan dan lain-lain. Pada tambak yang intensif harus tersedia aliran listrik dari PLN atau Generator sendiri.
2.      Berdasarkan intensifitas dan padat tebarnya, budidaya udang di bedakan menjadi :
Ø   Tambak tradisional dengan ciri biasanya di lahan pasang surut yang umumnya berupa rawa bakau. Ukuran dan bentuk petakan tidak teratur. Belum menggunakan pupuk dan obat-obatan serta program pakan tidak teratur dan pada tebar rendah.
Ø   Tambak Semi Intensif dengan ciri lokasi tambak sudah pada daerah terbuka, bentuk petakan teratur tetapi masih berupa petakan yang luas (1-3 ha/petakan), padat penebaran masih rendah, penggunaan pakan buatan masih sedikit.
Ø   Tambak intensif dengan ciri lokasi di daerah yang khusus untuk tambak dalam wilayah yang luas, ukuran petakan di buat kecil ( kurang dari 1 ha ), padat tebar tinggi, sudah mengguakan kincir, pupuk serta program pakan yang baik.
Cara Budidaya Udang Vename

PENGOLAHAN LAHAN
Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan budidaya, wajib hukumnya di lakukan pengolahan lahan yang meliputi :
l   Pengankatan lumpur => Setiap budidaya pasti meningkatkan sisa budidaya yang berupa lumpur organik dari sisa pakan, kotoran udang yang mati. Kotoran tersebut harus di keluarkan dengan cara mekanis menggunakan cangkul atau menyedot dengan pia eir / alkon.
l   Pengeringan => Setelah tanah di kapur, biarkan tanah hingga mengering dan pecah-pecah, yang tujuannya agar membunuh bibit penyakit.
l   Perlakukan Pupuk TON dan Prebiotik Tangguh => Untuk mengembalikan kesuburan lahan serta mempercepat pertumbuahan pakan alami / planton dan menetralkan senyawa beracun, lahan perlu di beri perlakuan TON dosis 2,5kg ha & Prebiotik TANGGUH dosis 2-3lt/ha. Caranya masukkan sejumlah YON & Prebiotik TANGGUH ke dalam air, Kemudian aduk hingga larut. Siramkan secara merata ke seluruh areal tahan tambak.
l   Pemasukan Air => setelah di biarkan selama 3 hari, air di masukkan ketambak. Pemasukan air yang pertama sehingga 10-25cm dan biarkan 3 hari, untuk memberi kesempatan bibit-bibit plankton tumbuh setelah di pupuk dengan TON. Setelah itu air di masukkan hingga minimah 80cm. Perlakukan Saponen bisa di lakukan untuk membunuh ikan yang masuk ke tambak. Untuk menyuburkan plankton sebelum benur di tebar, air di kapur dengan Dolomit atau Zeolit dengan dosis 300kg/ha.

PEMILIHAN BENUR
Benur (Benih udang/bibit urang) yang baik mempunyai tingkat kehidupan ( Survival / RS) yang tinggi, daya adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang tinggi, berwarna tegas atau tidak pucat baik hitam maupun merah aktif bergerak, sehat dan mempunyai alat tubuh yang lengkap. Penebaran Benur di lakukan setelah air jadi, Yaitu setelah plankton tumbuh yang di tamdai dengan kecerahan air kurang lebih 30-40cm. Penebaran benur di lakukan dengan hati-hati, karena benur masih lemah dan mudah stres pada lingkungan yang baru.

Tahap Penebaran Benur adalah :
I.          Adaptasi suhu => Plastik wadah benur di rendam selama 15-30menit, agar terjadi penyesuaian suhu antara air di kolam dan dalam plastik.
II.    Adaptasi udara => Plastik di buka dan di lipat pada bagian ujungnya. Biarkan terbuka dan terapung selama 15 – 30 menit agar terjadi pertukaran udara dari udara bebas dengan udara dalam air plastik.
III.     Adaptasi kadar garam; salinitas => Di lakukan dengan cara memercikkan air tambak ke dalam plastik selama 10 menit. Tujuannya agar terjadi pencampuran air yang berbeda salinitasnya, sehingga benur dapat menyesuaikan dengan salinitas air tambak.
IV.     Pengeluaran benur => Di lakukan dengan memasukkan sebagian ujung plastik ke air tambak. Biarkan benur ke air tambak. Sisa benur yang tidak keluar sendiri, dapat di masukkan ke tambak dengan hati-hati atau perlahan.

PEMELIHARAAN
Pada awal budidaya, sebaiknya di daerah penebaran benur di sekat dengan jaring atau hapa, untuk memudahkan pemberian pakan. Sekat tersebut dapat di perluas sesuai dengan perkembangan udang, setelah 1 minggu sekat dapat di buka. Pada bulan pertama yang harus di perhatikan adalah kwalitas air harus selalu setabil. Penambahan atau pergantian air di lakukan dengan hati-hati karena udang masih rentan terhadap perubahan kondisi air yang drastis. Untuk menjaga kwalitas dan kestabilan air, setiap penambahan air baru atau maksimal 15 hari sekali diberi perlakuan TON dengan dosis 1kg / ha dan Prebiotik TANGGUH dosis 1/2 lt/ha.

Mulai umur 30 hari di lakukan samling untuk mengetahui perkembangan udang melalui pertambahan berat udang.

Udang yang normal pada umur 30 hari sudang mencapai size ( Jumlah udang/ kg) 250 – 300. Untuk selanjutnya samling di lakukan tiap 7 – 10 hari sekali. Produksi bahan organik terlarut yang berasal dari kotoran dan sisa pakan sudah cukup tinggi, oleh karena itu sebaiknya air di beri perlakuan kapur Zeolit setiap beberapa hari sekali dengan dosis 400 kg/ha. Pada setiap pergantian atau penambahan air baru tetap di beri perlakuan TON dengan dosis 1 kg/ha.

Mulai umur 60 hari keatas, yang harus di perhatikan adalah menejemen kwalitas air dan kontrol terhadap kondisi udang. Setiap menunjukkan kondisi air yang jelek ( di tandai dengan warna keruh, kecerahan rendah ) secepatnya di lakukan pergantian air dan perlakuan TON 1kg/ha. Jika konsentrasi dalam tambak yang semakin tinggi, menyebabkan kwalitas air atau lingkungan hidup udang juga semakin menurun, akibatnya udang mudah mengalami stres, yang di tandai dengan tidak mau makan, kotor dan diam di sudut- sudut tambak, yang dapat menyebabkan terjadinya kanibalisme.

PAKAN UDANG
Pakan udang ada dua macam yaitu pakan alami yang terdiri dari plankton, siput-siput kecil, cacing kecil, anak serangga dan detritus (sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk). Pakan yang lain adalah pakan buatan berupa pelet. Pada budidaya yang semi intensif, pakan buatan di perlukan. Karena dengan padat penebaran yang tinggi, pakan alami yang ada tidak akan cukup yang mengakibatkan pertumbuhan udang terhambat dan akan timbul sifat kanibalisme udang. Pakan pelet udang di bedakan dengan penomoran yang berbeda sesuai dengan pertumbuhan udang yang normal.

Kebutuhan pakan awal untuk setiap 100.000 ekor adalah 1kg, selanjutnya setiap 7 hari sekali di tambah 1kg hingga umur 30hari. Mulai umur tersebut dilakukan cek anco dengan jumlah pakan di anco 10% dari pakan yang di berikan. Waktu angkat anco untuk size 1000-166 adalah 3 jam, size 66 adalah 2,5 jam dari pemberian. Untuk meningkatkan pertumbuhan udang, perlu penambahan nutrisi lengkap dalam pakan. Untuk itu, pakan harus di campur dengan VITERNA,POCNASA dan HORMONIK yang mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin dengan dosis 1 tutup botol (10cc)/ 2-3 kg pakan. Untuk meratakan pencampuran, bisa di tambah dahulu dengan air secukupnya.

Semoda artikel kami ini bermanfaat untuk info produk hubungi +62-855-7484-4543 / BBM: DD1FFBD9D

Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit Moderen

Dalam usaha meningkatkan produk kelapa sawit, Eksentifikasi merupakan salah satu metode yang sering di gunakan, akan tetapi dalam prosesnya memerlukan lahan yang lebih luas serta lebih banyak memerlukan tenaga kerja. Dari kendala yang di temui di lapangan dalam ekstansi tersebut, maka metode intensifikasi menjadi salah satu hal wajib dalam peningkatan produksi SAWIT.
Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit Moderen

Tehnologi PIKAT NASA Kelapa Sawit Moderen hadir untuk memenuhi solusi dalam proses intensifikasi produksi pada kelapa sawit. Tehnologi PIKAT NASA (Pengelolaan Intensif Kesuburan Alami Terpadu NASA) dari PT. Natural Nusantara ini mampu memenuhi semua kebutuhan tanah secara terpadu (LENGKAP) yaitu unsur makro maupun unsur mikronya, hormon dan enzim pertumbuhan, asam-asam organik serta beberapa jenis mikro organisme yang berguna bagi tanaman.

Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit Moderen dapat membantu pembudidayaan kelapa sawit secara organik untuk memperoleh kesetabilan prduksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Teknologi PIKAT NASA telah teruji secara : 
Multi Komoditi :
Telah di gunakan pada semua jenis tanaman budidaya ( tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, kehutanan) termasuk KALAPA SAWIT.

Multi lokasi 
Telah di gunakan di berbagai kondisi lahan (dataran rendah-dataran tinggi, lahan basah-lahan kering, lahan normal-lahan kritis) dan di berbagai wilayah (Berbagai jenis tanah) di Indonesia.

Multi waktu
NASA telah di gunakan sejak tahun 1996.

Manfaat Teknologi PIKAT NASA Kelapa Sawit Moderen
1. Mempercepat pertumbuhan kelapa sawit
2. Meningkatkan hasil panen kelapa sawit
- bobot / berat panen lebih tinggi
- waktu panen lebih awal, masa panen puncak lebuh lama
- usia produksi lebih lama
3. Meningkatkan kwalitas hasil panen
4. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit 
5. Memperbaiki tanah yang rusak/ mengembalikan kesuburan tanah
6. Mengurangi penggunaan pupuk kimia
7. menguntungkan secara ekonomi. Bisa di pilih sesuai kondisi keuangan

Alternatif A, B, atau C

Biaya Produksi dengan prinsip PIKAT NASA di bandingkan sebelumnya :

A.     Lebih Rendah
=> Hasil panen sama dengan sebelumnya

B.     Sama
=> Hasil panen lebih tinggi dengan sebelumnya

C.      Lebih Tinggi
=> Hasil Panen naik secara optimal


Sebagai contoh : setiap aplikasi pupuk NPK dengan biaya 2 juta per hektar maka :

Alternatif A
Biaya pupuk NPK 750.000 + Pupuk NASA 750.000
=> Hasil Panen = sebelumnya

Alternatif B
Biaya pupuk NPK 1jt + Pupuk NASA 1 Juta

=> hasil panen naik 30-50%
Alternatif C
Biaya pupuk NPK 1,5jt + pupuk NPK 1jt

Hasil panen naik 70-200 %

Cara Penggunaan Produk NASA pada Kelapa Sawit:
1. PEMBIBITAN
Penyemprotan bibit : 3 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik / tangki/ 2 minggu atau 
Penyiraman: 3 tutup POC NASA + 1tutup Hormonik/ 10 liter air, kemudian siramkan 1 gelas Akua untuk setiap polibag 2 minggu sekali

2. TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM)
Umur 0-1 tahun
0,5 kg SUPERNASA untuk 25batang tanam setiap 6 bulan sekali

Umur 1-2 tahun
1 kg SUPERNASA untuk 25 batang tanaman setiap 6 bulan sakali
Semprot 3-5 tututp POC NASA + 1 tutup /tangki/1-2 bulan sekali

Umur 2-3 tahun
3-6 kg SUPERNASA untuk 1 hektar / 6bulan

3. TANAM MENGHASILKAN
  • Pilihan utama = 3-6 kg POWERNUTRITION /hektar/ 6 bulan
  • Pilihan Standar = 1.5-3 kg POWERNUTRITION + 1.5-3 KG SUPERNASA / Hektar / 6 bulan
  • Pilihan Midium = 3-6 kg SUPERNASA / hektar/ 6 bulan
Keterangan
  • Penggunaan POWERNUTRITION dan SUPERNASA dapat di lakukan dengan di campur bersama pupuk NPK atau tanah, pasir, abu untuk memudahkan aplikasi ke lahan. Dapat juga dengan cara di encerkan terlebih dahulu untuk disiramkan, dengan cara larutkan 200-400 gram (20-40 sendok makan) dalam 10-20 liter air, kemudian siramkan 1-2 liter larutan pupuk per 1 pohon.
  • Dosis pupuk makro / NPK/ Kimia dapat di kurangi 25-50 % dari dosis kebiasaan setempat. Jika tidak dikurangi akan lebih baik.
  • POC NASA dan HORMONIK dapat di ganti dengan Pupuk Organik Serbuk GREENSTAR dengan dosis 0,5 sachet (10gr)/ tangki semprot 10-20 liter
  • SUPERNASA dapat di ganti dengan SUPERNASA GRANULE (dosis 50 gr/ hektar)
  • Untuk mengatasi serangan layu tanaman sawit karena jamur dapat di gunakan produk Agensi Hayati atau Pestisida alami Natural Glio.
Itulah penjabaran singkat tentang panduan teknik budidaya dengan Teknologi PIKAT NASA Pada kelapa Sawit Moderen dari PT.Natural Nusantara dengan harapan bisa membantu meningkatkan produksi kelapa sawit moderen.

Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Tanaman Cabai Moderen

Semangat Pagi sahabat petani Cabai semuanya. pada kesempatan kali ini Kami distributor NASA akan menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai Bagaimana cara bembudidayakan cabai menggunakan Pupuk Organik Nasa. Kali ini kami akan menjelaskan sejak awal tanam hingga fase pemanenan cabai.

Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Tanaman Cabai Moderen
Fase Persemaian
1. Persiapan persemaian
  • Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan atap plastik atau rumbai
  • Media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah di saring, dengan perbandingan 3 : 1. Pupuk kandang sebelum di pakai di campur dengan GLIO 100gr dalam 25-59 kg pupuk kandang dan didiamkan selama 1 minggu. Media di masukkan polybag bibit ukuran 4 x 6 cm atau contong daun pisang.
2. Penyemaian
  • Biji cabai di letakkan satu per satu tiap polybag, lalu di tutup selapis tanah + pupuk kandang yang telah di saring.
  • Semprot POC NASA dosis 1-2 ttp / tangki umur 10, 17 hari setelah semai
  • Penyiraman di lakukan setiap hari pada pagi / sore hari untuk menjaga kelembaban.
Pengamatan Hama & Penyakit
Penyakit
  • Rebah Semai ( dumping off) gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk di sebabkan oleh cendawa phytium sp dan rhizoctonia sp. Cara pengendalian : Tanaman yang di serang di buang bersama tanahnya, mengatur kelembapan dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram GLIO 1 sendok makan (10gr) per 10 liter air.
  • Embun bulu, di tandai dengan adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yang di sebabkan oleh cendawa. Peronospora parasitica. Cara mengatasinya dengan cara tanaman yang di serang di buang bersama tanahnya, mengatur kelembapan dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram GLIO 1 sendol makan per 10 liter air.
  • Kelompol Virus, gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat. Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu. Cara mengatasi : bibit terserang di cabut dan di bakar, semprot vektor virus dengan BVR atau Pestona. 
Hama
  • Kutu Daun Persik (Aphid sp) perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun. Pijat dengan jari koloni kutu yang di temukan, semprot dengan BVR atau Pestona.
  • Hama Thrip parvispinus, gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun di isap, lapisan bawah daun berwarna keperak perakan atau seperti tembaga. Biasanya koloni berkeliaran di bawah daun. Pengamatan lakukan di pagi hari atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. Serangan parah semprot dengan BVR atau Pestona untuk mengurangi penyebaran.
  • Hama Tungau ( Pholyhagotarsonemus latus). Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau. cara mengatasinya semprot dengan BVR atau Pestona. 
Cara Mengatasi Hama Dan Penyakit Tanaman Cabai Moderen

Dapatkan Produk Nasa hanya di Distributor resmi PT.Natural Nusantara terdekat atau hubungi Telf: 0852-3212-8980/ wa : +62-855-7484-4543 / BBM: D1FFBD9D
Flag Counter