DISTRIBUTOR RESMI PT NATURAL NUSANTARA N-393316 MELAYANI PENDAFTARAN BARU DISTRIBUTOR DAN MELAYANI PEMBELIAN PRODUK NASA UNTUK SELURUH INDONESIA DAN LUAR NEGERI.HUBUNGI BBM KAMI D1FFBD9D /085232128980 /+ 62 855 7484 4543 / +85298598174

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PANEN SAWIT

Semangat Pagi para Petani di manapun anda berdada dan Kususnya Petani Kelapa Sawit, Karena pada kesmpatan kini kita akan mebahas tentang Cara Mengoptimalkan Hasil Panen Kelapa Sawit.

Salah satu faktor yang sangat penting adalah Pemupukan, pemupukan adalah salah satu faktor terpenting dalam meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman. Pemupukan sendiri sebenarnya berupa penambahan zat pada tanah supaya unsur haranya dapat terpenuhi. Dengan begitu tanah lebih produktif dan dapat menunjang pertumbuhan tanaman dan akar dengan baik.

Pemupukan perlu di lakukan secara rasional sesuai dengn kebutuhan tanaman, kemampuan tanah mengediakan unsur hara, sifat-sifat tanah dan pengelolaan oleh petani. kelebihan dalam pemberian pupuk selain pemborosan juga sangat mengganggu keseimbangan unsur hara pada tanah.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PANEN SAWIT
Pupuk di berikan untuk mencapai tingkat ketersediaan unsur hara esensial yang seimbang di dalam tanah dan optimum yang berguna untuk :
  • Menghindari penccemaran lingkungan
  • Meningkatkan kesuburan tanah
  • Meningkatkan efisiensi pemupukan
  • Meningkatkan produktifitas dan mutu hasil tanaman

Takaran pupuk yang di pergunakan untuk memupuk satu jenis tanaman akan berbeda untuk masing-masing jenis tanah, hal ini dapat di pahami karena setiap jenis tanah memiliki karakteristik dan susunan kimia tanah yang berbeda. Ada beberapa hal penting yang perlu di cermati untuk mendapatkan efisiensi dalam pemupukan di antaranya adalah : Jenis pupuk yang di gunakan, sifat dari pupuk itu sendiri, waktu pemupukan dan syarat pemberian pupuk serta cara atau metode pemupukan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PANEN SAWIT
Peningkatan produksi pertanian dalat di capai melalui pendekatan teknologi yang tepat antara lain dengan menerapkan teknologi pemupukan berimbang spesifik lokasi.
  1. Pemberian pupuk berimbang dalam kajian ini bukan berarti memberikan pupuk N, P, dan K dalam jumlah seimbang untuk tanaman. Yang di maksut pemupukan beimbang dalam kajian ini adalah pembeian pupuk N, P, dan K di sesuaikan dengan target hasil yang ingin di capai.
  2. Nitrogen merupakan unsur hara makro esensial, menyusun sekitar 1,5% bobot tanaman dan fungsi terutama dalam pembentukan protein. Nitrogen dlam tanah berasal dari  Bahan Organik Tanah : Bahan Organik halus dan Bahan Orgaik kasar, Pengikatan oleh organisme dari N udara, Pupuk dan Air Hujan,
  3. Nitrogen terdapat di dalam tanah dalam bentuk organik dan anorganik. Bentuk-bentuk organik meliputi NH4, NO5, N2O dan unsur N. Tanaman yang menyerap unsur ini terutama terutama dalam bentu N)3, namun bentuk lain yang juga dapat menyerap adalah NH4, dan Urea (CO (N2)) 2 dalam bentuk No3.
  4. Kebutuhan tanah akan hara P dapat di penuhi dari berbagai sumber antara lain TSP, SP-36, DAP, P-alam, NPK yang pada umumnya di berikan sekaligus pada awal tanam. Agar pupuk yang di berikan efisien, pupuk P harus di berikan dengan cara , waktu , serta takaran yang tepat jumlah dan jenisnya.
  5. Pupuk SP-36 di berikan satu kali sebagai pupuk dasar sesuai dengan status hara P dalam tanah yang telah di uji menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) dan di sesuaikan dengan target hasil yang ingin di capai.
  6. Efisiensi pupuk P pada tanah tropika sangat renndah yaitu hanya sekitar 10 - 15% P yang dapat di manfaatkan oleh tanaman yang di berikan, dan sisanya di fiksasi oleh Al dan Fe. Usaha untuk mengurang i fiksasi P ini adalah dengan penambahan bahan organik, pengapuran, penggunaan jenis pupuk yang melepaskan P secara lambat seperti pupuk alami P. Pemberian kapur juga di tujukan untuk mensuplai kebutuhan hara Ca dan Mg yang ketersediaannya rendah tanah tropika. Pengaruh pengapuran pemupukan P dan Mo.
  7. Cara pemberian kapur dalam tanah sangat mempengaruhi efektifitas dan efisiensi pengapuran. Pemberian kapur secara larikan sangat efektif di badingkan dengan cara di sebar dan pada lahan kering daerah tropik yang banyak hujan, kapur yang di berikan secara di sebar di permukaan tanah akan cepat hilang karena terbawa aliran permukaan.
  8. Kekurangan hara kalium menyebabkan tanah kerdil, lemah ( tidak tegak), proses pengangkutan hara, pernafasan, serta forosintesis terganggu, yang pada akirnya mengurangi produksi.
  9. Defisiensi unsur K (kalium) di sebabkan oleh permukaan K kurang, jenis yang terangkut saat panen tidak di kembalikan ke lahan sawah, sumber K dari air irigasi rendah,, efisiensi permukaan K rendah karena fiksasi K oleh mineral liat atau tanah pasir sehingga K tercuci ke lapisan bawah karena K sangat mobil, serta keadaan lingkungan perakaran yang sangat reduktif, dan radia Ca / K atau Mg / K yang tinggi dalam larutan tanah, Sehingga Ca atau Mg menekan serapan K. Efisiensi pupuk K biasanya rendah, namun dapat di tingkatkan dengan cara pemberian 2 - 3 kali selama pertumbuhan tanaman.
  10. Pengembalian K dalam bentuk pupuk untuk mengganti K yang hilang akibat terangkut tanah dan tercuci tidak selalu benar karena cadagan K dalam tanah cukup tinggi. Penambahan pupuk K di lakukan bila bentuk K yang lambat tersedia tidak terdapat dalam jumlah yang cukup.
  11. Penggunaan bahan organik, baik berupa kompos dari jerami padi maupun pupuk kandang, sangatlah besar peranannyadalam meningkatkan efisiensi pemupukan. Karena itu, rekomendasi pemupukan di sesuaikan berdasarkan ada tidaknya pemberian.
Kompos dari jerami atau pupuk kandang, sehingga rekomendasi pemupukan N, P, dan K per hektar di bagi atas :
  1. Takaran tanpa bahan organik
  2. Takaran dengan penggunaan kompos jerami setara 5 ton jerami segar
  3. Takaran dengan penggunaan 2 ton pupuk kandang
Pupuk organik ataupun bahan organik banyak mengandung unsur karbon (C) dalam bahan tersebut.Unsur karbon tersebut di gunakan oleh mikroorganisme tanah sebagai sumber energi untuk perkembangbiakannya. Dengan adanya mikro organisme di dalam tanaah maka proses perombakan bahan organik menjadi lebih intensif. Hasil perombakan tersebutdi lepaskan berbagai hara yang dapat di manfaatkan tanah.
Kelemahan dari pupuk organik di antaranya adalah dapat menyebabkan kerusakan struktur tanah seperti tanah menjadi lebuh keras dan pH tanah menjadi lebih masam namun kelebihannya mempunyai kandungan hara yang tinggi dan segera tersedia bagi tanaman. Sementara itu kekurangan pupuk organik seperti kandungan hara yang rendah dan tidak segera tersedia bagi tanaman namun dapat memperbaiki kwalitas tanah.

Konsep pemupukan berimbang adalah :
  • Penambahan pupuk kedalam tanah dengan jumlah dan jenis hara yang sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan hara.
  • Pemupukan berimbang dapat di lakukan dengan penggunaan beberapa jenis pupuk tunggal yang di campur secara sederhana (simpele blending), di campur secara mekanis (mechaical blending) atau melalui teknologi pencampuran secara kimia (chemical blending) yang di sebut pupuk majemuk / compound dengan formula tertentu.
Dosis pupuk yang berimbang di buat atas dasar beberapa pertimbantan anatra lain adalah sebagai berikut :
  • Jumlah hara yang tersedia di dalam tanah
  • Jumah hara yang berfiksasi dan hilang di dalam tanah
  • Jumlah hara yang di kembalikan ke dalam tanah
  • Jumlah hara yang terimobilisasi dalam batang, cabang, dan pelapah atau daun
  • Jumlah hara yang terangkut oleh hasil panen.
Rekomendasi pemupukan dalam Permentan No. 40 / Permentan /OT.140/4/2017 menggunakan 2 pendekatan yang saling melengkapi yaitu :
  1. Alat yang di gunakan untuk menentukan takaran pupuk secara lebih spesifik lokasi. Alat tersebut adalah Bagan Porna Daun (BWD) untuk menentukan takaran pupuk N dan PUTS ( Perangkat Uji Tanah Sawah) atau pendekatan Petak Omisi untuk menentukan takaran pupuk P dan K.
  2. Tabel Rekomendasi Pupuk N, P, dan K per kecamatan dapat di gunakan sebagai Acuhan dalam menentukan pemupukan.
Di samping pupuk makro kebutuhan pupuk mikro atau pupuk organik sangatlah di butuhkan oleh tanah dan tanaman, maka dari itu PT.Natural Nusantara memberikan inivasi baru pupuk organik SUPERNASA GRANULE dan POWER NUTRITION guna memenihi kebutuhan pupuk mikro atau organik tanah dan tanaman, sehingga dengan pemakaian pupuk organik ini kebutuhan akan pupuk makro atau pupuk kimia bisa di kurangi secara siknifikan dan tanpa harus mengurangi produksi pada tanaman buah dan bahkan dengan pemakaian Pupuk Organik NASA ini produksi buah dapat di tingkatkan hingga 30 - 100% dan tetap menjaga kesuburan tanah serta menjaga kelestarian lingkungan.




0 comments:

Post a Comment

Flag Counter