DISTRIBUTOR RESMI PT NATURAL NUSANTARA N-393316 MELAYANI PENDAFTARAN BARU DISTRIBUTOR DAN MELAYANI PEMBELIAN PRODUK NASA UNTUK SELURUH INDONESIA DAN LUAR NEGERI.HUBUNGI BBM KAMI D1FFBD9D /085232128980 /+ 62 855 7484 4543 / +85298598174

BUDIDAYA KENTANG TEKNOLOGI NASA - 082334020868

BUDIDAYA KENTANG TEKNOLOGI NASA - 082334020868

A. PENDAHULUAN

Kentang (Solanum tuberosum L) merupakan sumber utama karbohidrat, sehingga menjadi komoditi penting. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya meningkatkan produksi kentang nasional secara kuantitas, kualitas dan tetap berdasarkan kelestarian lingkungan (Aspek 3K).

B. SYARAT PERTUMBUHAN

1. Iklim
Curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun, lama penyinaran 9-10 jam/hari, suhu optimal 18-21 °C, kelembaban 80-90% dan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl.

2. Media Tanam
Struktur remah, gembur, banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang dalam dan pH antara 5,8-7,0.

C. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

1. Pembibitan

Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram, umur 150-180 hari, tidak cacat, dan varitas unggul. Pilih umbi berukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas dan hanya sampai generasi keempat saja. Setelah tunas + 2 cm, siap ditanam.

Bila bibit membeli (usahakan bibit yang bersertifikat), berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa/dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi direndam dulu menggunakan POC NASA selama 1-3 jam (2-4 cc/lt air).

2. Pengolahan Media Tanam
Lahan dibajak sedalam 30-40 cm dan biarkan selama 2 minggu sebelum dibuat bedengan dengan lebar 70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan buat saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm.

Natural Glio yang sudah terlebih dahulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu, ditebarkan merata pada bedengan (dosis : 1-2 kemasan Natural Glio dicampur 50-100 kg pupuk kandang/1000 m2). 

3. Teknik Penanaman
3.1. Pemupukan Dasar

Pupuk anorganik berupa urea (200 kg/ha), SP 36 (200 kg/ha), dan KCl (75 kg/ha).
Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secukupnya secara merata di atas bedengan, dosis 1-2 botol/ 1000 m². Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA dengan cara : 
A) Alternatif 1 : Satu botol Super Nasa diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan. 

B) Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram 10 meter bedengan. Penyiraman POC NASA / SUPER NASA dilakukan sebelum pemberian pupuk kandang.

c) Berikan pupuk kandang 5-6 ton/ha (dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam) satu minggu sebelum tanam,

3.2. Cara Penanaman
Jarak tanaman tergantung varietas, 80 cm x 40 cm atau 70 x 30 cm dengan kebutuhan bibit + 1.300-1.700 kg/ha (bobot umbi 30-45 gr). Waktu tanam diakhir musim hujan (April-Juni).

4. Pemeliharaan Tanaman
4.1. Penyulaman
Penyulaman untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh/tumbuhnya jelek dilakukan 15 hari semenjak tumbuh.

4.2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman 2-3 hari sebelum/bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan.

4.3. Pemangkasan Bunga
Pada varietas kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara.

4.4. Pemupukan Susulan
a. Pupuk Makro
Urea/ZA: 21 hari setelah tanam (hst) 300 kg/ha dan 45 hst 150 kg/ha.
SP-36: 21 hst 250 kg/ha.
KCl: 21 hst 150 kg/ha dan 45 hst 75 kg/ha.
Pupuk makro diberikan jarak 10 cm dari batang tanaman.

b. POC NASA: mulai umur 1 minggu s/d 10 atau 11 minggu.
Alternatif I : 8-10 kali (interval 1 minggu sekali dengan dosis 4 tutup/tangki atau 1 botol (500 cc)/ drum 200 lt air.
Alternatif II : 5 – 6 kali (interval 2 mingu sekali dengan dosis 6 tutup/tangki atau 1,5 botol (750 cc)/ drum 200 lt air.

c. HORMONIK : penyemprotan POC NASA akan lebih optimal jika dicampur HORMONIK (dosis 1-2 tutup/tangki atau + 2-3 botol/drum 200 liter air).

3.4.5. Pengairan
Pengairan 7 hari sekali secara rutin dengan di gembor, Power Sprayer atau dengan mengairi selokan sampai areal lembab (sekitar 15-20 menit). 
BUDIDAYA KENTANG TEKNOLOGI NASA - 082334020868

D. HAMA DAN PENYAKIT

1. Hama
Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat menyerang daun hingga habis daunnya. Pengendalian: (1) memangkas daun yang telah ditempeli telur; (2) penyemprotan Natural Vitura dan sanitasi lingkungan.

Kutu daun (Aphis Sp)
Gejala: kutu daun menghisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga dapat menularkan virus. Pengendalian: memotong dan membakar daun yang terinfeksi, serta penyemprotan Pestona atau BVR.

Orong-orong (Gryllotalpa Sp)
Gejala: menyerang umbi di kebun, akar, tunas muda dan tanaman muda. Akibatnya tanaman menjadi peka terhadap infeksi bakteri. Pengendalian: Pengocoran Pestona.

Hama penggerek umbi (Phtorimae poerculella Zael)
Gejala: daun berwarna merah tua dan terlihat jalinan seperti benang berwarna kelabu yang merupakan materi pembungkus ulat. Umbi yang terserang bila dibelah, terlihat lubang-lubang karena sebagian umbi telah dimakan. Pengendalian : Pengocoran Pestona.

Hama trip ( Thrips tabaci )
Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak berwarna putih, berubah menjadi abu-abu perak dan mengering. Serangan dimulai dari ujung-ujung daun yang masih muda. Pengendalian: (1) memangkas bagian daun yang terserang; (2) mengunakan Pestona atau BVR. 

2. Penyakit
Penyakit busuk daun 
Penyebab: jamur Phytopthora infestans. Gejala: timbul bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah hingga warnanya berubah menjadi coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan sporangium dan daun membusuk/mati. Pengendalian: sanitasi kebun. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit layu bakteri
Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum. Gejala: beberapa daun muda pada pucuk tanaman layu dan daun tua, daun bagian bawah menguning. Pengendalian: sanitasi kebun, pergiliran tanaman. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit busuk umbi 
Penyebab: jamur Colleotrichum coccodes. Gejala: daun menguning dan menggulung, lalu layu dan kering. Bagian tanaman yang berada dalam tanah terdapat bercak-bercak berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk. Pengendalian: pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan penggunaan bibit yang baik. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam

Penyakit fusarium 
Penyebab: jamur Fusarium sp. Gejala: busuk umbi yang menyebabkan tanaman layu. Penyakit ini juga menyerang kentang di gudang penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka-luka yang disebabkan nematoda/faktor mekanis. Pengendalian: menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan pendangiran. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit bercak kering (Early Blight) 
Penyebab: jamur Alternaria solani. Jamur hidup disisa tanaman sakit dan berkembang di daerah kering. Gejala: daun berbercak kecil tersebar tidak teratur, warna coklat tua, meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi berbercak gelap tidak beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian: pergiliran tanaman. Pencegahan : Natural Glio sebelum/awal tanam

Penyakit karena virus
Virus yang menyerang adalah: 
(1) Potato Leaf Roll Virus (PLRV) menyebabkan daun menggulung; 
(2) Potato Virus X (PVX) menyebabkan mosaik laten pada daun; 
(3) Potato Virus Y (PVY) menyebabkan mosaik atau nekrosis lokal; 
(4) Potato Virus A (PVA) menyebabkan mosaik lunak; 
(5) Potato Virus M (PVM) menyebabkan mosaik menggulung; 
(6) Potato Virus S (PVS) menyebabkan mosaik lemas. Gejala: akibat serangan, tanaman tumbuh kerdil, lurus dan pucat dengan umbi kecil-kecil/tidak menghasilkan sama sekali; daun menguning dan jaringan mati. Penyebaran virus dilakukan oleh peralatan pertanian, kutu daun Aphis spiraecola, 
A. gossypii dan Myzus persicae, kumbang Epilachna dan Coccinella dan nematoda. Pengendalian: tidak ada pestisida untuk mengendalikan virus, pencegahan dan pengendalian dilakukan dengan menanam bibit bebas virus, membersihkan peralatan, memangkas dan membakar tanaman sakit, mengendalikan vektor dengan Pestona atau BVR dan melakukan pergiliran tanaman.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki. 

E. PANEN

Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari, tergantung varietas tanaman. Secara fisik tanaman kentang sudah dapat dipanen jika daunnya telah berwarna kekuning-kuningan yang bukan disebabkan serangan penyakit; batang tanaman telah berwarna kekuningan (agak mengering) dan kulit umbi akan lekat sekali dengan daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas bila digosok dengan jari.
budidaya kentang
budidaya kentang pdf
budidaya kentang dataran rendah
budidaya kentang hidroponik
budidaya kentang hitam
budidaya kentang granola
budidaya kentang di polybag
budidaya kentang organik pdf
budidaya kentang.doc
budidaya kentang di belanda
budidaya kentang didataran tinggi
budidaya kentang atlantik
budidaya kentang aeroponik
budidaya kentang atlantis
budidaya kentang australia
teknik budidaya kentang aeroponik
budidaya tanaman kentang secara aeroponik
makalah budidaya tanaman kentang aeroponik
budidaya tanaman kentang aeroponik
budidaya kentang sistem aeroponik
budidaya kentang secara aeroponik
budidaya kentang balitsa
budidaya kentang yang baik dan benar
budidaya bibit kentang
budidaya benih kentang
budidaya kentang yang baik
budidaya kentang di balitsa
budidaya kentang yang benar
cara budidaya bibit kentang
cara budidaya kentang yang baik
budidaya kentang hikmah farm
foto budidaya kentang
budidaya kentang gantung
budidaya kentang granola pdf
budidaya kentang g0
budidaya kentang granula
cara budidaya kentang g0
cara budidaya kentang granola
teknik budidaya kentang granola
budidaya kentang varietas granola
gambar budidaya kentang
prospek budidaya kentang hitam dilahan kering
cara budidaya kentang hidroponik
cara budidaya kentang hitam
budidaya kentang secara hidroponik
budidaya tanaman kentang hitam
budidaya kentang di musim hujan
budidaya tanaman kentang secara hidroponik
budidaya kentang impor
budidaya kentang di indonesia
investasi budidaya kentang
budidaya tanaman kentang di indonesia
budidaya kentang jurnal
budidaya kentang jawa
budidaya kentang kultur jaringan
jurnal budidaya kentang pdf
budidaya kentang kleci
budidaya kentang kecil
budidaya kentang di kledung
budidaya kentang dalam karung
budidaya kentang di karung
keuntungan budidaya kentang
budidaya kentang budidaya kentang
kalkulasi budidaya kentang
kendala budidaya kentang
budidaya kentang lengkap
budidaya tanaman kentang lengkap
budidaya kentang ramah lingkungan
laporan budidaya kentang
lahan budidaya kentang
lama budidaya kentang
langkah budidaya kentang
budidaya kentang merah
budidaya kentang mulsa
budidaya kentang mini
budidaya kentang musim hujan
modal budidaya kentang
budidaya kentang dataran medium
budidaya kentang dengan mulsa
makalah budidaya kentang
budidaya tanaman kentang di malino
budidaya kentang nasa
budidaya kentang organik
omset budidaya kentang
budidaya tanaman kentang organik
teknik budidaya kentang organik
budidaya kentang secara organik
cara budidaya kentang organik
budidaya kentang polybag
budidaya kentang ppt
budidaya perkebunan kentang
perhitungan budidaya kentang
budidaya pertanian kentang
budidaya kentang dalam polybag
budidaya kentang dalam pot
budidaya kentang didataran rendah
budidaya kentang di rumah
budidaya tanaman kentang dataran rendah
budidaya kentang dataran rendah pdf
budidaya kentang secara umum
budidaya kentang sayur
budidaya kentang sederhana
budidaya kentang super
budidaya kentang sistem hidroponik
budidaya kentang tomat
budidaya tumbuhan kentang
budidaya tanman kentang
sop budidaya tanaman kentang
budidaya tanaman kentang
budidaya tanaman kentang pdf
budidaya kentang unggul
budidaya kentang ungu
usaha budidaya kentang
budidaya umbi kentang
budidaya tanaman kentang varietas granola
video budidaya kentang
budidaya kentang wonosobo
budidaya kentang dan wortel
www.budidaya kentang
budidaya kentang youtube
budidaya kentang yg baik
cara budidaya kentang yang benar
analisa budidaya kentang 2015

0 comments:

Post a Comment

Flag Counter